Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
Apa itu Diversifikasi Investasi? Ini Cara, Contoh dan Jenisnya
Investasi
Bagikan!

Apa itu Diversifikasi Investasi? Ini Cara, Contoh dan Jenisnya

29 May 2026
5 menit membaca
Apa itu Diversifikasi Investasi? Ini Cara, Contoh dan Jenisnya

Diversifikasi investasi adalah strategi untuk menyebarkan dana ke berbagai aset atau instrumen investasi agar risiko tidak terkonsentrasi pada satu pilihan saja. Dengan diversifikasi, ketika salah satu aset mengalami penurunan, dampaknya terhadap keseluruhan portofolio dapat lebih terkendali.

Dalam investasi, keuntungan selalu berjalan beriringan dengan risiko. Karena itu, membangun portofolio bukan hanya soal mencari aset dengan potensi imbal hasil tinggi, tetapi juga bagaimana mengelola risiko agar kondisi satu aset tidak terlalu memengaruhi seluruh dana yang kamu miliki.

Lantas, bagaimana cara melakukan diversifikasi investasi yang tepat? Apa saja manfaat dan kesalahan yang perlu dihindari? Simak penjelasannya berikut.

Apa itu Diversifikasi Investasi

Secara sederhana, diversifikasi investasi adalah upaya membagi dana ke beberapa jenis investasi yang memiliki karakteristik risiko dan potensi imbal hasil berbeda.

Contohnya, daripada menempatkan seluruh dana pada satu saham, kamu dapat membaginya ke beberapa saham dari sektor berbeda. Diversifikasi juga dapat dilakukan dengan mengombinasikan beberapa kelas aset, seperti saham, obligasi, emas, reksa dana, hingga aset kripto.

Tujuan utamanya bukan menghilangkan risiko sepenuhnya, melainkan mengurangi risiko konsentrasi. Jika satu aset mengalami penurunan, kerugian tersebut tidak secara otomatis berdampak besar pada seluruh portofolio.

Namun, diversifikasi bukan berarti semakin banyak aset pasti semakin baik. Portofolio yang terlalu banyak berisi instrumen tanpa strategi yang jelas justru dapat menyulitkan pengelolaan. Karena itu, diversifikasi perlu disesuaikan dengan tujuan investasi, profil risiko, serta jangka waktu yang kamu miliki.

Mengapa Diversifikasi Investasi Penting?

Diversifikasi dapat menjadi salah satu cara untuk mengelola risiko dalam portofolio. Ada beberapa alasan mengapa strategi ini penting untuk dipertimbangkan.

  • Mengurangi risiko konsentrasi
    Ketika seluruh dana ditempatkan pada satu aset, kinerja portofolio sangat bergantung pada aset tersebut. Jika aset mengalami penurunan signifikan, nilai portofolio juga dapat terdampak besar. Dengan membagi dana ke beberapa aset, ketergantungan tersebut dapat dikurangi.
  • Menyeimbangkan potensi keuntungan dan risiko
    Setiap aset memiliki karakteristik berbeda. Saham, misalnya, memiliki potensi pertumbuhan tetapi juga dapat mengalami fluktuasi harga. Aset lain dapat memiliki pola pergerakan yang berbeda.
  • Membuka peluang dari berbagai sektor dan pasar
    Diversifikasi tidak hanya dilakukan berdasarkan jenis aset. Kamu juga dapat melakukan diversifikasi berdasarkan sektor industri, wilayah geografis, atau karakteristik perusahaan. Misalnya, portofolio saham dapat terdiri dari perusahaan teknologi, kesehatan, keuangan, dan konsumer. Dengan begitu, kinerja portofolio tidak hanya bergantung pada satu sektor.

Jenis-Jenis Diversifikasi Investasi

Diversifikasi dapat diterapkan dengan beberapa pendekatan. Berikut beberapa jenis yang umum digunakan.

1. Diversifikasi berdasarkan kelas aset

Ini merupakan salah satu bentuk diversifikasi yang paling mudah dipahami. Kamu membagi dana ke beberapa kelas aset dengan karakteristik berbeda.

Contohnya:

  • Saham
  • Obligasi
  • Reksa dana
  • Emas
  • Aset kripto
  • Kas atau instrumen likuid lainnya

Pembagian tersebut dapat disesuaikan dengan tujuan dan toleransi risiko masing-masing investor.

2. Diversifikasi berdasarkan sektor

Jika kamu berinvestasi pada saham, diversifikasi dapat dilakukan dengan memilih perusahaan dari sektor yang berbeda.

Sebagai contoh, kamu dapat memiliki eksposur pada sektor teknologi, kesehatan, keuangan, dan barang konsumsi. Dengan pendekatan ini, risiko yang berasal dari masalah spesifik suatu industri dapat lebih tersebar.

3. Diversifikasi berdasarkan wilayah

Diversifikasi juga dapat dilakukan dengan berinvestasi di lebih dari satu negara atau wilayah.

Sebagai contoh, selain memiliki investasi di pasar Indonesia, kamu dapat mempertimbangkan saham perusahaan di Amerika Serikat. Dengan demikian, portofolio tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi ekonomi dan pasar dalam satu negara.

4. Diversifikasi berdasarkan waktu

Diversifikasi tidak selalu harus dilakukan dengan membeli banyak aset sekaligus. Kamu juga dapat membagi waktu pembelian secara berkala.

Strategi ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada satu titik harga ketika pasar mengalami fluktuasi. Namun, metode yang digunakan tetap perlu disesuaikan dengan strategi dan tujuan investasimu.

Pilihan Instrumen Investasi untuk Diversifikasi

Berikut ini beberapa instrumen investasi yang dapat kamu pertimbangkan dalam diversifikasi:

  1. Saham
    Terdapat berbagai jenis saham seperti saham Amerika yang dapat menjadi bagian dari portofolio investasimu. Saham menghadirkan potensi pertumbuhan yang tinggi tetapi juga memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa instrumen lainnya.
  2. Obligasi
    Obligasi adalah instrumen utang yang dikeluarkan oleh perusahaan atau pemerintah. Obligasi umumnya dianggap sebagai instrumen yang lebih stabil dan menghasilkan pendapatan tetap.
  3. Reksa Dana
    Reksa dana adalah cara yang populer untuk berinvestasi dalam berbagai jenis aset yang dikelola secara profesional oleh manajer investasi. Reksa dana dapat memberikan diversifikasi yang luas dan memungkinkan kamu untuk berinvestasi dengan jumlah yang relatif kecil.
  4. Properti
    Investasi dalam properti, baik itu rumah tinggal, apartemen, atau properti komersial, dapat memberikan keuntungan jangka panjang melalui penghasilan sewa dan apresiasi nilai.
  5. Emas dan Logam Mulia
    Investasi dalam emas dan logam mulia adalah salah satu cara tradisional untuk melindungi kekayaan dari inflasi dan perubahan nilai mata uang.
  6. Pasar Uang
    Pasar uang melibatkan investasi jangka pendek dalam instrumen seperti deposito, surat berharga komersial, dan obligasi jangka pendek. Investasi ini umumnya memiliki risiko yang lebih rendah dan likuiditas yang tinggi.
  7. Aset Kripto
    Aset kripto, seperti Bitcoin atau Ethereum, semakin populer sebagai instrumen investasi alternatif. Meskipun memiliki volatilitas yang tinggi, aset kripto dapat memberikan potensi keuntungan yang tinggi bagi investor yang siap mengambil risiko.

Contoh Diversifikasi Investasi

Daripada menempatkan seluruh dana pada satu saham, kamu dapat membuat portofolio yang terdiri dari beberapa jenis aset tergantung dari jenis profil risiko kamu.

Portofolio Konservatif – Keselamatan dan Pendapatan

  • 40% obligasi pemerintah
  • 30% reksa dana obligasi korporasi
  • 20% deposito berjangka
  • 5% saham blue-chip
  • 5% aset kripto

Portofolio Agresif – Pertumbuhan dan Pengembalian Tinggi

  • 40% saham di perusahaan teknologi
  • 30% saham di perusahaan konsumen
  • 20% saham di sektor kesehatan
  • 5% reksa dana saham global
  • 5% aset kripto

Portofolio Moderat – Perpaduan antara Keselamatan dan Pertumbuhan

  • 30% saham di berbagai sektor
  • 30% obligasi korporasi
  • 20% reksa dana properti
  • 10% emas dan logam mulia
  • 5% aset kripto
  • 5% reksa dana diversifikasi

Komposisi tersebut hanya contoh dan bukan rekomendasi alokasi. Besaran setiap aset sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko, tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, serta jangka waktu investasi.

Jika kamu memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi dan tujuan investasi jangka panjang, alokasinya tentu dapat berbeda dengan investor yang membutuhkan dana dalam waktu dekat.

Cara Melakukan Diversifikasi Investasi

Agar diversifikasi tidak sekadar membeli banyak aset, kamu dapat mengikuti beberapa langkah berikut.

  1. Tentukan tujuan investasi.
    Tentukan apakah dana ditujukan untuk kebutuhan jangka pendek, membeli rumah, pendidikan, pensiun, atau tujuan finansial lainnya.
  2. Kenali profil risiko.
    Pahami seberapa besar penurunan nilai investasi yang sanggup kamu hadapi tanpa mengambil keputusan secara emosional.
  3. Tentukan alokasi aset.
    Tentukan berapa porsi dana yang ingin ditempatkan pada setiap kelas aset.
  4. Pilih aset yang sesuai.
    Jangan hanya melihat potensi keuntungan. Perhatikan juga risiko, likuiditas, karakteristik aset, dan bagaimana aset tersebut dapat melengkapi portofolio.
  5. Lakukan evaluasi secara berkala.
    Komposisi portofolio dapat berubah seiring pergerakan harga. Evaluasi diperlukan agar alokasi tetap sesuai dengan tujuan awal.

Diversifikasi Investasi di Aplikasi Apa?

Kamu bisa melakukan diversifikasi investasi dengan mudah melalui aplikasi Reku. Dalam satu platform, kamu bisa memilih berbagai aset seperti crypto, saham AS, ETF, dan Reku Packs. Pilihannya juga beragam, mulai dari saham blue chip perusahaan besar hingga ETF Gold yang memberikan eksposur terhadap pergerakan harga emas dunia. ETF (Exchange-Traded Fund) sendiri merupakan kumpulan aset yang diperdagangkan di bursa seperti saham, sehingga kamu bisa mendapatkan eksposur ke beberapa aset atau indeks melalui satu instrumen.

Selain pilihan aset yang beragam, Reku juga menawarkan proses investasi yang aman, mudah, cepat, dan terpercaya. Kamu tidak perlu menyiapkan modal besar untuk mulai melakukan diversifikasi. Investasi crypto di Reku bisa dimulai dari Rp5.000, sementara saham AS bisa mulai dari US$1. Dengan pilihan aset dan nominal awal yang terjangkau, kamu bisa membangun portofolio secara bertahap sesuai tujuan dan profil risiko.

Nico R. K
PenulisNico R. K
Bagikan!
Artikel Terkait
    10 Jenis Investasi Aman dan Menguntungkan untuk Masa Depan
  1. 10 Jenis Investasi Aman dan Menguntungkan untuk Masa Depan
  2. 14 August 2026
    1 menit membaca
    Investasi
    Kenali Arti FOMO beserta Ciri, Penyebab, Contoh dan Cara Menghindarinya
  3. Kenali Arti FOMO beserta Ciri, Penyebab, Contoh dan Cara Menghindarinya
  4. 07 August 2026
    1 menit membaca
    Investasi
    Apakah Reksadana Halal atau Haram? Ini Panduan Lengkapnya
  5. Apakah Reksadana Halal atau Haram? Ini Panduan Lengkapnya
  6. 03 August 2026
    1 menit membaca
    Investasi
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku