MarketTrade
Products
Wallet
Learning Hub
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Blog
Teori
Tutorial
Kamus Kripto
Insider Trading: Cara Kerja, Risiko, dan Cara Menghindarinya!
Teori
Bagikan!

Insider Trading: Cara Kerja, Risiko, dan Cara Menghindarinya!

04 July 2024
6 menit membaca
Insider Trading: Cara Kerja, Risiko, dan Cara Menghindarinya!

Insider trading seringkali terdengar seperti istilah rumit dalam dunia investasi, tetapi memahami apa itu dan bagaimana cara kerjanya sangat penting bagi siapapun yang tertarik pada pasar saham. Artikel ini akan membahas seluk-beluk insider trading, mulai dari cara kerjanya, risiko yang terkait, hingga bagaimana cara menghindarinya. Dengan pemahaman yang tepat, kamu bisa melindungi diri dari praktik ilegal ini dan menjadi investor yang lebih cerdas. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Insider Trading?

Insider trading mungkin terdengar seperti istilah dari film thriller keuangan, tetapi sebenarnya ini adalah konsep yang sangat penting untuk dipahami oleh siapa saja yang terlibat di pasar saham. Pada dasarnya, insider trading adalah praktik membeli atau menjual saham suatu perusahaan berdasarkan informasi material non-publik yang dimiliki oleh individu dalam perusahaan tersebut. Informasi ini bisa berupa rencana merger, laporan keuangan yang belum dirilis, atau perubahan besar lainnya yang dapat mempengaruhi harga saham.

Bagi sebagian orang, insider trading mungkin tampak seperti jalan pintas menuju keuntungan cepat, tetapi praktik ini sangat dilarang dan dapat menimbulkan konsekuensi hukum yang serius. Tidak hanya itu, insider trading juga merusak kepercayaan publik terhadap pasar saham, karena menciptakan ketidakadilan antara mereka yang memiliki akses ke informasi eksklusif dan investor biasa. Memahami apa itu insider trading adalah langkah pertama untuk melindungi diri Kamu dari risiko hukum dan menjaga integritas investasi Kamu.

Bagaimana Cara Kerja Insider Trading?

Insider trading bekerja dengan memanfaatkan akses terhadap informasi penting yang belum tersedia untuk publik. Biasanya, informasi ini dipegang oleh orang dalam perusahaan seperti eksekutif, direktur, atau karyawan yang terlibat dalam operasi sehari-hari perusahaan. Mereka mungkin mengetahui tentang akuisisi yang akan datang, laporan keuangan yang menguntungkan atau merugikan, atau perubahan besar lainnya yang dapat mempengaruhi harga saham perusahaan.

Orang dalam ini kemudian membeli atau menjual saham berdasarkan informasi tersebut sebelum informasi itu diumumkan kepada publik. Misalnya, jika seorang eksekutif mengetahui bahwa perusahaan akan mengumumkan keuntungan besar, mereka mungkin membeli saham sebelum pengumuman, dengan harapan harga saham akan naik setelah informasi tersebut dipublikasikan. Sebaliknya, jika mereka tahu tentang berita buruk yang akan datang, mereka mungkin menjual saham untuk menghindari kerugian. Praktik ini tidak hanya merusak integritas pasar, tetapi juga memberikan keuntungan yang tidak adil kepada mereka yang memiliki akses eksklusif, meninggalkan investor biasa dalam kerugian.

Risiko dan Konsekuensi Insider Trading

Insider trading tidak hanya ilegal tetapi juga berisiko tinggi dan memiliki konsekuensi yang serius. Berikut beberapa risiko dan konsekuensi yang perlu kamu ketahui.

1. Denda dan Hukuman Penjara

Jika tertangkap melakukan insider trading, pelakunya dapat menghadapi denda besar dan hukuman penjara. Otoritas pasar keuangan seperti SEC di Amerika Serikat memiliki kekuatan untuk mengejar dan menuntut individu yang melanggar hukum ini. Selain itu, pengawasan dari otoritas keuangan Indonesia, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), juga sangat ketat. Mereka tidak ragu untuk memberikan sanksi yang berat bagi pelanggar demi menjaga integritas pasar.

2. Kerugian Reputasi

Terlibat dalam insider trading bisa merusak reputasi pribadi dan profesional. Reputasi yang tercemar bisa berdampak negatif pada karir dan hubungan bisnis di masa depan. Sekali nama kamu terkait dengan aktivitas ilegal ini, kepercayaan dari rekan kerja, investor, dan mitra bisnis bisa hilang. Memperbaiki reputasi yang rusak membutuhkan waktu yang lama, dan dalam beberapa kasus, dampaknya bisa bertahan seumur hidup.

3. Sanksi Sipil dan Pidana

Selain hukuman penjara, pelaku insider trading juga bisa menghadapi sanksi sipil yang melibatkan pembayaran ganti rugi kepada pihak yang dirugikan. Sanksi pidana bisa lebih berat, tergantung pada tingkat pelanggarannya. Di Indonesia, sanksi pidana untuk insider trading bisa mencakup penjara hingga bertahun-tahun dan denda yang sangat besar, tergantung pada kerugian yang ditimbulkan oleh tindakan tersebut.

4. Pengawasan Ketat

Terlibat dalam insider trading dapat menyebabkan pengawasan ketat dari regulator pasar dan institusi keuangan. Ini bisa membatasi kemampuan kamu untuk berinvestasi atau bekerja di industri keuangan di masa depan. Institusi keuangan mungkin akan lebih hati-hati dalam berurusan dengan kamu, dan peluang karir di sektor ini bisa menurun drastis. Pengawasan ketat ini bertujuan untuk mencegah pelanggaran berulang dan menjaga stabilitas pasar.

5. Kerugian Finansial

Meskipun tujuan insider trading adalah untuk mendapatkan keuntungan finansial, pelaku bisa saja mengalami kerugian finansial besar jika tertangkap. Denda dan biaya hukum dapat menguras aset pribadi dan bisnis. Selain itu, keuntungan yang diperoleh secara ilegal juga bisa disita oleh pihak berwenang, meninggalkan kamu dengan kerugian yang signifikan. Biaya hukum yang tinggi dan potensi kebangkrutan adalah risiko nyata yang harus dihadapi pelaku insider trading.

Cara Menghindari Insider Trading

Menghindari insider trading adalah kunci untuk menjaga integritas dan kepercayaan dalam pasar keuangan. Berikut beberapa cara yang bisa kamu terapkan untuk memastikan bahwa kamu tidak terlibat dalam praktik ilegal ini.

1. Pahami dan Ikuti Aturan

Pastikan kamu selalu memahami dan mengikuti aturan yang berlaku di pasar keuangan. Pelajari regulasi yang mengatur insider trading di wilayahmu dan patuhi semua ketentuan yang ada. Di Indonesia, misalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki peraturan ketat terkait insider trading yang wajib kamu pahami dan taati. Memahami aturan ini adalah langkah pertama untuk menjaga diri agar tidak terjebak dalam praktik ilegal.

2. Hindari Informasi Non-Publik

Jangan pernah menggunakan informasi material non-publik untuk membuat keputusan investasi. Informasi semacam ini harus dihindari dan tidak boleh digunakan untuk keuntungan pribadi. Jika kamu bekerja di perusahaan yang terdaftar di bursa, penting untuk membedakan antara informasi publik dan non-publik, serta memastikan bahwa keputusan investasimu hanya didasarkan pada informasi yang tersedia untuk umum.

3. Buat Kebijakan Internal

Jika kamu bekerja di perusahaan publik, dorong perusahaan untuk memiliki kebijakan internal yang ketat mengenai insider trading. Kebijakan ini bisa membantu semua karyawan memahami apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak. Misalnya, kebijakan bisa mencakup pelatihan reguler tentang insider trading, prosedur pelaporan informasi material, dan mekanisme pengawasan internal untuk memastikan kepatuhan.

4. Laporan dan Transparansi

Selalu bersikap transparan dalam semua transaksi dan pelaporan. Melaporkan transaksi secara jujur dan terbuka bisa membantu menghindari tuduhan insider trading. Transparansi tidak hanya melindungi kamu dari tuduhan, tetapi juga memperkuat kepercayaan investor dan regulator terhadap perusahaanmu. Pastikan setiap transaksi dicatat dengan jelas dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

5. Konsultasi dengan Ahli Hukum

Jika kamu ragu tentang apakah suatu tindakan bisa dianggap sebagai insider trading atau tidak, konsultasikan dengan ahli hukum atau penasihat keuangan. Mereka bisa memberikan panduan yang tepat untuk menghindari pelanggaran. Konsultasi dengan ahli juga dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana mengidentifikasi dan mengelola risiko terkait insider trading.

Contoh Kasus Insider Trading

Salah satu contoh kasus insider trading yang terkenal dan terbaru melibatkan seorang mantan karyawan perusahaan teknologi besar. Pada tahun 2020, seorang eksekutif senior di Amazon, Laksha Bohra, dituduh menggunakan informasi keuangan internal perusahaan untuk melakukan insider trading. Bohra bekerja di tim keuangan yang memiliki akses ke informasi sensitif tentang pendapatan Amazon sebelum diumumkan kepada publik.

Dengan menggunakan informasi ini, Bohra membeli dan menjual saham Amazon untuk keuntungan pribadi, yang totalnya mencapai ratusan ribu dolar. Investigasi yang dilakukan oleh Securities and Exchange Commission (SEC) mengungkap bahwa Bohra telah melakukan transaksi ilegal ini selama lebih dari dua tahun. SEC menuduhnya melanggar undang-undang insider trading dan meminta pengadilan untuk mengembalikan keuntungan ilegal yang diperolehnya, serta membayar denda yang signifikan.

Kasus ini menunjukkan bagaimana akses ke informasi non-publik bisa disalahgunakan untuk keuntungan pribadi dan menyoroti pentingnya transparansi serta integritas dalam pasar saham. Bohra akhirnya dikenakan sanksi yang berat, termasuk denda besar dan larangan bekerja di perusahaan publik, yang menjadi pelajaran penting bagi semua orang di industri keuangan.

Keamanan Investasimu Prioritas Kami!

Aplikasi Reku tersedia di Android dan App Store. Download untuk mulai investasi lebih dari 100 aset kripto yang terdaftar. Alasan kenapa Reku menjadi pilihan bagi jutaan pengguna di Indonesia:

  • Fee transaksi sangat rendah
  • Tersedia mode Pro dan mode Lightning, cocok untuk segala jenis investor
  • Staking dengan APY hingga 12.5% dan berlisensi BAPPEBTI
  • Bisa mulai dengan modal Rp5.000
  • Analisa setiap minggu dari Crypto Researcher Reku

Tunggu apa lagi? Ayo mulai perjalanan investasimu di Reku sekarang!

Foto diambil dari Freepik.