MarketTrade
Products
Wallet
Learning Hub
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Blog
Teori
Tutorial
Kamus Kripto
Apa Itu Stock Buyback dan Mengapa Perusahaan Melakukannya?
Teori
Bagikan!

Apa Itu Stock Buyback dan Mengapa Perusahaan Melakukannya?

28 June 2024
4 menit membaca
Apa Itu Stock Buyback dan Mengapa Perusahaan Melakukannya?

Apakah kamu pernah mendengar istilah “stock buyback“? Jika kamu seorang investor atau baru saja terjun ke dunia saham, istilah ini pasti sering muncul. Stock buyback, atau pembelian kembali saham oleh perusahaan yang menerbitkannya, adalah langkah strategis yang sering diambil oleh perusahaan untuk berbagai alasan. Tapi, apa sebenarnya stock buyback itu dan mengapa perusahaan memilih untuk melakukannya? Yuk, kita bahas lebih dalam tentang apa itu stock buyback dan alasan di balik tindakan ini!

Pengertian Stock Buyback

Stock buyback adalah salah satu langkah strategis yang sering dilakukan perusahaan untuk berbagai tujuan. Jadi, apa itu stock buyback? Secara sederhana, stock buyback atau pembelian kembali saham adalah aksi korporasi di mana perusahaan membeli kembali saham-saham yang telah beredar di publik. Ini berarti perusahaan menggunakan dana yang dimilikinya untuk membeli saham dari pasar sekunder, mengurangi jumlah saham yang beredar di pasaran.

Perusahaan yang memutuskan untuk melakukan buyback biasanya mengumumkan bahwa dewan direksi telah memberikan izin untuk aksi tersebut. Pengumuman ini biasanya mencakup jumlah dana yang dialokasikan untuk buyback dan jumlah atau persentase saham yang akan dibeli. Proses ini terbuka untuk semua pemegang saham yang ingin menjual saham mereka, dan tidak menargetkan kelompok tertentu. Dengan melakukan buyback, perusahaan dapat mengembalikan uang kepada pemegang saham, meningkatkan nilai saham yang tersisa, atau mengambil keuntungan dari harga saham yang dianggap undervalued.

Cara Kerja Stock Buyback

Cara kerja stock buyback melibatkan beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Proses buyback saham umumnya dilakukan melalui dua metode utama: tender offer dan pembelian di open market. Mari kita bahas lebih lanjut tentang kedua metode ini.

1. Tender Offer

Dalam tender offer, perusahaan mengirimkan permintaan kepada pemegang saham untuk menawarkan sebagian atau seluruh saham yang mereka miliki dalam periode waktu yang telah ditentukan. Perusahaan akan menentukan berapa banyak saham yang ingin dibeli kembali dan memberikan rentang harga yang diinginkan. Pemegang saham yang menerima tawaran ini akan menyatakan jumlah saham yang ingin mereka jual beserta harga yang mereka harapkan. Setelah menerima semua penawaran dari pemegang saham, perusahaan memiliki hak untuk membeli saham yang ditawarkan dengan harga terendah yang masih berada dalam rentang yang ditentukan. Metode ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam mengontrol jumlah dan harga saham yang dibeli kembali.

2. Open Market

Metode open market buyback adalah cara di mana perusahaan membeli kembali sahamnya di pasar terbuka dengan harga pasar saat ini. Ketika perusahaan mengumumkan rencana buyback, biasanya harga saham akan meningkat karena investor melihat pengumuman ini sebagai tanda kepercayaan perusahaan terhadap nilai sahamnya. Dalam metode ini, perusahaan membeli saham secara langsung dari pasar sekunder tanpa ada penawaran khusus kepada pemegang saham. Metode ini sering dianggap lebih fleksibel dan cepat, namun perusahaan harus berhati-hati untuk tidak mempengaruhi harga pasar secara signifikan selama proses pembelian.

Alasan Perusahaan Melakukan Stock Buyback

Stock buyback bukan hanya sekadar strategi finansial; di balik tindakan ini, terdapat beberapa alasan penting yang mendorong perusahaan untuk mengambil langkah ini. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa perusahaan melakukan stock buyback.

1. Meningkatkan Harga Saham

Salah satu tujuan utama dari buyback adalah untuk meningkatkan harga saham. Ketika direksi perusahaan merasa bahwa saham mereka undervalued atau dihargai terlalu rendah di pasar, mereka dapat memutuskan untuk membeli kembali saham-saham tersebut. Tindakan ini menciptakan permintaan yang lebih tinggi terhadap saham, yang pada gilirannya dapat meningkatkan harga saham tersebut. Dengan demikian, saham perusahaan tidak lagi dianggap undervalued oleh pasar. Investor juga sering melihat buyback sebagai tanda kepercayaan diri perusahaan terhadap masa depan sahamnya, yang dapat mendorong harga saham naik lebih lanjut.

2. Meningkatkan Earning per Share (EPS)

Buyback saham juga dapat meningkatkan earning per share (EPS) perusahaan, yang merupakan rasio jumlah laba bersih yang dihasilkan per lembar saham. Misalnya, jika sebuah perusahaan menghasilkan 10 juta dolar per tahun dengan jumlah saham yang beredar sebanyak 100 ribu, maka EPS-nya adalah 100 dolar. Jika perusahaan tersebut melakukan buyback sebanyak 10 ribu saham, menyisakan 90 ribu saham yang beredar, EPS-nya akan meningkat menjadi sekitar 111.11 dolar. Peningkatan EPS ini membuat kondisi finansial perusahaan terlihat lebih kuat dan menarik bagi investor.

3. Mengurangi Jumlah Kepemilikan

Perusahaan dapat menggunakan stock buyback untuk mengurangi jumlah saham yang beredar, sehingga mengurangi jumlah pemilik saham yang memiliki hak suara. Dengan mengurangi jumlah pemegang saham, perusahaan dapat lebih mudah mengelola klaim atas keuntungan di masa depan dan memiliki lebih banyak kendali atas keputusan strategis. Ini juga dapat membantu perusahaan dalam mempertahankan kendali yang lebih besar atas operasional dan strategi jangka panjang mereka.

Membeli Aset Kripto dengan Aplikasi Reku

Sekarang kamu bisa membeli Bitcoin, Ethereum, dan crypto lainnya aplikasi Reku. Aplikasi ini memungkinkan investor untuk membeli crypto secara online dengan aman dan mudah karena diawasi oleh BAPPEBTI.

Langkah-langkah Membeli Aset Kripto di Reku

  1. Unduh dan Daftar: Unduh aplikasi Reku dan lakukan pendaftaran dengan mengikuti petunjuk yang ada.
  2. Verifikasi Akun: Lakukan verifikasi akun kurang dari 5 menit, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Deposit Rupiah: Lakukan deposit dalam bentuk Rupiah ke aplikasi Reku. Kamu bisa melakukan transfer dari berbagai bank dan e-wallet, seperti BCA, Mandiri, CIMB Niaga, OVO, Dana, dan lain-lain.
  4. Pilih Aset Kripto: Cari crypto yang ingin kamu beli dari 100+ daftar aset kripto yang dimiliki Reku.
  5. Beli Crypto: Lakukan pembelian dengan mode Pro maupun Lightning sesuai preferensimu.

 

Foto diambil dari Freepik.