Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
Cari Tahu Perbedaan IPO dan Saham Biasa
Saham
Bagikan!

Cari Tahu Perbedaan IPO dan Saham Biasa

27 May 2026
4 menit membaca
Cari Tahu Perbedaan IPO dan Saham Biasa

Bagi investor pemula, istilah IPO dan saham biasa sering dianggap sama karena keduanya sama-sama berkaitan dengan investasi saham. Padahal, ada beberapa perbedaan penting yang perlu dipahami sebelum memutuskan membeli suatu saham.

Memahami perbedaan IPO dan saham biasa dapat membantu kamu memilih strategi investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko. Selain itu, kamu juga bisa menghindari keputusan investasi yang hanya didasarkan pada tren atau hype pasar.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan IPO dan saham biasa? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu IPO?

IPO atau Initial Public Offering adalah proses ketika sebuah perusahaan pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik melalui pasar modal.

Sebelum IPO, kepemilikan perusahaan biasanya hanya dimiliki oleh pendiri, investor awal, atau pemegang saham tertentu. Setelah IPO, masyarakat umum dapat membeli saham perusahaan tersebut.

Pada tahap IPO, investor membeli saham langsung dari perusahaan melalui masa penawaran umum sebelum saham mulai diperdagangkan di bursa.

Beberapa tujuan perusahaan melakukan IPO antara lain:

  • Mengumpulkan modal untuk ekspansi bisnis
  • Membayar utang
  • Meningkatkan reputasi perusahaan
  • Memperluas basis pemegang saham

Apa Itu Saham Biasa?

Saham biasa adalah saham yang sudah tercatat dan diperdagangkan di bursa efek setelah proses IPO selesai. Ketika membeli saham biasa, investor membeli saham dari investor lain melalui mekanisme perdagangan di pasar sekunder, bukan langsung dari perusahaan.

Harga saham biasa bergerak setiap hari mengikuti berbagai faktor, seperti:

  • Kinerja perusahaan
  • Kondisi ekonomi
  • Sentimen pasar
  • Permintaan dan penawaran saham

Mayoritas transaksi saham yang dilakukan investor sehari-hari merupakan transaksi saham biasa di pasar sekunder.

Perbedaan IPO dan Saham Biasa

Berikut ringkasan perbedaan IPO dan saham biasa.

AspekIPOSaham Biasa
PengertianPenawaran saham pertama kali ke publikSaham yang sudah diperdagangkan di bursa
Tempat pembelianPasar primerPasar sekunder
Penjual sahamPerusahaan penerbitInvestor lain
HargaDitentukan sebelum listingMengikuti mekanisme pasar
Riwayat perdaganganBelum adaSudah tersedia
RisikoCenderung lebih tinggiRelatif lebih mudah dianalisis
Peluang listing gainAdaTidak relevan karena sudah listing
Ketersediaan sahamTerbatas selama masa IPOTersedia selama pasar buka

Dari tabel tersebut, terlihat bahwa perbedaan utama terletak pada waktu pembelian dan sumber saham yang dibeli investor.

Keuntungan Membeli Saham IPO

Banyak investor tertarik mengikuti IPO karena beberapa potensi keuntungan berikut.

  • Berpeluang Mendapat Harga Awal

Salah satu daya tarik utama IPO adalah kesempatan membeli saham pada harga penawaran sebelum diperdagangkan di bursa. Jika valuasi perusahaan menarik, harga IPO bisa menjadi titik masuk yang relatif kompetitif.

  • Potensi Listing Gain

Listing gain adalah kondisi ketika harga saham naik pada hari pertama perdagangan dibanding harga IPO. Inilah alasan banyak investor berburu saham IPO, terutama pada perusahaan yang memiliki prospek bisnis menarik.

  • Kesempatan Berinvestasi Sejak Awal Perusahaan Go Public

Investor dapat menjadi bagian dari perjalanan perusahaan sejak awal masuk pasar modal. Jika perusahaan berkembang pesat dalam jangka panjang, potensi keuntungan juga bisa meningkat.

Risiko Membeli Saham IPO

Meskipun menarik, investasi IPO juga memiliki sejumlah risiko.

  • Tidak Semua IPO Naik Setelah Listing

Banyak investor menganggap semua IPO akan menghasilkan keuntungan cepat. Faktanya, tidak sedikit saham yang justru turun setelah mulai diperdagangkan.

