Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
Deposito 200 Juta Dapat Bunga Berapa per Bulan? Ini Perhitungannya
Investasi
Bagikan!

Deposito 200 Juta Dapat Bunga Berapa per Bulan? Ini Perhitungannya

22 August 2026
4 menit membaca
Deposito 200 Juta Dapat Bunga Berapa per Bulan? Ini Perhitungannya

Deposito masih jadi salah satu instrumen simpanan favorit banyak orang Indonesia karena dianggap aman dan bunganya lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Kalau kamu punya dana sekitar Rp200 juta dan lagi mempertimbangkan buat menyimpannya dalam bentuk deposito, wajar banget kalau kamu penasaran berapa sih sebenarnya bunga yang bisa kamu dapatkan setiap bulannya.

Di artikel ini, kita bakal bahas simulasi lengkap soal deposito 200 juta dapat bunga berapa per bulan, plus faktor-faktor yang memengaruhi besar kecilnya bunga tersebut.

Cara Menghitung Bunga Deposito 200 Juta

Sebelum masuk ke simulasi, kamu perlu tahu dulu rumus dasar buat menghitung bunga deposito. Berikut langkah-langkah perhitungannya:

  1. Tentukan besar suku bunga deposito yang ditawarkan bank, biasanya berkisar antara 3-6% per tahun tergantung bank dan tenor yang dipilih.
  2. Kalikan jumlah dana deposito dengan persentase suku bunga tahunan untuk mendapatkan bunga kotor per tahun.
  3. Bagi hasilnya dengan 12 untuk mendapatkan estimasi bunga kotor per bulan.
  4. Kurangi dengan pajak bunga deposito sebesar 20% sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia.
  5. Hasil akhirnya adalah estimasi bunga bersih yang akan kamu terima setiap bulan.

Simulasi Bunga Deposito 200 Juta

Sebagai gambaran, mari kita hitung simulasi bunga deposito senilai Rp200 juta dengan beberapa skenario suku bunga yang umum ditawarkan bank di Indonesia.

Kalau suku bunga yang ditawarkan sebesar 4% per tahun, maka bunga kotor per tahun adalah Rp8 juta, atau sekitar Rp666.667 per bulan. Setelah dipotong pajak 20%, bunga bersih yang kamu terima jadi sekitar Rp533.333 per bulan.

Kalau suku bunganya sedikit lebih tinggi, misalnya 5% per tahun, bunga kotor per tahun jadi Rp10 juta, atau sekitar Rp833.333 per bulan. Setelah dipotong pajak, bunga bersihnya jadi sekitar Rp666.667 per bulan.

Sementara itu, kalau suku bunga mencapai 6% per tahun, bunga kotor per tahun jadi Rp12 juta, atau Rp1 juta per bulan. Setelah dipotong pajak, bunga bersih yang kamu terima jadi sekitar Rp800.000 per bulan.

Supaya lebih mudah dibandingkan, berikut simulasi bunga bersih deposito Rp200 juta dalam berbagai skenario suku bunga:

Suku Bunga per TahunBunga Kotor per BulanBunga Bersih per Bulan (setelah pajak 20%)
3%Rp500.000Rp400.000
4%Rp666.667Rp533.333
5%Rp833.333Rp666.667
6%Rp1.000.000Rp800.000

Perlu diingat, pajak bunga deposito sebesar 20% ini hanya berlaku untuk deposito dengan nominal di atas Rp7,5 juta. Karena deposito kamu senilai Rp200 juta, otomatis pajak ini akan dipotong langsung oleh bank sebelum bunga ditransfer ke rekening kamu, jadi kamu nggak perlu repot menghitung dan menyetorkan pajaknya secara manual.

Faktor yang Memengaruhi Besar Bunga Deposito

Selain nominal dana yang kamu simpan, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi besar kecilnya bunga deposito yang kamu terima:

  • Dampak suku bunga naik yang ditetapkan Bank Indonesia, biasanya turut memengaruhi suku bunga deposito di seluruh bank.
  • Tenor atau jangka waktu deposito, semakin panjang tenornya biasanya semakin tinggi juga suku bunganya.
  • Jenis bank, di mana bank digital atau bank swasta biasanya menawarkan bunga yang lebih kompetitif dibandingkan bank BUMN.
  • Promo khusus yang kadang ditawarkan bank untuk nasabah baru atau nominal deposito tertentu.
  • Plafon penjaminan LPS, yang perlu kamu perhatikan supaya dana kamu tetap terlindungi kalau terjadi hal yang tidak diinginkan pada bank tersebut.

Apakah Deposito 200 Juta Lebih Untung Dibandingkan Investasi Saham?

Kalau dibandingkan dengan instrumen investasi lain seperti saham, deposito jelas menawarkan risiko yang jauh lebih rendah karena nilai pokoknya nggak akan berkurang dan sudah dijamin LPS sampai batas tertentu. Tapi, dari sisi potensi keuntungan, deposito cenderung kalah jauh dibandingkan instrumen investasi yang lebih agresif.

Sebagai perbandingan, kalau kamu melihat data historis, instrumen seperti saham amerika atau bahkan crypto punya potensi return tahunan yang jauh lebih tinggi dibandingkan bunga deposito, meskipun tentu saja diiringi dengan risiko fluktuasi harga yang jauh lebih besar. Karena itu, banyak perencana keuangan menyarankan supaya dana nggak hanya disimpan dalam satu instrumen saja, melainkan didiversifikasi sesuai profil risiko masing-masing.

Baca juga: Suku Bunga Naik, Investasi Apa yang Paling Menguntungkan?

Kelebihan dan Kekurangan Deposito Dibandingkan Instrumen Lain

Sebelum memutuskan menyimpan Rp200 juta dalam bentuk deposito, ada baiknya kamu juga mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya secara objektif. Dari sisi kelebihan, deposito menawarkan kepastian nilai pokok yang nggak akan berkurang, dijamin LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, dan cocok buat kamu yang punya profil risiko konservatif.

Namun, di sisi lain, deposito juga punya beberapa kekurangan yang perlu kamu perhatikan. Dana yang kamu simpan jadi kurang likuid karena ada penalti kalau dicairkan sebelum jatuh tempo, potensi keuntungannya juga cenderung lebih rendah dibandingkan inflasi dalam jangka panjang, dan kamu jadi kehilangan kesempatan (opportunity cost) buat mendapatkan return yang lebih tinggi dari instrumen investasi lain.

Tips Memaksimalkan Keuntungan dari Deposito

Kalau kamu tetap memilih deposito sebagai salah satu instrumen simpanan, berikut beberapa tips supaya keuntungannya lebih maksimal:

  • Bandingkan suku bunga dari beberapa bank sebelum memutuskan, karena selisihnya bisa cukup signifikan.
  • Pilih tenor yang sesuai dengan kebutuhan likuiditas kamu, supaya nggak perlu mencairkan deposito sebelum jatuh tempo.
  • Manfaatkan promo bunga spesial yang sering ditawarkan bank digital untuk nasabah baru.
  • Alokasikan sebagian dana ke instrumen lain yang lebih likuid dan berpotensi return lebih tinggi, sebagai bagian dari diversifikasi portofolio kamu.
  • Perhatikan juga reputasi dan kesehatan bank sebelum menempatkan dana dalam jumlah besar, supaya kamu lebih tenang selama masa penempatan deposito.

Kesimpulan

Dengan dana Rp200 juta, kamu bisa mendapatkan bunga bersih deposito sekitar Rp500 ribu sampai Rp800 ribu per bulan, tergantung suku bunga yang ditawarkan bank. Meskipun terlihat kecil dibandingkan instrumen investasi lain, deposito tetap punya kelebihan dari sisi keamanan dan kepastian nilai pokok.

Kalau kamu ingin mengombinasikan keamanan deposito dengan potensi keuntungan yang lebih tinggi, kamu bisa mempertimbangkan diversifikasi ke instrumen lain lewat Reku, yang menyediakan akses ke trading crypto maupun investasi saham global dalam satu platform yang mudah digunakan. Dengan begitu, sebagian dana kamu tetap aman di deposito, sementara sebagian lagi punya kesempatan tumbuh lebih optimal lewat instrumen investasi yang lebih dinamis.

Pada akhirnya, keputusan alokasi dana ke deposito atau instrumen lain kembali lagi ke tujuan finansial dan jangka waktu yang kamu butuhkan. Kalau kamu butuh dana dalam waktu dekat, deposito jelas lebih aman. Tapi kalau tujuan kamu jangka panjang, ada baiknya kamu juga mempertimbangkan instrumen yang berpotensi memberikan pertumbuhan nilai lebih tinggi dari waktu ke waktu.

Nico R. K
PenulisNico R. K
Bagikan!
Artikel Terkait
    Bisnis Kos Kosan Apakah Menguntungkan? Ini Analisisnya
  1. Bisnis Kos Kosan Apakah Menguntungkan? Ini Analisisnya
  2. 21 August 2026
    1 menit membaca
    Investasi
    Bagaimana Ciri Emas Asli Jika Dibakar? Ini Penjelasannya
  3. Bagaimana Ciri Emas Asli Jika Dibakar? Ini Penjelasannya
  4. 20 August 2026
    1 menit membaca
    Investasi
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku