Oracle: OCI Meledak 93%, Backlog $638 Miliar Jadi Sorotan
Oracle (NYSE: ORCL) bukan lagi sekadar perusahaan software enterprise lama. Cloud Infrastructure (OCI) mereka tumbuh 93% YoY di kuartal terakhir, dan remaining performance obligations menembus $638 miliar, naik 363% YoY. Per 3 September 2026, saham diperdagangkan di $145.76, naik 3.14% setelah recovery dari bottom $121 di Juli. Katalis berikutnya jelas: earnings Q1 FY2027 pada 10 September setelah pasar tutup.
Sentimen Pasar: Backlog Raksasa yang Harus Dibuktikan Konversinya
Saham Oracle terkoreksi tajam dari puncak $245 di Juni ke bottom $121 di Juli, penurunan hampir 50%. Yang memicu bukan pelemahan bisnis, melainkan kekhawatiran soal capex besar untuk membangun data center AI dan pertanyaan seberapa cepat backlog raksasa itu benar-benar menjadi revenue.
Pertanyaan itu valid dan perlu dijawab jujur: hanya sekitar 12% dari $638 miliar RPO diperkirakan terkonversi dalam 12 bulan ke depan. Sisanya berjangka lebih panjang. Jadi backlog-nya besar, tapi tidak semuanya revenue jangka dekat.
Yang membuat 10 September penting: ini pertama kalinya pasar bisa memverifikasi apakah trajectory cloud growth bertahan di zona 50%+ dan apakah RPO tetap besar atau mulai stagnan. Harga saat ini $145.76 masih di atas entry zone $136–$141 yang bertepatan dengan demand zone di chart.
Cek Saham Oracle Hari Ini!
Tiga Alasan Fundamental
1. Cloud Infrastructure Menjadi Mesin Pertumbuhan Utama
OCI berakselerasi sepanjang FY2026: dari sekitar +55% ke +68%, lalu +84%, dan akhirnya +93% di Q4. Revenue Cloud Infrastructure Q4 mencapai $5.8 miliar, hampir dua kali lipat YoY. Untuk full year FY2026, Cloud Infra menghasilkan $18.1 miliar dengan pertumbuhan 77%.
Total cloud kini sekitar setengah dari perusahaan. Ini siklus belanja AI yang sama yang dikonfirmasi Nvidia, tapi dengan posisi berbeda: Oracle menjual kapasitas komputasi, bukan GPU-nya. Mereka yang membangun dan menyewakan infrastrukturnya.
2. RPO $638 Miliar Memberi Visibility Multi-Tahun
Backlog inilah inti pitch-nya. RPO naik 363% YoY dan bertambah $85 miliar hanya dalam satu kuartal. Kontrak AI besar, sebagian prepaid atau dengan GPU yang disediakan customer, memberikan Oracle permintaan terkontrak yang tidak dimiliki kebanyakan nama software.
Guidance FY2027 di sekitar $90 miliar revenue, naik dari $67.4 miliar di FY2026, adalah konversi pertama dari buku ini. Kalau tercapai, itu pertumbuhan sekitar 34% untuk perusahaan sebesar Oracle.
3. Mix Bergeser dari Lisensi Lama ke Cloud
Cloud Apps (SaaS) masih tumbuh sekitar 10% di Q4, tapi infrastructure yang menjadi akselerator. Kalau cloud Q1 FY2027 masuk di range +58% hingga +64% sesuai guidance, itu konfirmasi bahwa transformasi ini muncul di laporan laba rugi, bukan hanya di slide backlog.
Pergeseran mix ini penting untuk valuasi. Perusahaan software lisensi tradisional dan penyedia cloud infrastructure dinilai dengan multiple yang berbeda. Semakin besar porsi cloud, semakin kuat argumen re-rating.
Data Kunci
| Metrik | Data |
|---|---|
| Harga Saat Ini (3 September 2026) | $145.76 (+3.14%) |
| FY2026 Revenue | $67.4 miliar (+17% YoY) |
| Q4 FY2026 Revenue | $19.2 miliar (+21% YoY) |
| FY2026 Total Cloud | $34.0 miliar (+39% YoY) |
| Q4 Cloud Revenue | $9.9 miliar (+47% YoY) |
| Q4 Cloud Infrastructure (OCI) | $5.8 miliar (+93% YoY) |
| FY2026 Cloud Infrastructure | $18.1 miliar (+77% YoY) |
| Q4 Cloud Apps (SaaS) | $4.1 miliar (+10% YoY) |
| RPO (Backlog) | $638 miliar (+363% YoY, +$85B QoQ) |
| FY2027 Revenue Guidance | ~$90 miliar (~+34%) |
| Q1 FY2027 Revenue Guidance | +27% hingga +29% |
| Q1 FY2027 Cloud Guidance | +58% hingga +64% |
| Konversi RPO 12 Bulan | ~12% |
| Q1 FY2027 Earnings | 10 September 2026, after market close |

Mix cloud Q4 antara Apps dan Infrastructure memperlihatkan di mana pertumbuhan sesungguhnya terjadi. Apps di $4.1 miliar tumbuh 10%, sementara Infrastructure di $5.8 miliar tumbuh 93%. Infrastructure sudah melampaui Apps dalam ukuran absolut dan tumbuh sembilan kali lebih cepat, dan gap ini yang akan terus melebar seiring kontrak AI baru masuk.
Trajectory revenue OCI sepanjang FY2026 menunjukkan akselerasi yang konsisten dari sekitar 55% ke 93%. Pola akselerasi seperti ini jarang terjadi di bisnis yang sudah bernilai belasan miliar dolar. Yang perlu dipantau di laporan 10 September: apakah kurva ini berlanjut atau mulai melandai.
Analisis Teknikal

Chart 8 jam ORCL per 3 September 2026 menunjukkan harga $145.76 setelah recovery dari bottom $121 di Juli. Harga saat ini berada di atas demand zone gray ($138.50–$139.51) yang bertepatan dengan moving average yang sedang bergerak naik.
Blue arrow di chart memproyeksikan skenario dip ke area $133–$140 sebelum recovery menuju resistance di atas: $161.94, $188.52, dan $218.50. Red zone di $122.68–$123.22 menjadi batas bawah struktur ini, tepat di area bottom Juli.
Perlu diingat: earnings 10 September adalah binary event yang bisa mengubah struktur ini dengan cepat. Position sizing sebaiknya memperhitungkan volatilitas yang mungkin terjadi pasca-print.
Yang Akan Ditradingkan Pasar pada 10 September
Tiga hal yang menentukan reaksi harga:
Apakah cloud growth bertahan di zona 50%+? Guidance Q1 di +58% hingga +64%. Kalau masuk di ujung atas atau melampaui, itu konfirmasi kuat. Kalau di bawah, pasar akan mempertanyakan durabilitas akselerasi.
Apakah RPO tetap besar atau mulai stagnan? Kenaikan $85 miliar QoQ di kuartal lalu adalah angka luar biasa. Kalau RPO datar atau turun, narasi backlog kehilangan momentum.
Apakah margin tertekan oleh ramp infrastruktur? Membangun data center AI butuh capex besar, dan margin bisa tertekan selama fase ramp. Pasar akan mencermati seberapa dalam dilusinya.
Prospek dan Outlook
Jangka Pendek (earnings-driven)
Print 10 September adalah sinyalnya. Kalau ketiga variabel di atas positif, potensi bounce dari demand zone menuju TP1 cukup besar. Kalau mengecewakan, tekanan bisa mendorong harga kembali menguji area $123.
Jangka Menengah
Guidance FY2027 di sekitar $90 miliar adalah target yang konkret dan bisa diverifikasi setiap kuartal. Kalau OCI terus mengkonversi backlog sesuai jadwal, TP2 di $183–$194 menjadi realistis.
Jangka Panjang
RPO $638 miliar adalah cerita multi-tahun, tapi konversinya bertahap. Investor jangka panjang perlu bersabar melewati fase capex berat sebelum leverage operasional benar-benar terlihat. TP3 di $211–$224 realistis dalam skenario di mana konversi berjalan sesuai rencana.
Risiko yang Perlu Dipantau
Backlog terkonversi lambat, hanya sekitar 12% dalam 12 bulan ke depan. Capex besar dan hutang untuk membangun data center AI menekan neraca. Dilusi margin jangka pendek seiring infrastruktur ramp. Dan konsentrasi di beberapa kontrak AI besar berarti kehilangan satu klien besar bisa berdampak signifikan.
Trading Plan
Berdasarkan analisis chart 8 jam ORCL per 3 September 2026:
| Level | Harga | Upside dari Entry | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Entry Area | $136 – $141 | — | Demand zone ($138.50-$139.51), konfluensi MA |
| TP 1 | $157 – $166 | +11% – +22% | Resistance pertama ($161.94) |
| TP 2 | $183 – $194 | +30% – +43% | Supply zone intermediate ($188.52) |
| TP 3 | $211 – $224 | +50% – +65% | Major resistance ($218.50), target penuh |
| Stop Loss | $121 – $123 | — | Di bawah red zone ($122.68), invalidasi struktur |
Entry Area ($136–$141): Zona ini bertepatan dengan demand zone di chart ($138.50–$139.51) dan moving average yang berfungsi sebagai dynamic support. Harga saat ini $145.76 sedikit di atas zona ini. Mengingat earnings 10 September, entry sebaiknya mempertimbangkan apakah masuk sebelum atau sesudah print.
TP 1 ($157–$166): Resistance pertama di $161.94. Penutupan di atas level ini dengan volume mengkonfirmasi bahwa hasil Q1 diterima baik dan momentum recovery berlanjut.
TP 2 ($183–$194): Supply zone intermediate di $188.52. Target jangka menengah yang realistis jika cloud growth bertahan di zona 50%+ dan RPO tetap kuat di beberapa kuartal berikutnya.
TP 3 ($211–$224): Major resistance di $218.50, mendekati puncak Juni di $245. Target penuh yang membutuhkan konfirmasi bahwa konversi backlog menuju guidance $90 miliar FY2027 berjalan sesuai rencana.
Stop Loss ($121–$123): Di bawah red zone di chart ($122.68–$123.22), tepat di area bottom Juli. Break ke bawah level ini dengan volume tinggi mengindikasikan recovery gagal dan tekanan jual kembali dominan. Di bawah area ini, thesis perlu dievaluasi ulang sepenuhnya.
.
.
.
Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang!
Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!
Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.
Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

![Ledakan AI Dorong Marvell [MRVL], Target Revenue Terus Dinaikkan](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fapi-blog.reku.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2026%2F08%2F1%402x-9-scaled.webp&w=3840&q=75)