Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
8 ETF Terbaik untuk Jangka Panjang dan Cara Memilihnya
Saham
Bagikan!

8 ETF Terbaik untuk Jangka Panjang dan Cara Memilihnya

26 October 2026
6 menit membaca
8 ETF Terbaik untuk Jangka Panjang dan Cara Memilihnya

ETF terbaik untuk jangka panjang umumnya adalah ETF indeks yang terdiversifikasi luas dan berbiaya rendah, seperti SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY), Vanguard Total Stock Market ETF (VTI), dan Invesco QQQ Trust (QQQ). Untuk melengkapi portofolio, kamu juga bisa menambahkan ETF pasar internasional, obligasi, dan emas.

ETF cocok untuk investasi jangka panjang karena kamu tidak perlu memilih saham satu per satu. Cukup dengan beberapa ETF, portofoliomu sudah bisa tersebar ke ratusan hingga ribuan perusahaan dari berbagai sektor dan negara.

Kenapa ETF Cocok untuk Investasi Jangka Panjang?

ETF indeks bekerja secara pasif dengan mengikuti indeks acuan, sehingga biaya pengelolaannya cenderung lebih rendah dibandingkan produk yang dikelola aktif. Dalam jangka panjang, selisih biaya yang kecil ini bisa berdampak besar pada hasil investasi karena efek bunga majemuk.

  • Diversifikasi instan dalam satu transaksi.
  • Biaya pengelolaan relatif rendah.
  • Transparan, karena isi portofolio mengikuti indeks yang jelas.
  • Likuid, karena diperdagangkan di bursa layaknya saham.

Jika kamu masih menimbang antara ETF dan reksa dana, keduanya sama-sama menawarkan diversifikasi. Namun, ada perbedaan ETF dan reksadana dari sisi cara transaksi, biaya, dan likuiditas yang perlu kamu pertimbangkan.

Ciri ETF yang Layak untuk Jangka Panjang

Tidak semua ETF cocok disimpan bertahun-tahun. ETF yang layak untuk jangka panjang umumnya memiliki ciri berikut:

  • Mengikuti indeks yang luas dan sudah teruji, bukan tema yang sedang tren sesaat.
  • Memiliki biaya pengelolaan yang rendah.
  • Dana kelolaannya besar dan likuiditasnya tinggi.
  • Dikelola oleh penerbit ETF yang berpengalaman dan memiliki rekam jejak panjang.

Daftar ETF Terbaik untuk Jangka Panjang

Berikut delapan ETF yang bisa kamu pertimbangkan untuk portofolio jangka panjang. Semuanya tersedia di Reku dan mewakili peran yang berbeda dalam portofolio.

1. SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY)

SPY mengikuti indeks S&P 500 yang berisi sekitar 500 perusahaan besar di Amerika Serikat. Diluncurkan pada 1993, SPY merupakan ETF pertama yang tercatat di bursa AS dan hingga kini menjadi salah satu ETF paling likuid di dunia. ETF ini cocok sebagai fondasi portofolio.

2. Vanguard Total Stock Market ETF (VTI)

VTI mengikuti indeks CRSP US Total Market yang mencakup hampir seluruh saham di pasar Amerika Serikat, dari perusahaan besar hingga kecil. Dengan satu ETF, kamu mendapatkan eksposur ke ribuan saham sekaligus.

3. Invesco QQQ Trust (QQQ)

QQQ mengikuti indeks Nasdaq-100 yang berisi 100 perusahaan nonkeuangan terbesar di bursa Nasdaq. Portofolionya didominasi sektor teknologi, sehingga potensi pertumbuhannya tinggi, tetapi volatilitasnya juga lebih besar. Secara singkat, ETF QQQ cocok untuk kamu yang ingin porsi lebih besar di saham teknologi.

4. Schwab U.S. Large-Cap Growth ETF (SCHG)

SCHG berfokus pada saham perusahaan besar Amerika Serikat dengan karakter pertumbuhan. ETF ini bisa menjadi pelengkap jika kamu ingin menambah eksposur pada perusahaan yang pendapatannya tumbuh cepat, dengan biaya pengelolaan yang tergolong rendah.

5. Vanguard FTSE Developed Markets ETF (VEA)

VEA memberikan eksposur ke saham-saham di negara maju di luar Amerika Serikat, seperti Jepang, Inggris, dan negara-negara Eropa. ETF ini membantu menyeimbangkan portofolio agar tidak hanya bergantung pada pasar AS.

6. Vanguard FTSE Emerging Markets ETF (VWO)

VWO berisi saham dari negara berkembang, seperti China, India, Taiwan, dan Brasil. Potensi pertumbuhannya menarik, tetapi risikonya juga lebih tinggi karena dipengaruhi kondisi politik dan nilai tukar di negara-negara tersebut.

7. Vanguard Total Bond Market ETF (BND)

BND berisi obligasi berperingkat investasi di Amerika Serikat, termasuk obligasi pemerintah dan korporasi. ETF obligasi ini berfungsi sebagai penyeimbang ketika pasar saham sedang bergejolak.

8. SPDR Gold Shares (GLD)

GLD adalah ETF yang didukung emas fisik dan harganya mengikuti pergerakan emas dunia. Emas sering dipakai sebagai lindung nilai saat terjadi ketidakpastian ekonomi, sehingga GLD bisa menjadi diversifikasi di luar saham dan obligasi.

ETFPeran dalam Portofolio
SPYFondasi, saham besar AS
VTIFondasi, seluruh pasar saham AS
QQQPertumbuhan, dominan teknologi
SCHGPertumbuhan, saham besar AS
VEADiversifikasi negara maju
VWODiversifikasi negara berkembang
BNDPenyeimbang, obligasi
GLDLindung nilai, emas

Cara Memilih ETF untuk Jangka Panjang

Agar pilihanmu sesuai kebutuhan, perhatikan beberapa hal berikut:

  1. Tentukan tujuan dan jangka waktu investasi, misalnya dana pensiun atau dana pendidikan.
  2. Sesuaikan dengan profil risiko. Semakin panjang jangka waktunya, umumnya semakin besar ruang untuk porsi saham.
  3. Perhatikan biaya pengelolaan atau expense ratio setiap ETF.
  4. Cek likuiditas dan ukuran dana ETF.
  5. Hindari tumpang tindih. Misalnya, SPY dan VTI memiliki banyak saham yang sama, sehingga kamu tidak perlu memiliki keduanya dalam porsi besar.

Strategi Investasi ETF Jangka Panjang

Memilih ETF yang tepat baru langkah awal. Agar hasilnya optimal, kamu juga perlu strategi yang konsisten.

Investasi Rutin dengan DCA

Strategi dollar cost averaging (DCA) dilakukan dengan membeli ETF secara berkala dengan nominal yang sama. Cara ini membantu kamu tetap disiplin tanpa harus menebak waktu terbaik untuk masuk pasar.

Rebalancing Berkala

Seiring waktu, porsi setiap ETF bisa bergeser karena perbedaan kinerja. Lakukan penyesuaian ulang secara berkala, misalnya setahun sekali, agar komposisi portofolio tetap sesuai rencana.

Tetap Tenang Saat Pasar Turun

Penurunan pasar adalah hal yang wajar dalam investasi jangka panjang. Daripada panik menjual, gunakan momen tersebut untuk mengevaluasi portofolio dan tetap konsisten dengan rencana awal.

Contoh Komposisi Portofolio Sederhana

Sebagai ilustrasi, investor dengan profil risiko moderat bisa mengombinasikan ETF saham AS sebagai inti, ETF internasional sebagai pelengkap, serta ETF obligasi dan emas sebagai penyeimbang. Komposisi pastinya perlu disesuaikan dengan tujuan dan toleransi risiko masing-masing.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Beberapa kesalahan berikut sering membuat hasil investasi jangka panjang kurang optimal:

  • Terlalu sering jual beli karena terpengaruh pergerakan harga harian.
  • Memilih ETF hanya berdasarkan kinerja tahun lalu.
  • Menaruh seluruh dana pada satu sektor, misalnya hanya ETF teknologi.
  • Mengabaikan biaya pengelolaan yang terlihat kecil tetapi terus memotong imbal hasil setiap tahun.

Risiko ETF untuk Jangka Panjang

Investasi jangka panjang tetap memiliki risiko yang perlu kamu pahami:

  • Risiko pasar, karena harga ETF ikut turun saat indeks acuannya melemah.
  • Risiko kurs, karena ETF Amerika diperdagangkan dalam dolar AS.
  • Tracking error, yaitu selisih kinerja ETF dengan indeks acuannya.
  • Risiko konsentrasi sektor, terutama pada ETF seperti QQQ.

Dimana Beli ETF untuk Jangka Panjang di Indonesia?

Aplikasi Reku bisa jadi pilihan terbaik untuk investasi ETF jangka panjang dan saham Amerika di Indonesia. Seluruh ETF dalam daftar ini, mulai dari SPY, VTI, QQQ, SCHG, VEA, VWO, BND, hingga GLD, tersedia di menu Saham AS dan bisa kamu beli mulai dari $1.

Untuk strategi jangka panjang, kamu bisa membeli ETF secara bertahap sesuai kemampuan, bahkan dalam pecahan unit. Reku juga menyediakan fitur Trading 24 Jam yang memungkinkan transaksi saham AS hampir tanpa henti dari Senin pukul 07.00 WIB hingga Sabtu pukul 07.00 WIB menggunakan limit order.

FAQ Seputar ETF Terbaik untuk Jangka Panjang

ETF apa yang paling cocok untuk jangka panjang?

ETF indeks yang terdiversifikasi luas, seperti SPY atau VTI, sering dipilih sebagai fondasi portofolio jangka panjang karena mencakup banyak perusahaan dengan biaya relatif rendah.

Apakah ETF aman untuk investasi jangka panjang?

ETF tetap memiliki risiko pasar, tetapi diversifikasinya membuat risiko lebih tersebar dibandingkan membeli satu saham saja.

Berapa lama sebaiknya menyimpan ETF?

Banyak investor menggunakan horizon minimal lima tahun untuk ETF saham agar punya cukup waktu melewati fluktuasi pasar jangka pendek.

Apakah perlu membeli banyak ETF sekaligus?

Tidak perlu. Dua hingga empat ETF dengan peran berbeda umumnya sudah cukup untuk membangun portofolio yang terdiversifikasi.

Apa bedanya SPY dan VTI?

SPY hanya berisi sekitar 500 perusahaan besar di indeks S&P 500, sedangkan VTI mencakup hampir seluruh pasar saham AS, termasuk perusahaan menengah dan kecil.

Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan edukasi, bukan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual aset tertentu. Investasi memiliki risiko, jadi pastikan kamu melakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan.

Nico R. K
PenulisNico R. KSeorang content writer berpengalaman 5+ tahun membuat artikel seputar crypto, saham, investasi, dan finansial di Reku.
Bagikan!
Artikel Terkait
    Mengenal ETF Syariah US dari Ciri dan Contohnya
  1. Mengenal ETF Syariah US dari Ciri dan Contohnya
  2. 26 October 2026
    1 menit membaca
    Saham
    Bingung Beli ETF US Dimana? Ini Platform Aman dan Tepercaya untuk Pemula
  3. Bingung Beli ETF US Dimana? Ini Platform Aman dan Tepercaya untuk Pemula
  4. 25 October 2026
    1 menit membaca
    Saham
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku