Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Layanan Pengaduan Konsumen
  • PT Rekeningku Dotcom Indonesia (Reku)

    Email: [email protected]

  • Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan RI

    Telepon/WhatsApp: +62 853 1111 1010

Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
Apa itu Reksadana? Arti, Jenis, Contoh, Keuntungan, Risiko, dan Cara Investasinya
Investasi
Bagikan!

Apa itu Reksadana? Arti, Jenis, Contoh, Keuntungan, Risiko, dan Cara Investasinya

20 October 2026
7 menit membaca
Apa itu Reksadana? Arti, Jenis, Contoh, Keuntungan, Risiko, dan Cara Investasinya

Bagi kamu yang baru mulai mengenal dunia investasi, reksadana bisa menjadi salah satu instrumen yang menarik untuk dipelajari. Produk investasi ini memungkinkan kamu menempatkan dana pada berbagai aset tanpa harus mengelola portofolio sendiri. Selain itu, reksadana tersedia dalam beberapa jenis dengan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang berbeda.

Namun, sebelum mulai berinvestasi, penting untuk memahami cara kerja, karakteristik, serta risiko yang dimiliki instrumen ini. Dengan begitu, kamu bisa menentukan apakah reksadana sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risikomu.

Apa Itu Reksadana?

Reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal, kemudian dana tersebut dikelola dan diinvestasikan ke dalam berbagai instrumen keuangan oleh Manajer Investasi (MI). Pengelolaan ini dilakukan berdasarkan kebijakan investasi yang tercantum dalam prospektus masing-masing produk.

Sederhananya, kamu tidak perlu membeli dan mengelola setiap aset investasi secara langsung. Dana yang kamu setorkan akan digabungkan dengan dana investor lain, lalu dikelola secara profesional. Hasil investasi tercermin dalam perubahan Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP).

Bagaimana Cara Kerja Reksadana?

Cara kerja reksadana melibatkan beberapa pihak dengan peran berbeda, yaitu:

  • Investor adalah pihak yang menyetorkan dana untuk membeli unit penyertaan reksadana.
  • Manajer Investasi adalah pihak yang mengelola dana investor dan menentukan alokasi aset.
  • Bank Kustodian adalah lembaga yang bertugas menyimpan aset reksadana dan melakukan administrasi serta pencatatan transaksi.

Ketika membeli reksadana, kamu akan memperoleh unit penyertaan sesuai nilai investasi dan harga NAB/UP saat transaksi diproses. Nilai investasi dapat meningkat atau menurun mengikuti kinerja aset dalam portofolio.

Jenis-Jenis Reksadana yang Perlu Kamu Ketahui

Secara umum, terdapat empat jenis reksadana yang banyak dikenal investor di Indonesia.

1. Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang menginvestasikan dana pada instrumen pasar uang dan efek utang dengan jatuh tempo atau sisa jatuh tempo tidak lebih dari satu tahun.

Contoh instrumennya meliputi deposito dan surat utang jangka pendek. Jenis ini memiliki risiko relatif rendah dibandingkan jenis reksadana lainnya dan dapat dipertimbangkan untuk tujuan keuangan jangka pendek.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap menginvestasikan minimal 80% dana kelolaannya pada efek bersifat utang atau obligasi.

Potensi keuntungan berasal dari kupon obligasi dan perubahan harga surat utang dalam portofolio. Jenis ini dapat dipertimbangkan untuk tujuan investasi jangka menengah, meskipun tetap memiliki risiko fluktuasi akibat perubahan suku bunga dan kondisi pasar.

3. Reksadana Saham

Reksadana saham menginvestasikan minimal 80% dana kelolaannya pada efek bersifat ekuitas atau saham.

Karena dipengaruhi pergerakan harga saham, jenis ini memiliki risiko fluktuasi relatif tinggi. Namun, reksadana saham juga menawarkan potensi pertumbuhan yang lebih besar dalam jangka panjang.

4. Reksadana Campuran

Reksadana campuran mengalokasikan dana pada kombinasi instrumen saham, obligasi, dan pasar uang sesuai kebijakan investasi.

Tingkat risikonya bergantung pada komposisi portofolio. Produk dengan porsi saham lebih besar umumnya memiliki fluktuasi lebih tinggi dibandingkan produk yang lebih banyak berinvestasi pada obligasi atau pasar uang.

Keuntungan Investasi Reksadana

Reksadana memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya menarik bagi investor pemula maupun berpengalaman, antara lain:

  • Dikelola secara profesional: Dana investor dikelola oleh Manajer Investasi sehingga kamu tidak perlu memilih setiap aset sendiri.
  • Modal awal relatif terjangkau: Investasi dapat dimulai dengan nominal kecil, tergantung ketentuan produk dan platform.
  • Diversifikasi investasi: Dana dapat ditempatkan pada beberapa aset sekaligus sehingga tidak bergantung pada kinerja satu instrumen.
  • Pilihan produk beragam: Tersedia berbagai jenis reksadana yang dapat disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko.
  • Praktis: Pembelian, penjualan, dan pemantauan investasi dapat dilakukan melalui platform yang menyediakan produk reksadana.

