15 Film Tentang Saham Wajib Tonton untuk Belajar Investasi
Dunia saham dan pasar finansial sering kali terlihat rumit bagi orang yang baru mulai mengenalnya. Namun, kamu bisa mendapatkan gambaran mengenai dunia investasi dari berbagai film yang mengangkat cerita tentang investor, trader, broker, perusahaan, hingga krisis keuangan.
Film tentang saham tidak hanya menyajikan cerita mengenai keuntungan. Beberapa di antaranya juga memperlihatkan risiko, tekanan psikologis, konflik kepentingan, hingga bagaimana keputusan finansial dapat memberikan dampak besar. Meski begitu, film tetap merupakan hiburan sehingga tidak semua strategi atau perilaku yang ditampilkan dapat dijadikan acuan investasi.
Jika kamu tertarik mengenal dunia saham melalui tontonan, berikut 15 film yang bisa masuk ke watchlist.
15 Film tentang Saham yang Bisa Kamu Tonton
Daftar berikut mencakup film fiksi, dokumenter, dan drama yang memiliki kaitan dengan saham, trading, pasar finansial, perusahaan publik, atau krisis keuangan.
1. Dumb Money (2023)
Dumb Money mengangkat kisah fenomena GameStop yang terjadi pada 2021, ketika investor ritel membeli saham GameStop dalam jumlah besar dan menyebabkan pergerakan harga yang sangat signifikan.
Film ini menarik karena memperlihatkan bagaimana investor ritel, media sosial, platform trading, dan sentimen pasar dapat berinteraksi dalam sebuah fenomena pasar. Bagi kamu yang tertarik dengan perkembangan investasi ritel modern, film ini cukup relevan untuk ditonton.
2. The Big Short (2015)
The Big Short menceritakan sekelompok investor yang menyadari adanya masalah serius dalam pasar perumahan Amerika Serikat sebelum krisis finansial 2008.
Film ini menjelaskan konsep finansial yang cukup kompleks dengan cara yang relatif mudah dipahami. Kamu juga bisa melihat bagaimana analisis terhadap data dan kondisi pasar dapat menghasilkan keputusan investasi yang berbeda dari mayoritas pelaku pasar.
3. The Wolf of Wall Street (2013)
The Wolf of Wall Street mengikuti kisah Jordan Belfort, seorang broker saham yang membangun perusahaan pialang dan memperoleh kekayaan melalui praktik penjualan saham yang agresif.
Selain menggambarkan kehidupan broker, film ini memperlihatkan sisi gelap industri keuangan, termasuk manipulasi, konflik kepentingan, dan perilaku berlebihan dalam mengejar keuntungan.
4. Wall Street (1987)
Wall Street merupakan salah satu film klasik yang sering dikaitkan dengan dunia pasar modal. Ceritanya mengikuti Bud Fox, seorang broker muda yang ingin sukses dan kemudian berada di bawah pengaruh Gordon Gekko.
Film ini membahas ambisi, keserakahan, etika bisnis, dan keputusan investasi. Karena itu, Wall Street tetap relevan bagi siapa saja yang ingin melihat bagaimana tekanan untuk memperoleh keuntungan dapat memengaruhi keputusan seseorang.
5. Wall Street: Money Never Sleeps (2010)
Film ini merupakan kelanjutan dari Wall Street dan kembali membawa karakter Gordon Gekko ke dalam cerita yang berlatar kondisi pasar menjelang krisis finansial 2008.
Selain membahas investasi dan pasar modal, film ini memperlihatkan hubungan antara keputusan finansial, perusahaan, dan kondisi ekonomi yang lebih luas.
6. Margin Call (2011)
Margin Call berlangsung selama periode sekitar 24 jam ketika sebuah perusahaan investasi menemukan adanya masalah besar dalam portofolionya.
Film ini berfokus pada proses pengambilan keputusan ketika para profesional keuangan harus menghadapi potensi kerugian dalam jumlah besar. Ceritanya cocok untuk kamu yang ingin melihat sisi tekanan dan risiko dalam industri finansial.
7. Boiler Room (2000)
Boiler Room menceritakan seorang pemuda yang bergabung dengan perusahaan broker dan mulai menjual saham melalui teknik penjualan yang sangat agresif.
Film ini menunjukkan bagaimana tekanan penjualan dan teknik persuasi dapat memengaruhi keputusan calon investor. Dari sudut pandang investor, ceritanya juga menjadi pengingat untuk tidak membeli aset hanya karena mendapatkan rekomendasi atau dorongan dari pihak lain.
8. Trading Places (1983)
Trading Places mengambil latar dunia perdagangan komoditas dan futures. Ceritanya mengikuti dua orang yang kehidupannya berubah akibat sebuah eksperimen yang melibatkan informasi dan pasar komoditas.
Walaupun bukan film yang secara khusus membahas saham, Trading Places memberikan gambaran mengenai mekanisme perdagangan, spekulasi, dan bagaimana informasi dapat memengaruhi keputusan pelaku pasar.
9. Rogue Trader (1999)
Rogue Trader diangkat dari kisah nyata Nick Leeson, seorang trader yang melakukan transaksi spekulatif dan menyembunyikan kerugian yang terus membesar.
Film ini menunjukkan bagaimana pengambilan risiko yang tidak terkendali dapat memberikan konsekuensi besar bagi institusi keuangan. Ceritanya juga memperlihatkan pentingnya pengawasan dan manajemen risiko dalam aktivitas trading.
10. Inside Job (2010)
Inside Job merupakan film dokumenter mengenai krisis finansial global 2008. Film ini membahas berbagai faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya krisis, termasuk industri keuangan, regulasi, dan sistem ekonomi.
Bagi investor, dokumenter ini dapat memberikan konteks yang lebih luas mengenai bagaimana kondisi sektor finansial dapat memengaruhi pasar dan perekonomian.
11. Enron: The Smartest Guys in the Room (2005)
Dokumenter ini membahas skandal Enron, perusahaan energi Amerika Serikat yang mengalami keruntuhan setelah terungkapnya berbagai masalah dalam praktik bisnis dan pelaporan keuangannya.
Film ini relevan bagi investor karena memperlihatkan pentingnya memahami kondisi perusahaan sebelum membeli saham. Laporan dan informasi perusahaan dapat menjadi bagian penting dalam proses analisis investasi.
12. Too Big to Fail (2011)
Too Big to Fail mengambil latar krisis finansial 2008 dan menggambarkan berbagai keputusan yang dibuat oleh pemerintah serta pelaku industri keuangan ketika sistem finansial menghadapi tekanan besar.
Film ini lebih banyak berfokus pada institusi keuangan dan kebijakan ekonomi dibandingkan aktivitas investor individu. Namun, ceritanya dapat membantu kamu memahami bahwa pergerakan pasar tidak selalu berdiri sendiri dan dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang lebih luas.
13. Equity (2016)
Equity berfokus pada seorang investment banker yang sedang menangani proses initial public offering atau IPO sebuah perusahaan teknologi.
Film ini memberikan gambaran mengenai dunia investment banking, proses membawa perusahaan ke pasar saham, serta berbagai kepentingan yang dapat muncul di balik sebuah transaksi finansial.
14. A Gilded Game (2025)
A Gilded Game merupakan film yang mengambil latar dunia pasar finansial dan IPO. Ceritanya mengikuti seorang pegawai baru yang belajar dari seorang ahli pasar finansial sebelum terlibat dalam transaksi yang berisiko tinggi.
Film ini dapat menjadi pilihan bagi kamu yang ingin menambahkan tontonan bertema pasar finansial yang lebih baru ke dalam daftar watchlist.
15. BlackBerry (2023)
BlackBerry menceritakan perjalanan perusahaan teknologi yang pernah menjadi salah satu pemain besar di industri telepon seluler.
Film ini tidak secara langsung membahas trading saham seperti Dumb Money atau The Wolf of Wall Street. Namun, ceritanya relevan dari sisi bisnis dan perusahaan karena memperlihatkan bagaimana strategi perusahaan, persaingan, inovasi, dan perubahan pasar dapat memengaruhi keberlangsungan sebuah bisnis.
Bagi investor saham, memahami perkembangan bisnis perusahaan juga penting karena harga saham pada akhirnya berkaitan dengan ekspektasi pasar terhadap perusahaan tersebut.
Apa yang Bisa Dipelajari dari Film tentang Saham?
Menonton film bertema investasi bisa menjadi cara yang menarik untuk mengenal berbagai fenomena di pasar. Namun, ada beberapa pelajaran yang bisa kamu jadikan bahan pertimbangan.
Risiko Tidak Bisa Dipisahkan dari Investasi
Film tentang saham sering memperlihatkan karakter yang memperoleh keuntungan besar dalam waktu singkat. Di sisi lain, kamu juga bisa melihat bagaimana keputusan yang terlalu berisiko dapat menghasilkan kerugian besar.
Dalam investasi nyata, harga saham dapat bergerak naik dan turun. Karena itu, penting untuk memahami profil risiko dan tidak menggunakan dana yang dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Psikologi Investor Berpengaruh
Ketakutan dan keserakahan sering menjadi tema dalam film tentang pasar finansial. Ketika harga naik, investor dapat terdorong membeli karena takut ketinggalan. Ketika harga turun, kepanikan dapat membuat investor mengambil keputusan secara terburu-buru.
Memahami kondisi psikologis diri sendiri dapat membantu kamu membuat keputusan yang lebih terencana.
Riset Tetap Diperlukan
Beberapa film menggambarkan karakter yang mendapatkan informasi tertentu sebelum mengambil posisi di pasar. Dalam kondisi nyata, investor perlu melakukan riset berdasarkan informasi yang tersedia secara legal dan kredibel.
Untuk saham, beberapa hal yang dapat dipelajari antara lain laporan keuangan, kinerja perusahaan, valuasi, prospek industri, dan risiko bisnis.
Kenali Saham Amerika dan Crypto di Reku
Setelah mengenal dunia investasi melalui film, kamu mungkin tertarik untuk mempelajari aset yang tersedia di pasar global. Selain saham Indonesia, saham Amerika dan crypto juga menjadi pilihan yang dapat dipelajari sesuai kebutuhan dan profil risiko masing-masing.
Melalui Reku, kamu bisa mengakses investasi saham Amerika dan aset crypto dalam satu platform. Dengan akses tersebut, kamu dapat mengenal berbagai aset global tanpa harus menggunakan platform yang berbeda untuk setiap instrumen.
Tetap lakukan riset sebelum berinvestasi dan pahami karakteristik masing-masing aset. Saham Amerika dan crypto memiliki mekanisme serta tingkat risiko yang berbeda, sehingga keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dan kemampuan menanggung risiko.


