MarketTrade
Products
Wallet
Learning Hub
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Blog
Teori
Tutorial
Kamus Kripto
Cara Mudah Memahami Capital Gain
Teori
Bagikan!

Cara Mudah Memahami Capital Gain

25 June 2024
5 menit membaca
Cara Mudah Memahami Capital Gain

Hai sobat Reku! Pasti kamu sering mendengar istilah capital gain, terutama jika kamu aktif berinvestasi di pasar saham atau aset kripto. Salah satu bentuk keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari investasi adalah capital gain. Capital gain terjadi ketika kamu menjual asetmu dengan harga yang lebih tinggi daripada harga belinya. Misalnya, jika kamu membeli saham atau aset kripto dengan harga tertentu dan kemudian menjualnya dengan harga yang lebih tinggi, selisih harga tersebut adalah capital gain-mu. Tapi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan capital gain? Dan bagaimana kamu bisa memanfaatkan konsep ini untuk memaksimalkan keuntungan investasimu? Yuk, kita bahas lebih lanjut!

Apa Itu Capital Gain?

Capital gain adalah keuntungan yang kamu peroleh ketika menjual aset investasi, seperti saham atau aset kripto, dengan harga yang lebih tinggi daripada harga belinya. Bayangkan kamu membeli saham dengan harga Rp10.000 per lembar, lalu menjualnya dengan harga Rp15.000 per lembar. Selisih Rp5.000 per lembar itulah yang disebut sebagai capital gain.

Selain capital gain, ada juga yang namanya capital loss. Ini adalah kebalikan dari capital gain, yaitu kerugian yang terjadi ketika harga jual aset investasi lebih rendah daripada harga belinya. Misalnya, jika kamu membeli saham dengan harga Rp10.000 per lembar, tetapi menjualnya hanya dengan harga Rp8.000 per lembar, maka kamu mengalami capital loss sebesar Rp2.000 per lembar.

Penting untuk selalu memantau pergerakan harga aset dan tetap up-to-date dengan berita serta analisis pasar untuk memaksimalkan potensi capital gain dan meminimalkan risiko capital loss. Dengan memahami konsep ini, kamu bisa lebih cerdas dalam berinvestasi dan meraih keuntungan maksimal dari setiap transaksi!

Jenis-Jenis Capital Gain

Dengan mengetahui jenis-jenis capital gain ini, kamu bisa memilih strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuanganmu. Capital gain sendiri terdiri dari dua jenis jika dilihat dari periode atau waktunya yakni sebagai berikut. 

1. Capital Gain dalam Jangka Pendek

Capital gain jangka pendek atau short-term capital gain adalah keuntungan yang kamu dapatkan dari penjualan aset yang dimiliki kurang dari satu tahun. Biasanya, jenis keuntungan ini didapat dari investasi berisiko tinggi namun juga berpotensi memberi imbal hasil tinggi, seperti saham. Misalnya, kamu beli saham dan dalam beberapa bulan harganya naik signifikan, kamu bisa jual dan nikmati keuntungannya. Tapi ingat, semakin tinggi potensi keuntungannya, risiko yang dihadapi juga lebih besar.

2. Capital Gain dalam Jangka Panjang

Sebaliknya, capital gain jangka panjang atau long-term capital gain adalah keuntungan yang didapat dari penjualan aset yang telah dimiliki lebih dari satu tahun. Investasi ini biasanya lebih stabil dan aman, seperti emas atau properti, yang cenderung nilainya naik dari waktu ke waktu. Jika kamu sabar dan konsisten, keuntungan dari investasi jangka panjang bisa sangat menggiurkan. Misalnya, kamu beli emas dan menyimpannya selama beberapa tahun, ketika harga emas naik, kamu bisa jual dengan keuntungan yang lumayan.

Perbedaan Capital Gain dan Dividen

Meskipun keduanya bisa memberikan keuntungan bagi investor, akan tetapi mereka memiliki karakteristik yang jelas berbeda. Berikut merupakan perbedaan dari capital gain dan dividen.

1. Sifat Pendapatan

Perbedaan pertama adalah sifat pendapatannya. Dividen bersifat pasif karena investor hanya perlu menunggu pembagian keuntungan dari perusahaan tanpa harus melakukan aktivitas trading yang intens. Sebaliknya, capital gain bersifat aktif karena investor harus rajin menganalisis pasar dan melakukan trading untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dan beli.

2. Jangka Waktu Investasi

Perbedaan selanjutnya terletak pada jangka waktu investasi. Dividen biasanya menarik bagi investor jangka panjang yang ingin mendapatkan pembagian keuntungan tahunan. Investor yang mengejar capital gain, di sisi lain, cenderung lebih aktif dan seringkali berinvestasi dalam jangka waktu lebih pendek, mengejar kenaikan harga saham untuk dijual dengan keuntungan.

3. Waktu Transaksi

Untuk mendapatkan dividen, investor perlu membeli saham sebelum cum date, yaitu tanggal terakhir di mana investor masih berhak mendapatkan dividen. Sebaliknya, untuk memperoleh capital gain, investor harus pandai membaca pasar dan menentukan waktu yang tepat untuk menjual saham mereka, biasanya setelah ex date ketika mereka tidak lagi berhak atas dividen tetapi bisa menjual saham dengan harga yang lebih tinggi.

4. Waktu Mendapatkan Keuntungan

Waktu pembagian keuntungan juga berbeda antara dividen dan capital gain. Dividen biasanya dibagikan setahun sekali berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham. Sementara itu, capital gain bisa diperoleh kapan saja tergantung pada kapan investor memutuskan untuk menjual aset mereka. Tidak ada jadwal tetap untuk capital gain karena sepenuhnya bergantung pada strategi dan keputusan investor.

Cara Menghitung Capital Gain dan Contohnya

Saat kamu memiliki saham, menghitung dan memproyeksikan capital gain yang akan kamu terima bisa dilakukan dengan rumus sederhana. Yuk, kita bahas caranya!

Rumus Capital Gain 

Capital Gain = Harga Jual – (Harga Beli x Jumlah Produk yang Dibeli)

Misalnya, seorang investor membeli saham di awal tahun 2017 seharga Rp3.000 per lembar dengan jumlah 100 lot (1 lot = 100 lembar), dan mempertahankannya hingga tahun 2022. Pada awal tahun 2022, harga saham tersebut naik menjadi Rp6.000 per lembar. Dengan rumus di atas, proyeksi keuntungan yang diperoleh dari capital gain bisa dihitung sebagai berikut:

Capital Gain = (Harga Jual – Harga Beli) x Jumlah Produk yang Dibeli

Capital Gain = (Rp6.000 – Rp3.000) x (10.000 lembar saham) 

Capital Gain = Rp3.000 x 10.000 lembar saham 

Capital Gain = Rp30.000.000

Jadi, capital gain yang akan didapatkan investor tersebut adalah Rp30.000.000.

Namun, perlu diingat bahwa keuntungan modal ini belum termasuk pajak yang mungkin dikenakan. Pajak atas capital gain merupakan biaya tambahan yang harus dibayarkan oleh investor sebagai pajak penghasilan terutang. Hal ini penting untuk diperhitungkan dalam proyeksi keuntungan akhir.

Menghitung capital gain dengan benar akan membantu kamu dalam merencanakan strategi investasi yang lebih baik dan mengetahui potensi keuntungan yang bisa kamu peroleh. Jadi, pastikan kamu selalu memperhatikan harga beli dan harga jual, serta memahami aturan pajak yang berlaku.

Membeli Aset Kripto dengan Aplikasi Reku

Sekarang kamu bisa membeli Bitcoin, Ethereum, dan crypto lainnya aplikasi Reku. Aplikasi ini memungkinkan investor untuk membeli crypto secara online dengan aman dan mudah karena diawasi oleh BAPPEBTI.

Langkah-langkah Membeli Aset Kripto di Reku

  1. Unduh dan Daftar: Unduh aplikasi Reku dan lakukan pendaftaran dengan mengikuti petunjuk yang ada.
  2. Verifikasi Akun: Lakukan verifikasi akun kurang dari 5 menit, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Deposit Rupiah: Lakukan deposit dalam bentuk Rupiah ke aplikasi Reku. Kamu bisa melakukan transfer dari berbagai bank dan e-wallet, seperti BCA, Mandiri, CIMB Niaga, OVO, Dana, dan lain-lain.
  4. Pilih Aset Kripto: Cari crypto yang ingin kamu beli dari 100+ daftar aset kripto yang dimiliki Reku.
  5. Beli Crypto: Lakukan pembelian dengan mode Pro maupun Lightning sesuai preferensimu.

Foto diambil dari Freepik