  • Informasi Historis Terbatas

Karena baru masuk bursa, data historis pergerakan harga saham belum tersedia. Investor hanya bisa mengandalkan prospektus dan laporan perusahaan yang tersedia sebelum IPO.

  • Risiko Oversubscribe

IPO yang populer sering mengalami oversubscribe atau kelebihan permintaan. Akibatnya, investor mungkin hanya mendapatkan sebagian kecil dari jumlah saham yang dipesan.

  • Volatilitas Tinggi di Awal Perdagangan

Harga saham IPO sering bergerak sangat cepat dalam beberapa hari pertama setelah listing. Volatilitas ini dapat meningkatkan potensi keuntungan maupun kerugian.

Keuntungan Membeli Saham Biasa

Selain IPO, banyak investor lebih nyaman membeli saham yang sudah lama diperdagangkan.

  • Data dan Riwayat Harga Lebih Lengkap

Investor dapat melihat riwayat harga selama bertahun-tahun untuk membantu analisis.

  • Lebih Mudah Dianalisis

Informasi mengenai kinerja perusahaan biasanya lebih lengkap.

  • Likuiditas Sudah Terbentuk

Saham yang aktif diperdagangkan biasanya memiliki likuiditas lebih baik sehingga lebih mudah dibeli atau dijual.

  • Pilihan Saham Lebih Banyak

Investor dapat memilih dari ratusan saham yang sudah tersedia di bursa sesuai strategi dan profil risiko masing-masing.

Risiko Membeli Saham Biasa

Meski terlihat lebih stabil, saham biasa tetap memiliki risiko.

  • Harga Bisa Sudah Mahal

Perusahaan yang berkualitas sering kali memiliki harga saham yang sudah naik signifikan sehingga valuasinya menjadi lebih tinggi.

  • Potensi Pertumbuhan Bisa Lebih Lambat

Perusahaan yang sudah matang biasanya memiliki pertumbuhan yang lebih stabil dibanding perusahaan yang baru masuk bursa.

  • Tetap Terpengaruh Kondisi Pasar

Harga saham tetap bisa turun akibat beberapa faktor seperti perlambatan ekonom, kenaikan suku bunga, dan sentimen global. 

Mana yang Lebih Cocok untuk Investor Pemula?

Tidak ada jawaban yang mutlak karena semuanya bergantung pada tujuan investasi dan toleransi risiko.

IPO bisa cocok bagi investor yang:

  • Siap menghadapi volatilitas tinggi
  • Tertarik mencari peluang listing gain
  • Mampu melakukan analisis prospektus

Sementara saham biasa umumnya lebih cocok bagi investor yang:

  • Mengutamakan stabilitas
  • Ingin melakukan analisis berdasarkan data historis
  • Fokus pada investasi jangka panjang

Bagi pemula, kombinasi keduanya juga bisa menjadi pilihan selama dilakukan dengan manajemen risiko yang baik.

Memahami perbedaan IPO dan saham biasa sangat penting sebelum mulai berinvestasi. IPO menawarkan peluang masuk sejak awal perusahaan go public dan potensi listing gain, tetapi juga memiliki risiko yang lebih tinggi karena informasi historis yang terbatas dan volatilitas yang besar.

Di sisi lain, saham biasa memberikan akses ke data yang lebih lengkap, likuiditas yang sudah terbentuk, dan proses analisis yang relatif lebih mudah. Karena itu, pilihan terbaik bukanlah menentukan mana yang paling bagus, melainkan mana yang paling sesuai dengan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko yang kamu miliki.

Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang! 

Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti Tesla, McDonalds, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!

Kasih Maharani
PenulisKasih Maharani
Bagikan!
Artikel Terkait
    Cara Beli Saham SpaceX: Apakah Bisa Dibeli dan Bagaimana Caranya?
  1. Cara Beli Saham SpaceX: Apakah Bisa Dibeli dan Bagaimana Caranya?
  2. 29 May 2026
    1 menit membaca
    Saham
    Strategi Beli Saham IPO untuk Pemula yang Mudah Kamu Ikuti!
  3. Strategi Beli Saham IPO untuk Pemula yang Mudah Kamu Ikuti!
  4. 28 May 2026
    1 menit membaca
    Saham
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku