MarketTrade
Products
Wallet
Learning Hub
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Blog
Teori
Tutorial
Kamus Kripto
Insider Trading: Praktik Ilegal di Balik Transaksi Saham
Teori
Bagikan!

Insider Trading: Praktik Ilegal di Balik Transaksi Saham

21 June 2024
5 menit membaca
Insider Trading: Praktik Ilegal di Balik Transaksi Saham

Dalam dunia investasi, ada banyak istilah yang mengacu pada praktik ilegal yang seringkali menimbulkan kerugian bagi banyak pihak. Salah satu praktik tersebut adalah insider trading. Kamu mungkin pernah mendengar istilah ini, tetapi apa sebenarnya insider trading itu? Kenapa dianggap ilegal, dan bagaimana pengaruhnya terhadap pasar saham? Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang insider trading dari pengertian hingga unsur-unsurnya. 

Apa Itu Insider Trading?

Bayangkan kamu memiliki akses ke rahasia besar sebuah perusahaan yang bisa membuat harga sahamnya melonjak atau anjlok dalam sekejap. Menarik, bukan? Nah, inilah yang terjadi dalam praktik insider trading. Insider trading adalah salah satu praktik ilegal dalam dunia investasi yang sering menimbulkan ketimpangan informasi dan ketidakadilan di pasar saham. Praktik ini terjadi ketika seseorang, biasanya orang dalam perusahaan seperti eksekutif atau karyawan, menggunakan informasi non-publik yang mereka miliki untuk melakukan transaksi jual atau beli saham. Informasi ini sering kali bersifat material dan dapat mempengaruhi harga saham begitu informasi tersebut diketahui publik.

Pada dasarnya, insider trading adalah perdagangan efek (jual atau beli) berdasarkan informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik. Tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan instan atau short swing profit di pasar modal. Ketika orang dalam perusahaan memiliki akses ke informasi penting sebelum orang lain, mereka dapat mengambil keputusan perdagangan yang sangat menguntungkan bagi mereka, tetapi merugikan investor lain yang tidak memiliki akses yang sama.

Praktik ini jelas dilarang oleh undang-undang di banyak negara, termasuk Indonesia. Dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM), disebutkan bahwa “orang dalam” dari emiten atau perusahaan publik yang memiliki informasi orang dalam dilarang melakukan pembelian atau penjualan atas efek dari emiten atau perusahaan publik tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa semua pelaku pasar memiliki akses yang sama terhadap informasi penting dan untuk menjaga integritas pasar modal.

Dengan insider trading, ketimpangan informasi terjadi karena orang dalam perusahaan memiliki akses ke informasi yang belum diketahui oleh publik. Akibatnya, mereka dapat melakukan perdagangan berdasarkan perhitungan yang sangat akurat, sementara investor biasa tidak memiliki kesempatan yang sama. Praktik ini merusak kepercayaan publik terhadap pasar modal dan menghambat terciptanya pasar yang adil dan transparan.

Unsur-Unsur Insider Trading

Ketika mendengar tentang insider trading, mungkin kamu bertanya-tanya bagaimana praktik ini bisa terjadi dan apa saja unsur-unsur yang terlibat di dalamnya. Sebenarnya, ada tiga unsur utama yang memungkinkan terjadinya insider trading, dan semuanya memainkan peran penting dalam praktik ilegal ini. Mari kita telusuri lebih dalam untuk memahami bagaimana semuanya bekerja.

  1. Orang Dalam

Orang dalam adalah kunci utama dalam insider trading. Mereka adalah individu yang memiliki akses langsung ke informasi penting perusahaan sebelum informasi tersebut diumumkan ke publik. Beberapa contoh orang dalam termasuk pemilik saham utama, direktur dan jajaran eksekutif, serta pegawai dengan jabatan tertentu seperti akuntan publik atau konsultan hukum. Mereka memiliki akses istimewa ke informasi internal perusahaan yang dapat memberikan keuntungan signifikan jika digunakan untuk transaksi efek.

  1. Informasi yang Bersifat Rahasia

Informasi yang belum dipublikasikan atau bersifat rahasia adalah komponen kedua yang krusial dalam insider trading. Informasi ini mencakup fakta penting atau peristiwa relevan yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham atau keputusan investasi. Misalnya, rencana merger atau akuisisi, laporan keuangan yang belum dirilis, atau perubahan besar dalam manajemen perusahaan. Orang dalam memanfaatkan informasi ini untuk melakukan transaksi yang menguntungkan sebelum informasi tersebut diketahui oleh publik.

  1. Adanya Transaksi Berdasarkan Informasi Tersebut

Unsur terakhir adalah adanya transaksi efek yang didasarkan pada informasi rahasia tadi. Ini berarti orang dalam melakukan pembelian atau penjualan saham dengan pengetahuan yang belum diketahui oleh investor lain. Transaksi ini jelas didorong oleh informasi yang mereka miliki secara eksklusif, yang memberikan mereka keunggulan tidak adil di pasar. Praktik ini tidak hanya melanggar etika bisnis, tetapi juga melanggar hukum di banyak negara, termasuk Indonesia.

Contoh Kasus Insider Trading di Dunia

  1. Martha Stewart dan ImClone Systems

Salah satu kasus paling terkenal melibatkan Martha Stewart, seorang tokoh bisnis terkenal di Amerika Serikat. Pada tahun 2001, Martha Stewart menjual semua sahamnya di perusahaan bioteknologi ImClone Systems berdasarkan informasi dari teman dekatnya, Sam Waksal, yang saat itu menjabat sebagai CEO perusahaan tersebut. Informasi tersebut belum diumumkan ke publik dan terkait dengan penolakan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) terhadap obat kanker ImClone. Ketika informasi ini akhirnya diumumkan, harga saham ImClone anjlok. Martha Stewart kemudian dihukum karena perannya dalam insider trading dan dijatuhi hukuman penjara selama lima bulan.

  1. Raj Rajaratnam dan Galleon Group

Raj Rajaratnam, pendiri Galleon Group, sebuah hedge fund besar, terlibat dalam salah satu skandal insider trading terbesar di Wall Street. Pada tahun 2009, Rajaratnam ditangkap dan didakwa menggunakan informasi rahasia dari orang dalam di berbagai perusahaan besar seperti Goldman Sachs dan Intel untuk mendapatkan keuntungan ilegal. Dia menggunakan jaringan informannya untuk mendapatkan informasi sebelum publik mengetahuinya, yang memberinya keuntungan besar dalam perdagangan saham. Rajaratnam akhirnya dihukum dan dijatuhi hukuman 11 tahun penjara serta denda jutaan dolar.

  1. Enron

Kasus Enron adalah salah satu skandal keuangan terbesar di Amerika Serikat, yang mengungkap berbagai praktik tidak etis, termasuk insider trading. Eksekutif Enron, seperti Jeffrey Skilling dan Kenneth Lay, menjual saham mereka berdasarkan pengetahuan tentang masalah keuangan serius yang belum diketahui oleh publik. Mereka memanfaatkan informasi ini untuk menjual saham mereka dengan harga tinggi sebelum kebangkrutan perusahaan diumumkan, meninggalkan investor lain dengan kerugian besar ketika harga saham Enron jatuh. Kasus ini tidak hanya mengakibatkan hukuman penjara bagi para eksekutif tersebut tetapi juga membawa perubahan besar dalam regulasi pasar modal.

Praktik Insider Trading dalam Kripto

Tidak hanya di pasar saham, praktik insider trading juga dapat terjadi dalam pasar cryptocurrency. Dengan sifat pasar kripto yang relatif baru dan kurangnya regulasi yang ketat dibandingkan dengan pasar tradisional, risiko insider trading di pasar kripto cukup tinggi. Beberapa platform perdagangan kripto telah mulai mengambil langkah-langkah untuk mencegah praktik ini dengan memperketat pengawasan dan regulasi internal.

Pada akhirnya, memahami insider trading dan dampaknya sangat penting bagi semua investor. Dengan mengetahui apa itu insider trading dan bagaimana mengidentifikasinya, kamu bisa melindungi investasi kamu dari praktik-praktik ilegal yang merugikan. Tetaplah berinvestasi dengan bijak dan selalu patuhi aturan yang ada untuk menjaga integritas pasar keuangan.

Membeli Aset Kripto dengan Aplikasi Reku

Sekarang kamu bisa membeli Bitcoin, Ethereum, dan crypto lainnya aplikasi Reku. Aplikasi ini memungkinkan investor untuk membeli crypto secara online dengan aman dan mudah karena diawasi oleh BAPPEBTI.

Langkah-langkah Membeli Aset Kripto di Reku

  1. Unduh dan Daftar: Unduh aplikasi Reku dan lakukan pendaftaran dengan mengikuti petunjuk yang ada.
  2. Verifikasi Akun: Lakukan verifikasi akun kurang dari 5 menit, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Deposit Rupiah: Lakukan deposit dalam bentuk Rupiah ke aplikasi Reku. Kamu bisa melakukan transfer dari berbagai bank dan e-wallet, seperti BCA, Mandiri, CIMB Niaga, OVO, Dana, dan lain-lain.
  4. Pilih Aset Kripto: Cari crypto yang ingin kamu beli dari 100+ daftar aset kripto yang dimiliki Reku.
  5. Beli Crypto: Lakukan pembelian dengan mode Pro maupun Lightning sesuai preferensimu.

Foto diambil dari Freepik.