ETF syariah US adalah ETF yang tercatat di bursa Amerika Serikat dan hanya berisi aset yang lolos penyaringan prinsip syariah, misalnya tidak bergerak di bisnis alkohol, judi, atau keuangan berbasis bunga. Contoh yang cukup dikenal adalah SPUS, HLAL, dan SPSK.
Buat kamu yang ingin berinvestasi di pasar saham Amerika tapi tetap menjaga prinsip investasi syariah, ETF jenis ini bisa jadi jalan tengah. Artikel ini akan membahas pengertiannya, cara kerja screening syariah, contoh produknya, sampai hal yang perlu kamu cek sebelum memilih.
Apa itu ETF Syariah?
Sebelum membahas contoh produknya, kamu perlu memahami dulu konsep dasar ETF syariah. Pemahaman ini akan memudahkan kamu membedakannya dengan ETF pada umumnya.
Secara sederhana, ETF syariah adalah ETF yang komposisi asetnya dipilih berdasarkan kriteria syariah. Sama seperti ETF biasa, produk ini diperdagangkan di bursa dan harganya bergerak sepanjang jam perdagangan. Perbedaannya ada pada proses seleksi, karena ETF syariah biasanya mengikuti indeks syariah tertentu dan diawasi oleh dewan atau penasihat syariah yang menentukan aset mana saja yang boleh masuk.
Perbedaan ETF Syariah dan ETF Konvensional
Sekilas, ETF syariah dan ETF konvensional terlihat sama karena keduanya diperdagangkan di bursa dan berisi sekumpulan aset. Namun, ada sejumlah perbedaan mendasar yang perlu kamu pahami berikut ini.
- Komposisi aset: ETF konvensional bisa berisi saham dari sektor apa pun, termasuk bank konvensional dan perusahaan minuman beralkohol, sedangkan ETF syariah menyaring keluar bisnis yang tidak sesuai syariah.
- Indeks acuan: ETF syariah mengikuti indeks syariah, sementara ETF konvensional mengikuti indeks umum tanpa penyaringan syariah.
- Struktur keuangan: ETF syariah membatasi utang berbasis bunga dan pendapatan non-halal perusahaan di dalamnya, sedangkan ETF konvensional tidak.
- Pengawasan: ETF syariah umumnya diawasi oleh dewan atau penasihat syariah, sementara ETF konvensional tidak.
- Purifikasi: ETF syariah umumnya punya mekanisme pembersihan (purifikasi) atas pendapatan yang tidak halal dalam porsi kecil.
- Sebaran sektor: karena sektor keuangan dikeluarkan, ETF syariah cenderung lebih berat di sektor teknologi.
- Biaya dan likuiditas: ETF syariah umumnya punya biaya lebih tinggi dan dana kelolaan lebih kecil.
| Aspek | ETF Syariah | ETF Konvensional |
| Komposisi aset | Hanya perusahaan yang lolos screening syariah | Semua sektor, termasuk bank dan alkohol |
| Indeks acuan | Indeks syariah | Indeks umum |
| Batas utang dan pendapatan non-halal | Ada ambang batas | Tidak ada |
| Pengawasan syariah | Dewan atau penasihat syariah | Tidak ada |
| Purifikasi pendapatan | Umumnya ada | Tidak ada |
| Sebaran sektor | Cenderung berat di teknologi | Lebih merata mengikuti pasar |
| Biaya dan likuiditas | Biaya lebih tinggi, likuiditas lebih kecil | Biaya lebih rendah, likuiditas lebih besar |
Bagaimana Sebuah ETF Disebut Syariah?
Label syariah pada sebuah ETF tidak diberikan begitu saja. Untuk masuk kategori ETF saham syariah, perusahaan di dalamnya harus lolos dua tahap penyaringan utama yang dilakukan oleh penyusun indeks.
Screening Bisnis
Tahap pertama melihat jenis usaha perusahaan. Perusahaan yang pendapatan utamanya berasal dari bisnis berikut biasanya dikeluarkan:
- Bank dan lembaga keuangan berbasis bunga.
- Asuransi konvensional.
- Produksi atau distribusi alkohol dan produk babi.
- Perjudian dan kasino.
- Hiburan dewasa.
- Tembakau dan, pada sebagian standar, industri senjata.
Screening Rasio Keuangan
Lolos dari sisi jenis bisnis saja belum cukup. Tahap kedua melihat struktur keuangan perusahaan untuk memastikan ketergantungannya pada bunga tetap kecil.
Perusahaan dengan utang berbasis bunga yang terlalu besar, atau pendapatan non-halal di atas batas tertentu, akan dikeluarkan dari indeks. Batas persisnya berbeda tergantung standar yang dipakai penyusun indeks. Karena itu, dua ETF syariah bisa punya isi yang sedikit berbeda meski sama-sama mengikuti pasar Amerika.
Apakah ETF Amerika Halal?
Pertanyaan apakah ETF Amerika halal cukup sering muncul di kalangan investor Muslim yang mulai melirik investasi saham Amerika. Jawabannya tidak bisa disamaratakan, karena semuanya bergantung pada isi ETF tersebut.
ETF konvensional seperti ETF S&P 500 berisi bank, asuransi, dan sektor lain yang tidak lolos screening syariah, sehingga tidak tergolong syariah. Sementara itu, ETF yang memang dirancang mengikuti indeks syariah bisa menjadi alternatif bagi investor Muslim. Tetap saja, keputusan akhir kembali pada keyakinan dan rujukan fatwa yang kamu pegang, jadi tidak ada salahnya berkonsultasi dengan ahli syariah.
ETF Syariah Apa Saja yang Ada di Pasar AS?
Kalau kamu bertanya ETF syariah apa saja yang tersedia di bursa Amerika, ada beberapa produk yang cukup dikenal. Berikut tiga contohnya, masing-masing dengan indeks acuan dan jenis aset yang berbeda.
Perlu dicatat, ketiga ETF ini tidak tersedia di aplikasi Reku, sehingga pembahasan berikut bersifat edukasi.
SPUS (SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF)
SPUS merupakan salah satu ETF syariah yang cukup populer di kalangan investor Muslim. ETF ini dikelola oleh SP Funds dan berbasis indeks saham besar.
ETF SPUS mengikuti versi syariah dari indeks S&P 500. Artinya, isinya diambil dari perusahaan besar AS, lalu disaring dengan kriteria syariah sehingga bank, asuransi konvensional, dan sektor non-halal lainnya tidak ikut masuk. Karena sektor keuangan dikeluarkan, porsi saham teknologi di SPUS cenderung lebih besar dibandingkan S&P 500 biasa, sehingga kinerjanya bisa berbeda cukup jauh dari indeks induknya.
HLAL (Wahed FTSE USA Shariah ETF)
HLAL adalah ETF syariah yang dikelola oleh Wahed. Produk ini sering dibandingkan dengan SPUS karena sama-sama berfokus pada saham perusahaan Amerika.
HLAL mengikuti indeks syariah FTSE untuk pasar saham Amerika, dengan cakupan perusahaan AS yang lolos screening syariah. Perbedaannya ada pada penyusun indeks dan standar screening yang dipakai, sehingga komposisi dan bobot sahamnya tidak persis sama dengan SPUS.
SPSK (SP Funds Dow Jones Global Sukuk ETF)
Tidak semua ETF syariah berisi saham. SPSK hadir sebagai pilihan bagi investor yang mencari instrumen syariah berbasis pendapatan tetap.
Berbeda dari dua ETF sebelumnya, SPSK berisi sukuk atau obligasi syariah global, bukan saham. ETF ini bisa jadi pilihan untuk kamu yang ingin porsi pendapatan tetap dalam portofolio syariah.
Kelebihan dan Risiko ETF Syariah US
Seperti instrumen investasi lainnya, ETF syariah US punya sisi positif dan sisi yang perlu diwaspadai. Sebelum memutuskan, pahami dulu kedua sisinya.
Kelebihan
ETF syariah US menawarkan beberapa keuntungan dibandingkan menyusun portofolio syariah sendiri. Berikut kelebihan utamanya.
- Memberi akses ke perusahaan global dengan tetap menjaga prinsip syariah.
- Terdiversifikasi, sehingga risikonya lebih tersebar dibandingkan membeli satu saham.
- Proses screening sudah dilakukan oleh penyusun indeks, jadi kamu tidak perlu menyaring sendiri.
Risiko
Di balik kelebihannya, ada risiko yang tetap perlu kamu perhitungkan. Berikut beberapa risiko yang paling umum.
- Konsentrasi sektor, karena pengecualian sektor keuangan membuat porsi teknologi lebih besar.
- Biaya pengelolaan cenderung lebih tinggi dibandingkan ETF indeks konvensional besar.
- Likuiditas umumnya lebih kecil dibandingkan ETF raksasa seperti SPY.
- Risiko kurs, karena diperdagangkan dalam dolar AS.
Siapa yang Cocok Berinvestasi di ETF Syariah US?
Setiap investor punya tujuan yang berbeda. ETF syariah US bisa jadi pilihan menarik untuk beberapa tipe investor berikut:
- Investor Muslim yang ingin eksposur ke pasar saham global tanpa harus menyaring saham satu per satu.
- Investor jangka panjang yang ingin diversifikasi aset ke mata uang dolar AS.
- Pemula yang belum punya waktu atau pengetahuan untuk menganalisis laporan keuangan setiap perusahaan.
- Investor yang sudah punya portofolio syariah di dalam negeri dan ingin menambah porsi aset luar negeri.
Berapa Porsi yang Ideal?
Pertanyaan berikutnya biasanya soal porsi. Tidak ada angka baku, karena porsinya bergantung pada tujuan, jangka waktu, dan profil risikomu.
Banyak investor memulai dengan porsi kecil dulu, lalu menambahnya secara bertahap setelah memahami pergerakan harganya. Strategi membeli rutin dengan nominal tetap setiap bulan juga bisa membantu kamu mengurangi dampak naik turunnya harga dalam jangka pendek.
Cara Memilih ETF Syariah US
Setiap ETF syariah punya karakter yang berbeda, meski sama-sama berisi perusahaan dari bursa Amerika. Berikut beberapa hal yang bisa kamu cek sebelum memilih ETF syariah:
- Indeks yang diikuti dan standar syariah yang dipakai.
- Keberadaan dewan atau penasihat syariah yang mengawasi.
- Expense ratio dan perbandingannya dengan ETF serupa.
- Komposisi sektor dan sepuluh saham terbesar di dalamnya.
- Dana kelolaan dan volume perdagangan harian.
- Ketersediaannya di platform investasi yang kamu gunakan.
Saham Syariah Luar Negeri Satuan untuk Alternatif
Kalau ETF syariah US yang kamu incar tidak tersedia di platformmu, kamu masih bisa membangun portofolio syariah sendiri lewat saham satuan. Caranya dengan memilih perusahaan yang memenuhi kriteria saham syariah, baik dari sisi jenis bisnis maupun rasio keuangannya. Pilihannya pun cukup banyak, karena ada sejumlah saham luar negeri syariah yang bisa jadi titik awal portofoliomu.
Cara Memilih Saham Syariah Sendiri
Menyaring saham sendiri memang butuh usaha lebih. Jika memilih jalur ini, kamu bisa mengikuti langkah berikut:
- Pastikan bisnis utama perusahaan tidak termasuk sektor yang dikecualikan.
- Cek rasio utang berbasis bunga terhadap total aset atau kapitalisasi pasar.
- Perhatikan porsi pendapatan non-halal dalam laporan keuangan.
- Bandingkan dengan daftar konstituen ETF atau indeks syariah sebagai acuan.
- Tinjau ulang secara berkala, karena status syariah sebuah saham bisa berubah.
Dimana Beli Saham Amerika untuk Portofolio Syariah di Indonesia?
Aplikasi Reku bisa jadi pilihan terbaik untuk menyusun portofolio saham Amerika sesuai prinsip syariah secara mandiri. Sebagai aplikasi saham Amerika yang terlisensi dan diawasi regulator, Reku menyediakan 600+ saham dan ETF Amerika yang bisa dibeli mulai dari $1 dengan fractional share, termasuk saham perusahaan terkenal seperti Apple, Nike, dan Starbucks.
Sebelum membeli, pelajari dulu pembahasan apakah saham Apple halal dan terapkan kriteria screening di atas pada setiap saham pilihanmu. Selain saham, Reku juga bisa kamu gunakan sebagai aplikasi crypto untuk aset seperti BTC, jadi pastikan kamu selalu mengecek kesesuaian setiap aset dengan prinsip syariah yang kamu pegang.
FAQ Seputar ETF Syariah US
Masih ada beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar ETF syariah US. Berikut jawaban singkatnya untuk membantu kamu.
Apa yang dimaksud dengan ETF syariah?
ETF syariah adalah ETF yang hanya berisi aset yang lolos penyaringan prinsip syariah, baik dari sisi jenis bisnis maupun struktur keuangan perusahaannya.
Apa itu ETF SPUS?
SPUS adalah ETF yang mengikuti versi syariah dari indeks S&P 500, sehingga isinya perusahaan besar AS yang lolos screening syariah.
Apakah semua ETF Amerika halal?
Tidak. ETF konvensional umumnya berisi sektor yang tidak sesuai syariah, seperti bank konvensional. Hanya ETF yang mengikuti indeks syariah yang dirancang memenuhi kriteria tersebut.
Apa beda ETF saham syariah dan sukuk ETF?
ETF saham syariah berisi saham perusahaan yang lolos screening syariah, sedangkan sukuk ETF berisi obligasi syariah yang memberi pendapatan lebih stabil.
Apakah dividen ETF syariah perlu dibersihkan?
Sebagian investor melakukan purifikasi, yaitu menyedekahkan porsi kecil dividen yang berasal dari pendapatan non-halal perusahaan. Ketentuannya bisa berbeda tergantung rujukan yang kamu pakai.
Apakah ETF syariah US cocok untuk pemula?
Cocok, selama kamu memahami risikonya. Karena proses screening sudah dilakukan penyusun indeks, pemula tidak perlu menganalisis kesesuaian syariah setiap perusahaan secara mandiri. Mulailah dengan nominal kecil sambil mempelajari pergerakan harganya.

