MarketTrade
Products
Wallet
Learning Hub
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Blog
Teori
Tutorial
Kamus Kripto
Memahami Short Selling: Strategi Investasi yang Menguntungkan di Pasar Bearish
Teori
Bagikan!

Memahami Short Selling: Strategi Investasi yang Menguntungkan di Pasar Bearish

13 June 2024
4 menit membaca
Memahami Short Selling: Strategi Investasi yang Menguntungkan di Pasar Bearish

Dalam dunia investasi, ada berbagai strategi yang bisa digunakan untuk menghasilkan keuntungan. Salah satu strategi yang sering dibicarakan, namun kerap kali dianggap rumit, adalah short selling. Kamu mungkin pernah mendengar istilah ini di berita keuangan atau film-film tentang pasar saham, tapi apa sebenarnya short selling itu? Bagaimana cara kerjanya, dan apa risikonya? Artikel ini akan membantu kamu memahami konsep short selling dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami.

Apa itu Short Selling?

Short selling adalah strategi investasi di mana seorang investor meminjam saham dari broker untuk dijual di pasar dengan harapan dapat membelinya kembali di harga yang lebih rendah. Setelah membeli kembali saham tersebut, investor mengembalikannya kepada broker dan meraup keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli. Singkatnya, short selling adalah bertaruh bahwa harga saham akan turun.

Cara Kerja Short Selling

Mari kita lihat langkah-langkah bagaimana short selling dilakukan:

  1. Meminjam Saham
    Investor pertama-tama meminjam saham dari broker. Saham-saham ini biasanya berasal dari portofolio broker atau pinjaman dari investor lain yang memiliki saham tersebut.
  2. Menjual Saham
    Saham yang dipinjam dijual di pasar dengan harga saat ini. Misalnya, jika saham XYZ dijual seharga $100 per lembar, investor menjual saham tersebut dengan harga ini.
  3. Menunggu Harga Turun
    Investor kemudian menunggu harga saham tersebut turun. Misalnya, jika harga saham XYZ turun menjadi $80 per lembar, investor kemudian membeli kembali saham tersebut.
  4. Membeli Kembali Saham
    Investor membeli kembali saham tersebut dengan harga yang lebih rendah, misalnya $80 per lembar.
  5. Mengembalikan Saham ke Broker
    Setelah membeli kembali saham, investor mengembalikannya kepada broker dan mengantongi selisih antara harga jual dan harga beli, yaitu $20 per lembar saham dalam contoh ini.

Mengapa Melakukan Short Selling?

  1. Mendapatkan Keuntungan dari Pasar yang Turun
    Short selling memungkinkan investor untuk mendapatkan keuntungan saat pasar saham sedang turun. Ini berbeda dengan strategi konvensional yang hanya menghasilkan keuntungan saat harga saham naik.
  2. Hedging atau Perlindungan
    Short selling juga bisa digunakan sebagai strategi hedging untuk melindungi portofolio dari penurunan nilai. Misalnya, jika kamu memiliki portofolio saham yang besar, melakukan short selling pada beberapa saham bisa membantu mengimbangi kerugian jika pasar mengalami penurunan.

Risiko Short Selling

  1. Potensi Kerugian Tidak Terbatas
    Salah satu risiko terbesar dari short selling adalah potensi kerugian yang tidak terbatas. Jika harga saham terus naik, kerugian bisa terus bertambah tanpa batas, berbeda dengan pembelian saham biasa di mana kerugian maksimal adalah jumlah investasi awal.
  2. Margin Call
    Karena short selling dilakukan dengan meminjam saham, biasanya melibatkan margin atau utang dari broker. Jika harga saham naik melebihi margin yang disediakan, broker dapat meminta tambahan dana atau saham untuk menutupi potensi kerugian, yang disebut margin call.
  3. Biaya Pinjaman Saham
    Meminjam saham tidak gratis. Ada biaya pinjaman yang harus dibayar kepada broker, dan jika saham tersebut sulit dipinjam karena permintaan tinggi, biayanya bisa sangat mahal.
  4. Risiko Short Squeeze
    Short squeeze terjadi ketika harga saham naik secara tiba-tiba, memaksa banyak short seller untuk membeli kembali saham dengan cepat untuk menutupi posisi mereka. Ini bisa menyebabkan lonjakan harga yang lebih tinggi lagi, memperburuk kerugian.

Contoh Nyata Short Selling

Contoh terkenal dari short selling adalah yang terjadi pada saham GameStop (GME) pada awal 2021. Banyak hedge fund melakukan short selling pada saham GameStop karena percaya bahwa harga sahamnya terlalu tinggi. Namun, sekelompok besar investor ritel yang terkoordinasi melalui forum online seperti Reddit mulai membeli saham GameStop secara masif, menyebabkan harga sahamnya meroket. Ini memicu short squeeze yang memaksa hedge fund dan short seller lainnya untuk membeli kembali saham dengan harga yang jauh lebih tinggi, menyebabkan kerugian besar.

Tips Melakukan Short Selling

  1. Lakukan Riset Mendalam
    Sebelum melakukan short selling, pastikan kamu telah melakukan riset yang mendalam tentang perusahaan dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga sahamnya.
  2. Gunakan Stop-Loss Orders
    Untuk mengurangi risiko kerugian besar, gunakan stop-loss orders yang akan secara otomatis membeli kembali saham jika harganya naik ke tingkat tertentu.
  3. Perhatikan Sentimen Pasar
    Sentimen pasar bisa sangat berpengaruh terhadap harga saham dalam jangka pendek. Perhatikan berita dan tren pasar yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham.
  4. Jangan Berlebihan
    Short selling bisa sangat berisiko. Jangan pernah berinvestasi lebih dari yang kamu mampu untuk kehilangan, dan pastikan untuk menjaga proporsi short selling dalam portofolio keseluruhanmu tetap kecil.

Short selling adalah strategi investasi yang kompleks dan berisiko, namun bisa sangat menguntungkan jika dilakukan dengan benar. Dengan memahami cara kerja, risiko, dan strategi yang tepat, kamu bisa menggunakan short selling untuk mengambil keuntungan dari penurunan harga saham. Namun, penting untuk selalu berhati-hati dan tidak terlalu bergantung pada strategi ini, mengingat potensi kerugian yang bisa sangat besar. Selalu lakukan riset dan pertimbangan matang sebelum terjun ke dalam short selling.

Membeli Aset Kripto dengan Aplikasi Reku

Sekarang kamu bisa membeli Bitcoin, Ethereum, dan crypto lainnya aplikasi Reku. Aplikasi ini memungkinkan investor untuk membeli crypto secara online dengan aman dan mudah karena diawasi oleh BAPPEBTI.

Langkah-langkah Membeli Aset Kripto di Reku

  1. Unduh dan Daftar: Unduh aplikasi Reku dan lakukan pendaftaran dengan mengikuti petunjuk yang ada.
  2. Verifikasi Akun: Lakukan verifikasi akun kurang dari 5 menit, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Deposit Rupiah: Lakukan deposit dalam bentuk Rupiah ke aplikasi Reku. Kamu bisa melakukan transfer dari berbagai bank dan e-wallet, seperti BCA, Mandiri, CIMB Niaga, OVO, Dana, dan lain-lain.
  4. Pilih Aset Kripto: Cari crypto yang ingin kamu beli dari 100+ daftar aset kripto yang dimiliki Reku.
  5. Beli Crypto: Lakukan pembelian dengan mode Pro maupun Lightning sesuai preferensimu.