Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Analisis

Publikasi (Deep Dives)
Analisa Kripto
Analisa Makro
Ringkasan Reku
Update Saham AS
Analisa Saham AS
Update Kripto
Saham ORCL Rebound +12%, AI Jadi Katalis Baru di Tengah Valuasi Diskon!
Analisa Saham AS
Bagikan!

Saham ORCL Rebound +12%, AI Jadi Katalis Baru di Tengah Valuasi Diskon!

14 April 2026
5 menit membaca
Saham ORCL Rebound +12%, AI Jadi Katalis Baru di Tengah Valuasi Diskon!

Oracle Corporation saat ini berada dalam fase transisi penting, di mana perusahaan mulai bergeser dari legacy database company menjadi pemain utama dalam infrastruktur cloud dan kecerdasan buatan (AI). Transformasi ini mendorong perubahan persepsi pasar terhadap Oracle, yang sebelumnya dipandang sebagai perusahaan mature menjadi growth story baru berbasis AI.

Dalam beberapa bulan terakhir, saham ORCL mengalami tekanan cukup dalam akibat kekhawatiran terhadap lonjakan belanja modal (capex) untuk pengembangan AI infrastructure. Namun, koreksi ini justru menciptakan peluang menarik, di mana fundamental bisnis menunjukkan pertumbuhan kuat, sementara valuasi belum sepenuhnya mencerminkan potensi jangka panjang.

Dengan kombinasi antara recurring revenue dari database, pertumbuhan agresif dari cloud infrastructure (OCI), serta optionality dari AI, Oracle kini mulai diposisikan sebagai AI infrastructure play dengan potensi re-rating ke depan.

 

Sentimen Pasar: AI Infrastructure Jadi Narrative Baru

Sentimen terhadap Oracle saat ini berada dalam fase transisi dari netral menjadi lebih optimistis. Hal ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap layanan cloud infrastructure Oracle, terutama untuk kebutuhan AI workloads.

Pasar mulai melihat bahwa Oracle memiliki positioning unik dibandingkan kompetitor seperti Microsoft atau Amazon, terutama dalam menyediakan solusi database terintegrasi dengan cloud yang sangat relevan untuk training dan deployment AI.

Selain itu, lonjakan backlog (remaining performance obligations) yang sangat besar menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan Oracle sudah memiliki visibilitas jangka panjang. Ini menjadi salah satu faktor yang mulai mengubah sentimen investor menjadi lebih bullish.

Namun, terdapat beberapa risiko yang masih membayangi. Belanja modal yang agresif untuk AI data center menimbulkan kekhawatiran terhadap tekanan margin dan arus kas dalam jangka pendek. Selain itu, kompetisi di sektor cloud dari pemain besar lainnya tetap menjadi tantangan utama.

Secara keseluruhan, sentimen pasar saat ini dapat dikategorikan sebagai mulai membaik, namun masih bergantung pada keberhasilan Oracle dalam mengeksekusi strategi AI-nya.

 

Fundamental Perusahaan

Oracle memiliki model bisnis yang kuat dengan kombinasi antara pendapatan recurring dari database dan pertumbuhan tinggi dari cloud.

Pendapatan perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang solid, dengan segmen cloud menjadi pendorong utama. Oracle Cloud Infrastructure (OCI) mencatat pertumbuhan tinggi, bahkan mencapai lebih dari 40% secara tahunan, mencerminkan meningkatnya adopsi layanan cloud untuk kebutuhan enterprise dan AI.

Salah satu kekuatan utama Oracle adalah backlog yang sangat besar, yang memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan Oracle tidak hanya bersifat sementara, tetapi memiliki kontrak jangka panjang yang kuat.

Dari sisi profitabilitas, Oracle tetap menunjukkan margin yang tinggi dibandingkan banyak perusahaan teknologi lainnya. Meskipun terdapat tekanan dari peningkatan capex, perusahaan masih mampu menghasilkan arus kas yang kuat.

Model bisnis Oracle memiliki karakteristik sebagai berikut:

  •  Database & enterprise software (recurring, high margin)
  • Cloud infrastructure / OCI (high growth) 
  • AI workload demand (emerging growth driver)
  • Backlog kontrak besar (revenue visibility tinggi)

Kombinasi ini membuat Oracle memiliki profil sebagai perusahaan yang sedang bertransformasi dari value stock menjadi growth stock berbasis AI.

 

Valuasi Saham

Secara valuasi, Oracle saat ini berada pada level yang relatif menarik dibandingkan perusahaan teknologi besar lainnya.

  • Price-to-Earnings (P/E): sekitar 25–26x
  • Forward P/E: sekitar 20–22x

Jika dibandingkan dengan perusahaan seperti NVIDIA Corporation atau Alphabet Inc., valuasi Oracle masih tergolong lebih rendah, meskipun mulai menunjukkan profil pertumbuhan yang meningkat.

Estimasi nilai wajar saham Oracle berada di atas harga saat ini, dengan potensi upside yang cukup besar jika pertumbuhan cloud dan AI dapat dipertahankan. Beberapa estimasi menunjukkan potensi kenaikan yang signifikan dalam jangka menengah.

Diskon valuasi ini sebagian besar disebabkan oleh:

  • Lonjakan belanja modal AI
  • Kekhawatiran terhadap eksekusi strategi cloud
  • Persepsi sebagai perusahaan legacy

Namun, jika Oracle berhasil mengeksekusi transformasi AI dengan baik, terdapat potensi kombinasi antara pertumbuhan laba dan ekspansi valuasi yang dapat mendorong kenaikan harga saham secara signifikan.

 

Prospek dan Outlook

Dalam beberapa kuartal ke depan, pergerakan saham Oracle akan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor utama:

  • Pertumbuhan cloud infrastructure (OCI)
  • Permintaan AI workloads
  • Eksekusi belanja modal dan efisiensi biaya
  • Perkembangan backlog dan kontrak baru
  • Persaingan dengan hyperscalers besar

Jika Oracle mampu menunjukkan bahwa investasi besar di AI mulai menghasilkan pertumbuhan revenue yang konsisten, maka kepercayaan investor berpotensi meningkat dan mendorong re-rating valuasi.

Sebaliknya, jika pertumbuhan melambat atau margin tertekan akibat capex yang tinggi, maka saham berpotensi mengalami konsolidasi dalam jangka pendek.

Secara struktural, Oracle berada dalam posisi yang menarik sebagai pemain AI infrastructure yang belum sepenuhnya dihargai oleh pasar.

 

Reku Takeaway

Oracle Corporation saat ini berada dalam fase transformasi yang krusial. Perusahaan memiliki fondasi bisnis yang kuat dari segmen database, serta peluang pertumbuhan baru dari cloud dan AI.

Dengan valuasi yang relatif masih diskon dibandingkan peers, Oracle dapat dipandang sebagai kandidat AI infrastructure play yang berpotensi mengalami re-rating.

Namun, risiko tetap ada, terutama terkait besarnya investasi AI dan ketidakpastian hasil dalam jangka pendek.

Dalam konteks ini, Oracle lebih tepat dilihat sebagai:

  • Core exposure untuk tema AI infrastructure
  • Peluang trading saat terjadi koreksi harga

Pendekatan terbaik adalah menggabungkan strategi investasi jangka menengah dengan tactical trading untuk memanfaatkan volatilitas harga.

 

Trading Plan Saham ORCL

Trading Plan – Oracle Corporation (ORCL)

  • Buy Area: $140 – $155
  • Take Profit (TP): $175, $195 – $200, $215+
  • Stop Loss (SL): < $135

Keterangan:
Harga saat ini berada dalam fase rebound setelah mengalami koreksi tajam dan kembali ke area demand kuat di kisaran $140–$155. Area ini sebelumnya menjadi support penting sekaligus zona akumulasi potensial.

Posisi harga yang masih berada di bawah MA 200 menunjukkan bahwa tren jangka menengah belum sepenuhnya bullish. Namun, adanya reaksi dari area support serta indikasi pembalikan momentum membuka peluang terjadinya rebound.

Selama harga mampu bertahan di atas area $140, potensi kenaikan menuju resistance di $175 cukup terbuka. Jika momentum berlanjut, harga berpotensi melanjutkan kenaikan ke area $195–$200 sebagai resistance utama.

Sebaliknya, jika harga turun dan menembus $135, maka struktur support akan gagal dan membuka ruang penurunan lebih lanjut.

 

Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang! 

Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!

Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.

Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

 

Stephanus Renaldi
PenulisStephanus Renaldi
Bagikan!
Artikel Terkait
    Adobe Oversold! Ada Peluang Untuk Bounce Di Era AI
  1. Adobe Oversold! Ada Peluang Untuk Bounce Di Era AI
  2. 14 April 2026
    1 menit membaca
    Analisa Saham AS
    Saham META Rebound, Potensi Risk-Reward Menarik di Tengah Momentum AI!
  3. Saham META Rebound, Potensi Risk-Reward Menarik di Tengah Momentum AI!
  4. 09 April 2026
    1 menit membaca
    Analisa Saham AS
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku