Apakah Investasi Saham Halal? Ini Penjelasan dan Cara Memilih Saham Syariah
Apakah investasi saham halal? Pertanyaan ini cukup sering muncul, terutama bagi investor yang ingin mengembangkan aset tanpa mengabaikan prinsip syariah. Pada dasarnya, saham merupakan bukti kepemilikan seseorang atas suatu perusahaan. Karena itu, investasi saham tidak otomatis dianggap haram. Namun, ada sejumlah ketentuan yang perlu diperhatikan agar aktivitas investasi saham sesuai dengan prinsip syariah.
Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki ketentuan dan Daftar Efek Syariah (DES) yang dapat digunakan sebagai acuan untuk mengetahui saham yang memenuhi kriteria syariah. Per 1 Juni 2026, DES periode I 2026 yang diterbitkan OJK mencakup 622 saham emiten dan perusahaan publik.
Apakah Investasi Saham Halal Menurut Islam?
Secara konsep, investasi saham dapat diperbolehkan dalam Islam karena terdapat unsur penyertaan modal atau kepemilikan terhadap suatu perusahaan. OJK menjelaskan bahwa konsep kepemilikan saham memiliki kesesuaian dengan konsep musyarakah atau syirkah, yaitu penyertaan modal dengan hak atas hasil usaha.
Namun, tidak semua saham otomatis termasuk saham syariah. Status halal atau tidaknya suatu saham perlu dilihat dari kegiatan usaha perusahaan, struktur keuangan, serta kriteria lain yang ditetapkan dalam ketentuan pasar modal syariah.
Kenapa Tidak Semua Saham Halal?
Perusahaan dapat memiliki kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip syariah. Misalnya, perusahaan yang bergerak dalam perjudian atau usaha lain yang dilarang menurut ketentuan pasar modal syariah.
Selain kegiatan usaha, terdapat pula penyaringan berdasarkan kondisi keuangan perusahaan. Karena itu, investor tidak cukup hanya melihat apakah bisnis perusahaan terlihat halal, tetapi juga perlu memeriksa apakah saham tersebut masuk dalam daftar efek syariah yang berlaku.
Apa Itu Saham Syariah?
Saham syariah adalah saham yang memenuhi kriteria sebagai efek syariah berdasarkan ketentuan yang berlaku. OJK menerbitkan Daftar Efek Syariah sebagai kumpulan efek yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal.
Daftar tersebut menjadi salah satu acuan bagi investor yang ingin memilih instrumen investasi sesuai prinsip syariah. DES juga digunakan sebagai referensi untuk sejumlah indeks saham syariah di Indonesia, seperti Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index (JII), dan Jakarta Islamic Index 70 (JII70).
Kriteria Saham Syariah
Secara umum, terdapat beberapa aspek yang diperhatikan dalam menentukan apakah suatu saham memenuhi kriteria syariah, antara lain:
- Kegiatan usaha perusahaan tidak bertentangan dengan prinsip syariah.
- Perusahaan tidak menjalankan usaha yang berkaitan dengan perjudian.
- Perusahaan tidak menjalankan kegiatan usaha yang dilarang dalam ketentuan pasar modal syariah.
- Perusahaan tidak menggunakan skema usaha yang mengandung unsur riba, gharar, atau maisir dalam konteks yang dilarang.
- Kondisi dan rasio keuangan perusahaan memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh regulator.
OJK mengatur penerbitan Daftar Efek Syariah melalui POJK Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penerbitan Daftar Efek Syariah dan Daftar Efek Syariah Luar Negeri. Peraturan tersebut menggantikan ketentuan sebelumnya dan antara lain menyesuaikan kriteria rasio keuangan syariah.
Bagaimana Cara Mengetahui Saham yang Halal?
Cara paling praktis adalah memeriksa apakah saham tersebut tercantum dalam Daftar Efek Syariah yang diterbitkan OJK. Daftar ini diperbarui secara berkala sehingga status suatu saham dapat berubah dari waktu ke waktu.
OJK menerbitkan DES secara periodik, dan daftar tersebut dapat menjadi referensi bagi investor yang memiliki preferensi terhadap investasi syariah. Selain penerbitan secara berkala, perubahan juga dapat dilakukan apabila terdapat kondisi tertentu yang menyebabkan suatu efek memenuhi atau tidak lagi memenuhi kriteria syariah.
Apakah Trading Saham Halal?
Trading saham perlu dibedakan dari aktivitas investasi berdasarkan jangka waktu kepemilikannya. Dari sisi prinsip, transaksi saham dapat dilakukan selama objek, mekanisme transaksi, dan aktivitas yang dilakukan tidak bertentangan dengan prinsip syariah.
Namun, praktik trading saham apakah halal juga dapat timbul apabila menggunakan mekanisme yang mengandung unsur yang dilarang. Karena itu, investor yang ingin bertransaksi secara syariah perlu memahami mekanisme perdagangan saham yang digunakan, bukan hanya memperhatikan pergerakan harga.
Apa Bedanya Investasi dan Trading Saham?
Secara sederhana, perbedaannya lebih banyak terletak pada tujuan dan jangka waktu:
- Investasi saham biasanya berorientasi pada kepemilikan dalam jangka menengah hingga panjang dan potensi keuntungan dari kenaikan nilai saham serta dividen.
- Trading saham lebih berfokus pada transaksi dengan jangka waktu lebih pendek untuk memanfaatkan perubahan harga.
- Keduanya tetap memiliki risiko, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal akibat penurunan harga saham.
Jadi, istilah “trading” tidak dengan sendirinya menentukan halal atau haram. Mekanisme transaksi dan saham yang diperjualbelikan tetap menjadi hal penting untuk diperhatikan.
Bagaimana dengan Dividen Saham Syariah?
Dividen adalah pembagian hasil usaha perusahaan kepada pemegang saham sesuai dengan kebijakan perusahaan dan ketentuan yang berlaku. Dalam konteks saham syariah, kepemilikan saham dipandang sebagai penyertaan modal yang memberikan hak atas hasil usaha.
Karena itu, dividen dari saham yang memenuhi kriteria syariah pada dasarnya merupakan bagian dari hasil kepemilikan atas perusahaan tersebut. Meski demikian, investor tetap perlu memastikan bahwa saham yang dimiliki memang termasuk dalam daftar efek syariah yang berlaku.
Apakah Saham Amerika Bisa Halal?
Pertanyaan ini menjadi semakin relevan karena investor Indonesia kini dapat mengakses saham perusahaan luar negeri. Untuk investasi saham Amerika, penentuan status syariah tidak cukup hanya dengan melihat apakah perusahaan tersebut memiliki bisnis yang terlihat halal.
Investor perlu melihat proses screening syariah yang digunakan, termasuk kegiatan usaha dan rasio keuangan perusahaan. Daftar efek syariah luar negeri juga memiliki ketentuan tersendiri dalam regulasi OJK. POJK Nomor 8 Tahun 2025 secara khusus mengatur penerbitan Daftar Efek Syariah dan Daftar Efek Syariah Luar Negeri.
Tips Memulai Investasi Saham Syariah
Jika kamu baru mulai berinvestasi, memilih saham syariah dapat dilakukan secara bertahap. Beberapa hal berikut dapat menjadi dasar:
- Tentukan tujuan investasi
Tentukan apakah dana ditujukan untuk kebutuhan jangka pendek, menengah, atau panjang. - Periksa status syariah saham
Gunakan Daftar Efek Syariah OJK sebagai salah satu referensi sebelum membeli saham. - Pelajari bisnis perusahaan
Jangan hanya melihat harga saham. Pahami bagaimana perusahaan menghasilkan pendapatan dan kondisi bisnisnya. - Perhatikan kondisi keuangan
Pelajari pendapatan, laba, utang, arus kas, serta faktor lain yang relevan sebelum mengambil keputusan. - Pahami risiko
Saham tetap merupakan instrumen yang nilainya dapat naik dan turun. Status syariah tidak berarti investasi tersebut bebas dari risiko kerugian. - Investasikan dana sesuai kemampuan
Hindari menggunakan dana yang dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari atau kewajiban dalam waktu dekat.
Investasi Saham dan Crypto dalam Satu Platform
Bagi kamu yang ingin mengakses berbagai aset dalam satu platform, Reku menyediakan akses untuk investasi dan trading aset kripto serta saham Amerika. Dengan pilihan tersebut, kamu dapat mempelajari beberapa kelas aset sekaligus dan menyesuaikan strategi dengan tujuan serta profil risikomu.
Untuk saham Amerika, tetap penting untuk melakukan pengecekan terhadap status syariah masing-masing saham jika prinsip syariah menjadi pertimbangan utama. Begitu pula dengan aset kripto, kamu perlu memahami karakteristik aset dan mekanisme transaksinya sebelum membeli.
Jadi, apakah investasi saham halal? Investasi saham dapat diperbolehkan dalam Islam selama saham dan mekanisme transaksinya memenuhi prinsip syariah. Saham pada dasarnya merupakan bentuk penyertaan modal, tetapi tidak semua saham otomatis termasuk saham syariah.
Bagi investor di Indonesia, Daftar Efek Syariah yang diterbitkan OJK dapat digunakan sebagai salah satu acuan utama untuk mengetahui saham yang memenuhi kriteria syariah. Selain memilih saham yang sesuai, kamu juga perlu memahami risiko investasi, kondisi perusahaan, serta mekanisme transaksi yang digunakan.
Dengan memahami aspek syariah sekaligus aspek investasi, kamu dapat membuat keputusan berdasarkan informasi yang lebih lengkap. Jika ingin mulai mengeksplorasi saham Amerika maupun aset kripto, Reku dapat menjadi salah satu platform yang bisa kamu pertimbangkan untuk mengakses kedua jenis aset tersebut dari satu aplikasi.