Risiko Investasi Reksadana

Meskipun memiliki sejumlah keunggulan, reksadana bukan instrumen investasi yang bebas risiko. Berikut beberapa risiko yang perlu kamu pahami:

  • Risiko penurunan nilai investasi: NAB/UP dapat turun akibat perubahan harga aset dalam portofolio.
  • Risiko likuiditas: Pencairan dana dapat membutuhkan waktu sesuai ketentuan produk dan kondisi pasar.
  • Risiko pasar: Perubahan suku bunga, inflasi, kondisi ekonomi, dan sentimen investor dapat memengaruhi nilai aset.
  • Risiko pengelolaan: Keputusan investasi Manajer Investasi yang kurang optimal dapat memengaruhi kinerja produk.
  • Risiko wanprestasi: Pihak terkait dalam pengelolaan atau aset portofolio dapat mengalami gagal memenuhi kewajibannya.

Apakah Reksadana Bisa Dijual?

Ya, reksadana bisa dijual kembali melalui mekanisme yang disebut redemption atau penjualan kembali unit penyertaan. Prosesnya dapat dilakukan melalui platform tempat kamu membeli reksadana atau melalui agen penjual yang menyediakan produk tersebut.

Ketika melakukan penjualan, dana yang diterima akan dihitung berdasarkan NAB/UP sesuai ketentuan waktu transaksi. Dana hasil penjualan tidak selalu langsung masuk ke rekening karena terdapat proses penyelesaian transaksi yang mengikuti ketentuan produk.

Perlu diperhatikan bahwa setiap produk dapat memiliki ketentuan minimum penjualan, biaya redemption, dan waktu pencairan yang berbeda. Karena itu, periksa prospektus sebelum melakukan transaksi.

Apakah Reksadana Halal?

Reksadana bisa menjadi instrumen investasi halal apabila menggunakan prinsip syariah dalam pengelolaan dan pemilihan asetnya. Produk tersebut dikenal sebagai reksadana syariah.

Reksadana syariah hanya menginvestasikan dana pada instrumen yang sesuai dengan prinsip syariah, seperti saham syariah, sukuk, dan instrumen pasar uang syariah. Proses pengelolaannya juga melibatkan penyaringan aset untuk memastikan kesesuaiannya dengan ketentuan syariah.

Jika kamu ingin berinvestasi sesuai prinsip Islam, pastikan memilih produk yang secara resmi dikategorikan sebagai reksadana syariah, bukan hanya melihat nama atau klaim pemasarannya.

Berapa Minimal Beli Reksadana?

Minimal pembelian reksadana bergantung pada produk dan platform investasi yang digunakan. Beberapa produk bisa dibeli mulai dari Rp10.000, sementara produk lainnya menetapkan minimum pembelian Rp50.000, Rp100.000, atau lebih.

Nominal tersebut juga dapat berbeda antara pembelian pertama dan pembelian berikutnya. Oleh karena itu, kamu perlu memeriksa informasi minimum pembelian pada halaman produk sebelum melakukan transaksi.

Dengan modal yang relatif terjangkau, reksadana memungkinkan investor pemula mulai membangun portofolio tanpa harus menyiapkan dana dalam jumlah besar.

Apakah Reksadana Bisa Rugi?

Ya, investasi reksadana bisa mengalami kerugian. Hal ini terjadi ketika nilai NAB/UP turun sehingga nilai investasi yang kamu miliki menjadi lebih rendah daripada modal awal.

Besarnya potensi kerugian bergantung pada jenis reksadana dan aset yang menjadi portofolionya. Misalnya, reksadana saham cenderung memiliki fluktuasi lebih tinggi karena mengikuti pergerakan pasar saham, sedangkan reksadana pasar uang relatif lebih stabil.

Untuk mengelola risiko, kamu bisa memilih produk sesuai profil risiko, melakukan diversifikasi, dan menyesuaikan jangka waktu investasi dengan tujuan keuangan. Perlu diingat bahwa tidak ada jenis reksadana yang menjamin keuntungan atau sepenuhnya bebas risiko.

10 Contoh Reksadana di Indonesia

Ada banyak produk reksadana yang ditawarkan oleh Manajer Investasi di Indonesia. Berikut 10 contoh produk yang bisa kamu pelajari berdasarkan jenis dan karakteristiknya:

  1. Sucorinvest Money Market Fund: Reksadana pasar uang.
  2. Bahana Dana Likuid: Reksadana pasar uang.
  3. Trimegah Kas 2: Reksadana pasar uang.
  4. Mandiri Investa Dana Utama: Reksadana pendapatan tetap.
  5. Manulife Obligasi Unggulan: Reksadana pendapatan tetap.
  6. BNP Paribas Prima II: Reksadana pendapatan tetap.
  7. Sucorinvest Equity Fund: Reksadana saham.
  8. BNP Paribas Ekuitas: Reksadana saham.
  9. Manulife Dana Saham: Reksadana saham.
  10. Mandiri Investa Atraktif: Reksadana saham.

Daftar tersebut merupakan contoh produk, bukan peringkat berdasarkan kinerja atau rekomendasi pembelian. Ketersediaan produk, ketentuan minimum investasi, dan performanya dapat berubah. Pastikan kamu memeriksa informasi terbaru melalui platform investasi atau Manajer Investasi terkait.

Bagaimana Cara Memilih Reksadana yang Tepat?

Memilih reksadana tidak cukup hanya dengan melihat produk yang memiliki imbal hasil tertinggi. Pertimbangkan beberapa hal berikut:

1. Tentukan Tujuan Investasi

Tentukan terlebih dahulu tujuan penggunaan dana, misalnya untuk liburan, membeli rumah, pendidikan, atau persiapan pensiun. Tujuan tersebut membantu menentukan jenis reksadana dan jangka waktu investasi.

2. Kenali Profil Risiko

Secara umum, profil investor terbagi menjadi tiga:

  • Konservatif: Mengutamakan kestabilan nilai investasi.
  • Moderat: Bersedia menerima fluktuasi dalam batas tertentu.
  • Agresif: Bersedia menghadapi fluktuasi tinggi demi potensi pertumbuhan jangka panjang.

3. Periksa Kinerja Historis dan Biaya

Pelajari kinerja produk dalam beberapa periode, seperti satu tahun, tiga tahun, atau lima tahun. Periksa juga biaya pembelian, penjualan kembali, dan pengalihan unit penyertaan.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil investasi pada masa mendatang.

4. Pelajari Manajer Investasi

Periksa rekam jejak, pengalaman, dan legalitas Manajer Investasi. Pastikan pihak yang mengelola produk memiliki izin sesuai ketentuan regulator.

Bagaimana Cara Memulai Investasi Reksadana?

Setelah memahami karakteristik dan risikonya, kamu bisa mulai berinvestasi melalui langkah berikut:

  1. Pilih platform investasi yang menyediakan produk reksadana.
  2. Buat akun dan selesaikan proses verifikasi identitas.
  3. Tentukan produk berdasarkan tujuan investasi dan profil risiko.
  4. Pelajari prospektus dan fund fact sheet.
  5. Lakukan pembelian sesuai minimum investasi.
  6. Pantau perkembangan portofolio secara berkala.

Kamu juga bisa menerapkan strategi dollar cost averaging (DCA), yaitu menginvestasikan sejumlah dana secara rutin tanpa harus menebak waktu terbaik untuk masuk ke pasar.

Perbedaan Reksadana vs Saham vs Crypto

Selain reksadana, terdapat instrumen lain yang dapat dipertimbangkan untuk membangun portofolio investasi, seperti saham dan aset crypto.

AspekReksadanaSahamCrypto
PengelolaanManajer InvestasiInvestor sendiriInvestor sendiri
AsetGabungan instrumenKepemilikan perusahaanAset digital
RisikoBergantung jenis produkRelatif tinggiSangat tinggi dan volatil
Potensi keuntunganBergantung portofolioKenaikan harga dan dividenPerubahan harga aset

Tidak ada satu instrumen yang selalu lebih baik daripada instrumen lainnya. Pilihan investasi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan, pengetahuan, dan toleransi risiko masing-masing investor.

Mulai Diversifikasi Investasi dengan Reku

Memahami reksadana adalah salah satu langkah awal untuk membangun portofolio investasi. Namun, kamu juga bisa memperluas pilihan investasi dengan mempelajari instrumen lain, seperti saham Amerika dan aset crypto.

Reku merupakan aplikasi investasi yang menyediakan akses untuk trading crypto serta investasi saham Amerika. Dengan pilihan instrumen tersebut, kamu dapat mempelajari berbagai kelas aset dan mempertimbangkan strategi diversifikasi sesuai profil risiko.

Sebelum memulai, pastikan kamu memahami karakteristik setiap instrumen, termasuk potensi keuntungan dan risikonya. Gunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi dan hindari mengambil keputusan hanya berdasarkan tren pasar.

Nico R. K
PenulisNico R. KSeorang content writer berpengalaman 5+ tahun membuat artikel seputar crypto, saham, investasi, dan finansial di Reku.
Bagikan!
Artikel Terkait
    Apa itu Risk Aversion? Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya ke Pasar
  1. Apa itu Risk Aversion? Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya ke Pasar
  2. 05 November 2026
    1 menit membaca
    Investasi
    Jadwal Libur Bursa Saham 2027 untuk BEI & Bursa Saham Amerika
  3. Jadwal Libur Bursa Saham 2027 untuk BEI & Bursa Saham Amerika
  4. 02 November 2026
    1 menit membaca
    Investasi
    8 Cara Memilih ETF untuk Jangka Panjang bagi Investor Pemula
  5. 8 Cara Memilih ETF untuk Jangka Panjang bagi Investor Pemula
  6. 02 November 2026
    1 menit membaca
    Saham
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku