MarketTrade
Products
Wallet
Learning Hub
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Blog
Teori
Tutorial
Kamus Kripto
Earning Per Share (EPS): Pengertian, Fungsi, dan Cara Menghitungnya
Teori
Bagikan!

Earning Per Share (EPS): Pengertian, Fungsi, dan Cara Menghitungnya

08 July 2024
5 menit membaca
Earning Per Share (EPS): Pengertian, Fungsi, dan Cara Menghitungnya

Ketika kamu mulai terjun ke dunia investasi saham, ada banyak istilah yang perlu kamu pahami, salah satunya adalah Earning Per Share (EPS). EPS sering dianggap sebagai salah satu indikator kunci dalam menilai kinerja perusahaan dan menentukan apakah sebuah saham layak dibeli atau tidak. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu EPS, mengapa EPS penting, dan bagaimana cara menghitungnya dengan cara yang mudah dipahami. Yuk, simak penjelasannya agar investasi sahammu semakin cerdas dan menguntungkan!

Pengertian Earning Per Share (EPS)

Pernahkah kamu mendengar istilah Earning Per Share atau EPS? EPS adalah salah satu indikator penting yang digunakan oleh investor untuk menilai kesehatan finansial sebuah perusahaan. Singkatnya, EPS mengukur keuntungan yang diperoleh perusahaan untuk setiap saham yang beredar. Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki laba bersih sebesar Rp10.000.000.000 dan memiliki 10 juta saham yang beredar, maka EPS-nya adalah Rp1.000 per saham. Dengan mengetahui EPS, kamu bisa lebih mudah membandingkan kinerja perusahaan yang satu dengan yang lainnya. EPS yang tinggi menunjukkan perusahaan tersebut berhasil menghasilkan laba yang baik, sedangkan EPS yang rendah bisa menjadi tanda kinerja yang kurang memuaskan. Dengan memahami EPS, kamu bisa membuat keputusan investasi yang lebih cerdas dan terinformasi.

Fungsi Earning Per Share (EPS)

Setelah memahami apa itu Earning Per Share (EPS), sekarang saatnya kita membahas mengapa EPS sangat penting dalam dunia investasi. Berikut ini adalah tiga fungsi utama dari EPS yang dapat membantu kamu dalam membuat keputusan investasi yang lebih baik dan lebih cerdas.

1. Menilai Kinerja Perusahaan 

EPS adalah indikator utama untuk menilai seberapa baik kinerja keuangan sebuah perusahaan. Dengan melihat EPS, kamu bisa mengetahui berapa banyak keuntungan yang dihasilkan perusahaan untuk setiap saham yang beredar. Perusahaan dengan EPS yang tinggi umumnya dianggap memiliki kinerja yang baik dan stabil, sementara EPS yang rendah bisa menjadi tanda adanya masalah keuangan. Dengan demikian, EPS membantu kamu mengevaluasi apakah sebuah perusahaan layak untuk diinvestasikan.

2. Membandingkan Perusahaan dalam Industri yang Sama 

Salah satu kegunaan utama EPS adalah memungkinkan kamu untuk membandingkan kinerja perusahaan-perusahaan yang berada dalam industri yang sama. Misalnya, jika kamu ingin berinvestasi di sektor teknologi, kamu bisa membandingkan EPS dari berbagai perusahaan teknologi untuk melihat mana yang menghasilkan keuntungan lebih besar per saham. Dengan cara ini, EPS membantu kamu mengidentifikasi perusahaan yang lebih menguntungkan dan potensial untuk investasi.

3. Dasar Penentuan Dividen 

EPS juga berperan penting dalam menentukan dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham. Perusahaan dengan EPS yang tinggi biasanya memiliki kemampuan untuk membayar dividen yang lebih besar. Dividen adalah bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham, dan ini bisa menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan dari investasi saham. Dengan mengetahui EPS, kamu bisa memperkirakan potensi dividen yang akan kamu terima, sehingga membantu kamu dalam merencanakan strategi investasi jangka panjang.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Earning Per Share (EPS)

Memahami Earning Per Share (EPS) tidak cukup hanya dengan mengetahui definisinya dan fungsinya. Kamu juga perlu mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi EPS suatu perusahaan. Berikut ini adalah tiga faktor utama yang mempengaruhi EPS.

1. Pendapatan Perusahaan 

Pendapatan atau revenue adalah faktor paling mendasar yang mempengaruhi EPS. Semakin tinggi pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan, semakin besar pula laba yang bisa dibagikan kepada pemegang saham. Pendapatan bisa berasal dari penjualan produk atau jasa, investasi, dan sumber pendapatan lainnya. Jika perusahaan berhasil meningkatkan pendapatan tanpa peningkatan signifikan dalam biaya operasional, EPS akan naik. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan laporan keuangan perusahaan dan melihat tren pendapatannya dari waktu ke waktu.

2. Jumlah Saham Beredar 

EPS dihitung dengan membagi laba bersih perusahaan dengan jumlah saham yang beredar. Artinya, perubahan dalam jumlah saham yang beredar akan langsung mempengaruhi EPS. Perusahaan bisa mengeluarkan saham baru atau membeli kembali saham yang beredar (stock buyback). Jika perusahaan menerbitkan lebih banyak saham, EPS akan menurun karena laba dibagi dengan lebih banyak saham. Sebaliknya, jika perusahaan membeli kembali saham, EPS akan naik karena laba dibagi dengan lebih sedikit saham. Kebijakan perusahaan terkait penerbitan dan pembelian saham harus selalu diperhatikan oleh investor.

3. Beban dan Biaya Operasional 

Beban dan biaya operasional adalah faktor lain yang sangat mempengaruhi EPS. Ini termasuk biaya produksi, gaji karyawan, biaya pemasaran, dan lain-lain. Jika perusahaan mampu mengelola biaya operasionalnya dengan efisien, maka laba bersih yang dihasilkan akan lebih tinggi, yang pada akhirnya meningkatkan EPS. Namun, jika biaya operasional terus meningkat tanpa diimbangi dengan peningkatan pendapatan, laba bersih akan menurun dan EPS pun akan turun. Oleh karena itu, analisis terhadap manajemen biaya perusahaan sangat penting dalam menilai potensi EPS di masa depan.

Cara Menghitung Earning Per Share (EPS)

Menghitung Earning Per Share (EPS) sebenarnya cukup sederhana jika kamu sudah tahu rumus dasarnya. EPS adalah salah satu metrik penting yang digunakan oleh investor untuk mengevaluasi profitabilitas perusahaan. Berikut adalah langkah-langkah untuk menghitung EPS.

1. Dapatkan Laba Bersih (Net Income) 

Langkah pertama dalam menghitung EPS adalah mendapatkan angka laba bersih dari laporan keuangan perusahaan. Laba bersih adalah jumlah uang yang tersisa setelah semua biaya dan pajak dikurangi dari total pendapatan.

2. Ketahui Jumlah Saham yang Beredar 

Setelah itu, kamu perlu mengetahui jumlah saham yang beredar. Ini bisa ditemukan dalam laporan keuangan atau di situs web resmi perusahaan. Jumlah saham yang beredar adalah total saham yang dimiliki oleh semua pemegang saham, termasuk saham yang dimiliki oleh institusi dan individu.

3. Gunakan Rumus EPS 

Setelah kamu memiliki angka laba bersih dan jumlah saham yang beredar, gunakan rumus berikut untuk menghitung EPS:

EPS = Laba Bersih / Jumlah Saham yang Beredar​

Dengan membagi laba bersih dengan jumlah saham yang beredar, kamu akan mendapatkan EPS.

Contoh Penghitungan Earning Per Share (EPS)

Agar lebih mudah dipahami, mari kita lihat contoh konkret dari penghitungan Earning Per Share (EPS). Misalkan kita memiliki data keuangan dari perusahaan XYZ berikut:

  • Laba Bersih (Net Income): Rp50.000.000
  • Jumlah Saham yang Beredar: 10.000 saham

Langkah-langkah penghitungan EPS adalah sebagai berikut:

1. Menentukan Laba Bersih 

Pertama, kita sudah memiliki laba bersih sebesar Rp50.000.000 dari laporan keuangan perusahaan XYZ.

2. Menentukan Jumlah Saham yang Beredar 

Kemudian, kita ketahui bahwa jumlah saham yang beredar adalah 10.000 saham.

3. Menggunakan Rumus EPS 

Selanjutnya, kita gunakan rumus EPS:

EPS = Rp50.000.000 / 10.000 saham = Rp5.000

Jadi, EPS dari perusahaan XYZ adalah Rp5.000. Artinya, untuk setiap saham yang beredar, perusahaan XYZ menghasilkan laba sebesar Rp 5.000. Dengan mengetahui EPS, kamu bisa membandingkan profitabilitas perusahaan XYZ dengan perusahaan lain atau dengan kinerja perusahaan itu sendiri di periode sebelumnya.

Membeli Aset Kripto dengan Aplikasi Reku

Sekarang kamu bisa membeli Bitcoin, Ethereum, dan crypto lainnya aplikasi Reku. Aplikasi ini memungkinkan investor untuk membeli crypto secara online dengan aman dan mudah karena diawasi oleh BAPPEBTI.

Langkah-langkah Membeli Aset Kripto di Reku

  1. Unduh dan Daftar: Unduh aplikasi Reku dan lakukan pendaftaran dengan mengikuti petunjuk yang ada.
  2. Verifikasi Akun: Lakukan verifikasi akun kurang dari 5 menit, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Deposit Rupiah: Lakukan deposit dalam bentuk Rupiah ke aplikasi Reku. Kamu bisa melakukan transfer dari berbagai bank dan e-wallet, seperti BCA, Mandiri, CIMB Niaga, OVO, Dana, dan lain-lain.
  4. Pilih Aset Kripto: Cari crypto yang ingin kamu beli dari 100+ daftar aset kripto yang dimiliki Reku.
  5. Beli Crypto: Lakukan pembelian dengan mode Pro maupun Lightning sesuai preferensimu.

Foto diambil dari Freepik.