Apa itu Investasi? Pengertian, Jenis, Contoh, dan Cara Memulainya
Investasi menjadi salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengelola uang sekaligus mempersiapkan kebutuhan finansial di masa depan. Berbeda dari sekadar menyimpan uang, investasi dilakukan dengan menempatkan dana pada aset atau instrumen tertentu dengan harapan memperoleh keuntungan atau pertumbuhan nilai di kemudian hari.
Namun, investasi tidak berarti selalu menghasilkan keuntungan. Setiap instrumen memiliki karakteristik, potensi imbal hasil, dan risiko yang berbeda. Karena itu, sebelum mulai berinvestasi, kamu perlu memahami tujuan, jangka waktu, serta kemampuan dalam menghadapi risiko.
Apa Itu Investasi?
Investasi adalah kegiatan menempatkan sejumlah dana pada suatu aset atau instrumen dengan tujuan memperoleh keuntungan atau meningkatkan nilai dana tersebut di masa depan. Bentuknya beragam, mulai dari deposito, obligasi, saham, emas, properti, hingga aset digital seperti crypto.
Jangka waktu investasi juga dapat berbeda-beda. Ada instrumen yang lebih sesuai untuk tujuan jangka pendek, sementara instrumen lainnya lebih sering digunakan untuk membangun aset dalam jangka panjang.
Tujuan Investasi
Setiap orang dapat memiliki tujuan investasi yang berbeda. Ada yang berinvestasi untuk mempersiapkan dana pensiun, membeli rumah, membiayai pendidikan, atau mengembangkan aset untuk kebutuhan di masa depan.
Beberapa tujuan investasi yang umum antara lain:
- Mempersiapkan dana pensiun.
- Mengumpulkan dana untuk membeli rumah atau kendaraan.
- Mempersiapkan biaya pendidikan.
- Mengembangkan aset dalam jangka panjang.
- Membantu menjaga nilai kekayaan dari dampak inflasi.
- Membangun sumber pendapatan dari aset.
- Mencapai tujuan keuangan tertentu.
Tujuan tersebut dapat membantu menentukan instrumen dan strategi yang digunakan. Misalnya, kebutuhan dana dalam waktu dekat membutuhkan pertimbangan berbeda dibandingkan tujuan finansial yang baru akan digunakan dalam 10 atau 20 tahun.
Jenis-jenis Investasi
Jenis investasi dapat dibedakan berdasarkan aset yang digunakan, karakteristik keuntungan, tingkat risiko, serta jangka waktunya. Setiap jenis investasi memiliki cara kerja dan karakteristik yang berbeda sehingga perlu dipahami sebelum dipilih.
Secara umum, jenis investasi yang banyak dikenal antara lain:
- Investasi pasar uang, seperti deposito dan reksa dana pasar uang.
- Investasi pendapatan tetap, seperti obligasi dan reksa dana pendapatan tetap.
- Investasi saham, yaitu membeli kepemilikan perusahaan melalui saham.
- Investasi emas, baik dalam bentuk fisik maupun digital.
- Investasi properti, seperti tanah, rumah, apartemen, atau bangunan yang dapat menghasilkan pendapatan sewa.
- Investasi reksa dana, yaitu menempatkan dana pada portofolio yang dikelola oleh manajer investasi.
- Investasi ETF, yaitu instrumen yang diperdagangkan di bursa dan dapat berisi kumpulan aset tertentu.
- Investasi aset digital, seperti crypto.
- Peer-to-peer lending, yaitu pendanaan melalui platform yang mempertemukan pemberi dan penerima dana.
Perbedaan karakteristik tersebut membuat setiap instrumen memiliki tingkat risiko dan potensi hasil yang berbeda. Karena itu, pemilihan investasi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing.
10 Contoh Investasi yang Populer
Berikut 10 contoh investasi dengan karakteristik yang berbeda. Memahami masing-masing instrumen dapat membantu kamu menentukan pilihan berdasarkan tujuan, jangka waktu, dan toleransi terhadap risiko.
1. Deposito
Deposito merupakan produk simpanan perbankan dengan jangka waktu tertentu. Dana yang ditempatkan biasanya tidak dapat ditarik secara bebas sampai jatuh tempo tanpa konsekuensi tertentu.
Instrumen ini umumnya dipilih oleh orang yang mengutamakan stabilitas dan memiliki kebutuhan dana yang waktunya sudah dapat diperkirakan. Namun, potensi hasil deposito cenderung lebih terbatas dibandingkan instrumen dengan tingkat risiko yang lebih tinggi.
2. Emas
Emas merupakan salah satu aset yang telah lama digunakan sebagai instrumen penyimpanan nilai. Investasi emas dapat dilakukan dalam bentuk emas fisik maupun emas digital melalui penyedia layanan tertentu.
Harga emas tetap dapat mengalami kenaikan dan penurunan. Karena itu, meskipun sering digunakan sebagai bagian dari diversifikasi aset, emas tetap memiliki risiko perubahan harga.
3. Reksa Dana
Reksa dana menghimpun dana dari sejumlah investor untuk kemudian dikelola ke dalam portofolio aset oleh manajer investasi. Jenis reksa dana dapat berbeda berdasarkan aset yang menjadi portofolionya.
Beberapa jenis yang umum dikenal antara lain reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Perbedaan komposisi aset tersebut membuat tingkat risiko dan potensi hasilnya juga berbeda.
4. Obligasi
Obligasi merupakan surat utang yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Obligasi dapat diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan.
Selain potensi memperoleh pembayaran kupon, investor juga dapat memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian dari perubahan harga obligasi jika menjualnya sebelum jatuh tempo.
5. Saham Indonesia
Saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Ketika membeli saham, investor memiliki bagian kepemilikan perusahaan sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki. Keuntungan saham dapat berasal dari kenaikan harga maupun dividen apabila perusahaan membagikannya. Di sisi lain, harga saham dapat mengalami volatilitas sehingga investor juga dapat mengalami kerugian. Beberapa contoh saham Indonesia yang cukup terkenal yaitu :
- BBCA – saham bank BCA
- BBRI – saham bank BRI
- BMRI – saham bank Mandiri
- TLKM – saham Telkom Indonesia
- BBNI – saham bank BNI
6. Saham Amerika
Saham Amerika memberikan akses kepada investor terhadap perusahaan yang tercatat di pasar saham Amerika Serikat. Perusahaan yang tersedia berasal dari berbagai sektor, seperti teknologi, konsumer, kesehatan, dan sektor lainnya. Selain risiko perubahan harga saham, investasi saham Amerika juga memiliki faktor nilai tukar karena asetnya umumnya diperdagangkan dalam dolar AS. Karena itu, perubahan kurs rupiah terhadap dolar juga dapat memengaruhi nilai investasi ketika dihitung dalam rupiah.
Beberapa contoh saham Amerika yang cukup terkenal adalah sebagai berikut :
- NVDA – saham NVIDIA
- AAPL – saham Apple
- GOOG – saham Google
- META – saham META (perusahaan Facebook)
- TSLA – saham Tesla
- MU – saham Manchester United
7. ETF
Exchange-Traded Fund atau ETF adalah produk investasi yang diperdagangkan di bursa seperti saham. Satu ETF dapat berisi kumpulan aset yang mengikuti indeks, sektor, atau tema tertentu. Karena terdiri dari sejumlah aset, ETF dapat memberikan eksposur terhadap beberapa perusahaan atau aset melalui satu instrumen. Namun, ETF tetap memiliki risiko pasar karena nilainya dapat naik dan turun mengikuti aset yang mendasarinya. Contoh ETF yang populer yaitu SPY, QQQ, dan GLD.
8. Properti
Properti seperti rumah, apartemen, atau tanah juga dapat digunakan sebagai aset investasi. Keuntungan dapat berasal dari kenaikan harga properti maupun pendapatan sewa.
Properti biasanya membutuhkan modal yang relatif besar dan memiliki likuiditas lebih rendah dibandingkan beberapa instrumen keuangan. Proses menjual properti juga dapat membutuhkan waktu lebih lama.
9. Peer-to-Peer Lending
Peer-to-peer lending mempertemukan pemberi dana dengan penerima dana melalui platform tertentu. Investor berpotensi memperoleh imbal hasil dari dana yang disalurkan.
Risikonya antara lain keterlambatan pembayaran atau gagal bayar. Karena itu, penting untuk memahami legalitas penyelenggara, mekanisme perlindungan, serta risiko setiap pendanaan sebelum menempatkan dana.
10. Crypto
Crypto merupakan aset digital yang menggunakan teknologi blockchain. Bitcoin dan Ethereum merupakan contoh aset crypto yang banyak dikenal.
Harga crypto dapat bergerak dengan cepat sehingga volatilitasnya relatif tinggi. Karena karakteristik tersebut, investasi crypto membutuhkan pemahaman mengenai risiko pasar dan pengelolaan modal yang disiplin.
Apa Perbedaan Investasi dan Trading?
Investasi dan trading sama-sama melibatkan aktivitas membeli dan menjual aset, tetapi pendekatan, tujuan, dan jangka waktunya dapat berbeda.
Beberapa perbedaan utamanya adalah:
- Tujuan: investasi umumnya berfokus pada pertumbuhan aset dalam jangka menengah hingga panjang, sedangkan trading lebih berfokus pada memanfaatkan pergerakan harga.
- Jangka waktu: investasi dapat dilakukan selama beberapa tahun, sedangkan trading dapat berlangsung dalam hitungan hari, jam, atau bahkan lebih singkat.
- Strategi: investor dapat mempertimbangkan fundamental dan prospek aset, sementara trader umumnya lebih banyak memperhatikan pergerakan harga dan kondisi pasar.
- Frekuensi transaksi: investor cenderung melakukan transaksi lebih jarang, sedangkan trader dapat melakukan transaksi lebih sering.
- Risiko: keduanya memiliki risiko, tetapi frekuensi transaksi dan volatilitas aset dapat membuat profil risiko trading berbeda dengan investasi jangka panjang.
| Aspek | Investasi | Trading |
|---|---|---|
| Fokus | Pertumbuhan aset | Pergerakan harga |
| Jangka waktu | Menengah hingga panjang | Pendek hingga menengah |
| Frekuensi transaksi | Relatif lebih rendah | Relatif lebih tinggi |
| Pendekatan | Fundamental, tujuan keuangan, dan valuasi | Pergerakan harga, momentum, dan kondisi pasar |
| Kebutuhan waktu | Relatif lebih fleksibel | Dapat membutuhkan pemantauan pasar lebih sering |
| Potensi risiko | Bergantung pada aset dan jangka waktu | Dapat meningkat dengan frekuensi transaksi dan volatilitas |
Istilah investasi dan trading tidak selalu menunjukkan tingkat risiko tertentu secara mutlak. Risiko tetap bergantung pada aset yang digunakan, strategi, jangka waktu, dan pengelolaan modal.
Berapa Minimal Modal Investasi?
Modal untuk mulai investasi tidak selalu harus besar. Besarnya modal awal bergantung pada instrumen dan platform yang digunakan. Beberapa instrumen bahkan memungkinkan investor memulai dengan nominal yang relatif kecil.
Di Reku, misalnya, kamu dapat mulai membeli crypto dengan Rp5.000 melalui mode Lightning. Untuk saham Amerika, Reku menyediakan pembelian saham dan ETF dengan modal mulai dari US$1.
Nominal awal yang kecil dapat menjadi pilihan bagi pemula yang ingin mempelajari cara kerja investasi terlebih dahulu. Meski demikian, nominal investasi sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi keuangan dan tujuan yang ingin dicapai.
Cara Memulai Investasi untuk Pemula
Memulai investasi tidak harus langsung dengan modal besar. Hal yang lebih penting adalah memahami instrumen yang dipilih dan menyesuaikannya dengan kondisi keuangan.
Kamu dapat mengikuti beberapa langkah berikut:
- Tentukan tujuan keuangan
Tentukan untuk apa dana tersebut digunakan dan kapan dana tersebut dibutuhkan. - Siapkan kondisi keuangan
Pastikan kebutuhan rutin dan kewajiban utama sudah diperhitungkan sebelum mengalokasikan dana untuk investasi. - Kenali profil risiko
Pertimbangkan seberapa besar penurunan nilai investasi yang mampu kamu terima tanpa mengganggu kondisi keuangan. - Pelajari instrumen investasi
Pahami cara kerja, potensi keuntungan, risiko, biaya, dan likuiditas instrumen sebelum membeli. - Mulai dengan nominal yang sesuai
Tidak perlu memaksakan jumlah investasi tertentu hanya karena melihat hasil orang lain. - Lakukan diversifikasi
Menempatkan dana pada beberapa aset dapat menjadi salah satu cara untuk mengelola risiko portofolio. - Evaluasi secara berkala
Tinjau kembali portofolio berdasarkan perubahan tujuan keuangan dan kondisi pasar.
Risiko Investasi yang Perlu Diperhatikan
Setiap investasi memiliki risiko. Besarnya risiko dapat berbeda tergantung instrumen dan kondisi pasar.
Beberapa risiko yang perlu dipahami antara lain:
- Risiko pasar, yaitu perubahan harga aset akibat kondisi ekonomi atau sentimen pasar.
- Risiko likuiditas, yaitu kesulitan menjual aset pada waktu atau harga yang diinginkan.
- Risiko kredit, terutama pada instrumen yang melibatkan pihak peminjam.
- Risiko inflasi, ketika pertumbuhan nilai investasi tidak mampu mengimbangi kenaikan harga.
- Risiko mata uang, terutama ketika berinvestasi pada aset dalam denominasi valuta asing.
- Risiko penipuan, khususnya pada tawaran investasi yang tidak memiliki legalitas jelas.
Memahami risiko menjadi bagian penting sebelum membeli suatu instrumen. Potensi keuntungan yang lebih tinggi umumnya juga disertai dengan risiko yang perlu diperhitungkan.
Aplikasi Investasi Terpercaya dan Cocok untuk Pemula di Indonesia
Memilih aplikasi investasi merupakan bagian penting ketika kamu mulai berinvestasi. Selain melihat pilihan aset, kamu juga perlu memperhatikan legalitas, keamanan, biaya transaksi, kemudahan penggunaan, dan fitur yang tersedia.
Reku dapat menjadi salah satu pilihan bagi kamu yang ingin mengakses berbagai aset dalam satu aplikasi. Reku menyediakan aset crypto serta akses ke saham Amerika dan ETF. Untuk crypto, pengguna dapat mulai dengan nominal Rp5.000 melalui mode Lightning, sedangkan pembelian saham Amerika dan ETF dapat dimulai dari US$1.
Dengan pilihan tersebut, kamu dapat menyesuaikan instrumen berdasarkan tujuan investasi. Misalnya, crypto dapat digunakan untuk mendapatkan eksposur terhadap aset digital, sedangkan saham Amerika dan ETF dapat digunakan untuk mendapatkan eksposur terhadap pasar saham Amerika.
Namun, kemudahan akses tidak menghilangkan risiko investasi. Harga saham, ETF, dan crypto dapat berubah karena berbagai faktor. Karena itu, keputusan membeli, menjual, atau menahan aset tetap perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu, dan toleransi risiko masing-masing.
Investasi adalah salah satu cara untuk mengembangkan dana dan mempersiapkan kebutuhan keuangan di masa depan. Pilihan instrumennya cukup beragam, mulai dari deposito, emas, reksa dana, obligasi, saham, ETF, properti, peer-to-peer lending, hingga crypto.
Tidak ada satu instrumen yang otomatis sesuai untuk semua orang. Sebelum mulai, kamu perlu memahami tujuan keuangan, jangka waktu, profil risiko, karakteristik aset, serta legalitas penyedia investasi.
Dengan memahami cara kerja dan risiko setiap instrumen, kamu dapat mulai membangun kebiasaan investasi secara bertahap. Bahkan, investasi dapat dimulai dengan modal relatif kecil, selama jumlahnya sesuai dengan kondisi keuangan dan strategi yang kamu gunakan.
- 4 Klasifikasi Pasar Menurut MSCI dan Dampaknya bagi Investor
- 7 Investasi Terbaik Saat Dollar Naik, Pilihan Aset di Tengah Gejolak Pasar
- Cara Menghitung Harga Emas Secara Akurat agar Tidak Rugi Saat Jual Beli


