Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
1 Lot Saham Untung Berapa? Panduan Lengkap dan Contoh Perhitungannya
Saham
Bagikan!

1 Lot Saham Untung Berapa? Panduan Lengkap dan Contoh Perhitungannya

19 June 2026
4 menit membaca
1 Lot Saham Untung Berapa? Panduan Lengkap dan Contoh Perhitungannya

Investasi saham sering kali membuat pemula bertanya-tanya tentang potensi keuntungannya. Salah satu pertanyaan umum adalah 1 lot saham untung berapa. Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap tentang konsep lot saham, cara menghitung keuntungan, serta faktor yang memengaruhinya.

Dengan memahami hal ini, kamu bisa membuat keputusan investasi yang lebih bijak. Mari kita bahas langkah demi langkah agar konsep ini mudah dipahami, terutama bagi yang baru mulai berinvestasi di pasar saham Indonesia atau saham Amerika.

Apa Itu Lot Saham?

Lot saham adalah unit perdagangan saham di bursa efek. Di Indonesia, 1 lot saham biasanya terdiri dari 100 lembar saham. Artinya, kamu tidak bisa membeli saham dalam jumlah acak, melainkan harus dalam kelipatan lot.

Konsep ini diterapkan untuk memudahkan transaksi dan menjaga likuiditas pasar. Di pasar saham Amerika, istilah lot juga ada, tetapi aturannya berbeda karena saham bisa dibeli per lembar tanpa batasan lot ketat seperti di Indonesia. Bagi investor pemula, memahami 1 lot saham adalah langkah pertama sebelum menghitung potensi untung atau rugi.

Berapa Harga 1 Lot Saham?

Harga 1 lot saham tergantung pada harga per lembar saham tersebut. Misalnya, jika harga saham A adalah Rp2.000 per lembar, maka 1 lot (100 lembar) bernilai Rp200.000.

Harga saham bisa berubah setiap saat mengikuti supply and demand di pasar. Oleh karena itu, nilai 1 lot saham tidak tetap dan perlu dicek secara real-time melalui platform trading seperti Reku atau aplikasi sekuritas. Di saham Amerika, karena bisa dibeli per share, konsep lot lebih fleksibel, tetapi prinsip perhitungan keuntungan tetap sama.

Cara Menghitung Untung dari 1 Lot Saham

Untuk menjawab 1 lot saham untung berapa, kamu perlu menghitung capital gain atau dividen. Rumus sederhananya adalah: Keuntungan = (Harga Jual – Harga Beli) x Jumlah Saham – Biaya Transaksi.

Contoh: Kamu beli 1 lot saham dengan harga Rp2.000 per lembar (total Rp200.000). Kemudian harga naik menjadi Rp2.500 per lembar. Jika dijual, keuntungan kotor adalah (Rp2.500 – Rp2.000) x 100 = Rp50.000. Setelah dikurangi fee broker sekitar 0,3%, untung bersih sekitar Rp48.500.

Selain capital gain, saham juga bisa memberikan untung melalui dividen. Dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham, biasanya dihitung per lembar dan dikalikan dengan jumlah lot yang dimiliki.

Faktor yang Memengaruhi Keuntungan 1 Lot Saham

Ada beberapa faktor yang menentukan seberapa besar untung dari 1 lot saham:

  1. Harga Saham Saat Beli dan Jual

Semakin besar selisih harga, semakin tinggi potensi untung.

  1. Biaya Transaksi

Termasuk fee broker, pajak, dan biaya lain yang mengurangi keuntungan bersih.

  1. Dividen dan Corporate Action

Beberapa perusahaan rutin membagikan dividen yang menambah return investasi.

  1. Kondisi Pasar

Bull market cenderung memberikan untung lebih besar dibanding bear market.

  1. Risiko Volatilitas

Harga saham bisa turun, sehingga 1 lot saham justru bisa rugi.

Contoh Perhitungan 1 Lot Saham Untung Berapa

Mari kita lihat contoh nyata. Asumsikan kamu membeli 1 lot saham Bank BCA (BBCA) di harga Rp8.500 per lembar, total investasi Rp850.000. Setelah beberapa bulan, harga naik ke Rp9.500. Jika dijual, capital gain kotor adalah Rp100.000. Setelah biaya, untung bersih sekitar Rp97.000 atau sekitar 11% return.

Contoh lain di saham Amerika: 1 lot Apple (AAPL) bisa berarti 100 shares. Jika beli di $150 dan jual di $180, untung $3.000 sebelum pajak. Ini menunjukkan potensi untung yang lebih besar di pasar global.

Risiko Investasi 1 Lot Saham

Meski potensi untung ada, investasi saham tetap memiliki risiko yang perlu kamu pahami sejak awal. Berikut risiko utama yang wajib diwaspadai:

  1. Risiko Penurunan Harga Akibat Faktor Ekonomi

Kondisi makroekonomi seperti resesi, inflasi tinggi, atau kenaikan suku bunga bisa menekan harga saham secara keseluruhan, termasuk saham yang kamu miliki meski hanya 1 lot.

  1. Risiko Gejolak Politik

Ketidakstabilan politik dalam maupun luar negeri bisa memicu sentimen negatif di pasar, yang berdampak langsung pada penurunan harga saham secara tiba-tiba.

  1. Risiko Kinerja Perusahaan

Jika perusahaan melaporkan laba yang buruk, memiliki masalah manajemen, atau menghadapi persaingan ketat, harga sahamnya bisa turun signifikan.

  1. Risiko Kerugian Finansial

Untuk 1 lot saham, risiko rugi tetap nyata. Jika harga turun 10%, kamu bisa kehilangan sekitar Rp85.000. Semakin banyak lot yang dimiliki, semakin besar potensi kerugiannya.

  1. Risiko Kurang Diversifikasi

Menempatkan seluruh dana hanya pada satu saham sangat berisiko. Diversifikasi portofolio ke beberapa emiten atau sektor sangat disarankan untuk meminimalisir kerugian.

Tips Memaksimalkan Untung dari Saham

Berikut beberapa tips agar investasi 1 lot saham lebih menguntungkan:

  1. Pilih saham blue chip atau perusahaan dengan fundamental kuat.
  2. Gunakan analisis sebelum beli, jangan ikut-ikutan tren.
  3. Perhatikan waktu holding period; jangka panjang sering lebih menguntungkan.
  4. Manfaatkan fitur auto invest atau dollar cost averaging untuk mengurangi risiko volatilitas.
  5. Selalu pantau berita ekonomi dan laporan keuangan perusahaan.

Dengan tips ini, kamu bisa lebih percaya diri saat menghitung 1 lot saham untung berapa di masa depan.

1 lot saham untung berapa sangat tergantung pada harga beli, harga jual, biaya, dan dividen. Tidak ada angka pasti karena pasar dinamis, tetapi dengan perhitungan sederhana, kamu bisa memperkirakannya.

Memahami konsep ini membantu kamu sebagai investor pemula untuk mengelola risiko dan mengejar return yang realistis. Ingat, investasi saham adalah marathon, bukan sprint. Mulailah dengan belajar dan berinvestasi secara bertahap.

Jika kamu ingin mulai berinvestasi saham Amerika atau crypto yang terdiversifikasi, pertimbangkan platform Reku. Reku menyediakan akses mudah ke berbagai aset dengan edukasi yang mendukung keputusanmu. Yuk, mulai perjalanan investasimu sekarang juga melalui Reku untuk pengalaman yang aman dan edukatif.

Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang! 

Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti Tesla, McDonalds, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!

 

FAQ

1. Apakah 1 lot saham selalu 100 lembar?

Ya, di Bursa Efek Indonesia, 1 lot saham standar adalah 100 lembar. Namun, di beberapa pasar internasional seperti saham Amerika, konsep lot lebih fleksibel dan bisa dibeli per share.

2. Berapa minimal untung dari 1 lot saham?

Tidak ada minimal pasti. Untung bisa dari nol hingga puluhan persen tergantung pergerakan harga. Yang penting adalah return setelah dikurangi biaya dan pajak.

3. Apakah investasi 1 lot saham cocok untuk pemula?

Sangat cocok. Mulai dengan 1 lot membantu kamu belajar tanpa modal besar, sambil memahami dinamika pasar saham.

4. Bagaimana cara menghitung untung saham termasuk dividen?

Hitung capital gain dari selisih harga, lalu tambahkan dividen yang diterima. Kurangi dengan biaya transaksi untuk mendapatkan untung bersih.

5. Apakah ada risiko rugi pada 1 lot saham?

Ya, risiko rugi selalu ada jika harga saham turun. Diversifikasi dan pengetahuan analisis dapat membantu meminimalkan kerugian tersebut.

Kasih Maharani
PenulisKasih Maharani
Bagikan!
Artikel Terkait
    Bolehkah Jual Saham Setelah Dividen? Ini Hal yang Perlu Diketahui Investor!
  1. Bolehkah Jual Saham Setelah Dividen? Ini Hal yang Perlu Diketahui Investor!
  2. 12 June 2026
    1 menit membaca
    Saham
    Apa Itu Earning Date dan Mengapa Penting bagi Investor Saham?
  3. Apa Itu Earning Date dan Mengapa Penting bagi Investor Saham?
  4. 10 June 2026
    1 menit membaca
    Saham
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku