12 Kode Emas Asli dan Artinya, Kenali Sebelum Membeli
Saat membeli perhiasan emas, kamu mungkin pernah melihat angka seperti 375, 585, 750, atau 916 yang tertera pada bagian dalam cincin, gelang, kalung, atau jenis perhiasan lainnya. Angka tersebut bukan sekadar kode produk, tetapi dapat menunjukkan kadar emas yang terkandung di dalam perhiasan.
Memahami 12 kode emas dapat membantu kamu mengetahui seberapa tinggi kandungan emas dalam sebuah perhiasan. Informasi ini juga penting ketika kamu ingin membandingkan harga, memperkirakan nilai jual kembali, atau memastikan bahwa perhiasan yang dibeli sesuai dengan kadar yang ditawarkan.
Lalu, apa saja kode emas yang umum ditemukan dan bagaimana cara membacanya? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Kode Emas?
Kode emas adalah angka atau tanda yang dicantumkan pada perhiasan untuk menunjukkan kadar atau tingkat kemurnian emas. Salah satu sistem yang umum digunakan adalah fineness, yaitu angka yang menunjukkan kandungan emas dalam satuan per seribu.
Sebagai contoh, kode 750 berarti perhiasan tersebut memiliki kandungan emas sekitar 75%. Sementara itu, kode 916 menunjukkan kandungan emas sekitar 91,6%.
Selain menggunakan angka, kadar emas juga dapat dinyatakan dalam karat. Emas murni secara umum dikenal sebagai 24 karat. Semakin rendah kadar karat, semakin besar proporsi logam lain yang dicampurkan ke dalam perhiasan.
Campuran tersebut dapat berupa logam seperti perak, tembaga, atau logam lainnya. Tujuannya antara lain membuat perhiasan lebih kuat, mudah dibentuk, serta memiliki warna dan karakter tertentu.
Daftar 12 Kode Emas dan Artinya
Berikut 12 kode emas yang dapat ditemukan pada berbagai jenis perhiasan:
| Kode emas | Kadar emas | Perkiraan karat |
|---|---|---|
| 150 | 15% | 3,6 karat |
| 300 | 30% | 7,2 karat |
| 333 | 33,3% | 8 karat |
| 375 | 37,5% | 9 karat |
| 585 | 58,5% | 14 karat |
| 700 | 70% | sekitar 17 karat |
| 750 | 75% | 18 karat |
| 833 | 83,3% | 20 karat |
| 850 | 85% | sekitar 20 karat |
| 875 | 87,5% | 21 karat |
| 916 | 91,6% | 22 karat |
| 958 | 95,8% | sekitar 23 karat |
1. Kode Emas 150
Kode 150 menunjukkan kandungan emas sekitar 15%. Karena kadar emasnya relatif rendah, jenis ini memiliki proporsi logam campuran yang lebih besar dibandingkan emas berkadar tinggi.
2. Kode Emas 300
Kode 300 berarti kandungan emasnya sekitar 30%. Perhiasan dengan kadar ini juga termasuk dalam kelompok emas dengan kadar relatif rendah.
3. Kode Emas 333
Kode 333 menunjukkan kandungan emas sekitar 33,3% dan setara dengan 8 karat. Kadar ini lebih rendah dibandingkan emas 375 atau 9 karat.
4. Kode Emas 375
Kode 375 berarti kandungan emas sekitar 37,5% atau setara dengan 9 karat. Kode ini cukup umum digunakan pada perhiasan dengan kadar emas yang lebih rendah.
5. Kode Emas 585
Kode 585 menunjukkan kandungan emas sebesar 58,5% atau sekitar 14 karat. Karena kandungan logam campurannya cukup besar, emas dengan kadar ini umumnya memiliki karakter yang lebih kuat untuk digunakan sebagai perhiasan sehari-hari.
6. Kode Emas 700
Kode 700 menunjukkan kandungan emas sekitar 70%. Jika dikonversikan ke sistem karat, nilainya berada di sekitar 17 karat.
7. Kode Emas 750
Kode 750 berarti kandungan emas mencapai 75% atau setara dengan 18 karat. Kadar ini cukup populer untuk perhiasan karena memberikan keseimbangan antara kandungan emas dan ketahanan material.
8. Kode Emas 833
Kode 833 menunjukkan kandungan emas sekitar 83,3% atau setara dengan 20 karat. Perhiasan dengan kadar ini memiliki kandungan emas yang cukup tinggi.
9. Kode Emas 850
Kode 850 berarti sekitar 85% materialnya merupakan emas. Jika dikonversikan ke sistem karat, nilainya berada sedikit di atas 20 karat.
10. Kode Emas 875
Kode 875 menunjukkan kadar emas sebesar 87,5% atau setara dengan 21 karat. Semakin tinggi kandungan emas, semakin dekat karakter material tersebut dengan emas murni.
11. Kode Emas 916
Kode 916 menunjukkan kandungan emas sekitar 91,6% atau setara dengan 22 karat. Kode ini banyak ditemukan pada berbagai perhiasan emas dengan kadar tinggi.
12. Kode Emas 958
Kode 958 berarti kandungan emasnya sekitar 95,8% atau setara dengan 23 karat. Karena kandungan emasnya sangat tinggi, jumlah logam campuran di dalamnya relatif sedikit.
Apa Perbedaan Emas Muda dan Emas Tua?
Istilah emas muda dan emas tua cukup sering digunakan dalam perdagangan perhiasan di Indonesia. Istilah tersebut pada dasarnya mengacu pada kadar emas, bukan usia dari perhiasan.
Emas muda biasanya merujuk pada perhiasan dengan kadar emas yang lebih rendah, misalnya kode 150, 300, 333, dan 375. Sebaliknya, emas tua biasanya digunakan untuk menyebut perhiasan dengan kadar emas yang lebih tinggi, seperti 750, 833, 875, 916, dan 958.
Namun, istilah tersebut bukan standar universal yang dapat digunakan sebagai satu-satunya patokan. Saat membeli perhiasan, lebih baik perhatikan angka kadar, berat emas, harga, biaya pembuatan, serta informasi dari penjual.
Apakah Kode Emas Bisa Menentukan Keaslian?
Kode emas dapat membantu menunjukkan kadar emas, tetapi keberadaan kode saja tidak otomatis membuktikan bahwa sebuah perhiasan benar-benar terbuat dari emas sesuai klaim.
Kode dapat dicantumkan atau dipalsukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, jangan hanya mengandalkan angka yang tertera pada perhiasan.
Untuk memeriksa perhiasan dengan lebih akurat, kamu dapat:
- Membeli dari toko atau penjual yang memiliki reputasi baik.
- Meminta informasi kadar emas dan berat perhiasan.
- Memeriksa nota atau sertifikat jika tersedia.
- Membandingkan harga dengan kadar dan berat emas yang ditawarkan.
- Melakukan pengujian kadar di tempat yang menyediakan layanan pemeriksaan emas jika masih ragu.
Apakah Kadar Emas Memengaruhi Harga Jual?
Ya. Kadar emas merupakan salah satu faktor yang memengaruhi nilai sebuah perhiasan. Semakin tinggi kandungan emas, semakin besar pula jumlah emas murni yang terdapat di dalam setiap gram material.
Namun, harga perhiasan tidak hanya ditentukan oleh kadar. Berat, desain, biaya pembuatan, merek, kondisi perhiasan, dan kebijakan pembelian kembali juga dapat memengaruhi harga.
Hal ini juga menjadi alasan mengapa perhiasan emas tidak selalu sama dengan emas batangan dari sisi investasi. Perhiasan memiliki nilai tambahan dari desain dan biaya pembuatannya, sedangkan emas batangan lebih berfokus pada kandungan emas dan nilai logam mulia.
Emas sebagai Investasi dan Cara Diversifikasi Aset
Selain membeli emas fisik seperti perhiasan atau emas batangan, kamu juga bisa mendapatkan eksposur terhadap emas melalui instrumen investasi lainnya. Salah satunya adalah tokenized gold, yaitu aset digital yang nilainya dirancang untuk merepresentasikan emas fisik. Contohnya adalah PAX Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT), yang memberikan alternatif bagi kamu yang ingin mendapatkan eksposur terhadap emas melalui aset digital tanpa harus menyimpan emas secara langsung.
Pilihan lainnya adalah gold ETF (Exchange-Traded Fund), yaitu produk investasi yang diperdagangkan di bursa dan dirancang untuk memberikan eksposur terhadap pergerakan harga emas. Salah satu yang populer adalah SPDR Gold Shares (GLD), yang diperdagangkan di bursa Amerika Serikat. Instrumen seperti GLD dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur terhadap emas melalui pasar modal tanpa perlu membeli dan menyimpan emas fisik.
Setiap instrumen memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda. Emas fisik memberikan kepemilikan dalam bentuk aset yang dapat disimpan secara langsung, sedangkan tokenized gold dan gold ETF seperti PAXG, XAUT, dan GLD menawarkan cara berbeda untuk mendapatkan eksposur terhadap emas. Karena itu, penting untuk memahami mekanisme, biaya, likuiditas, serta risiko masing-masing instrumen sebelum memilihnya sebagai bagian dari portofolio.
Selain emas, kamu juga dapat mempertimbangkan aset lain untuk melakukan diversifikasi, seperti saham Amerika dan aset kripto. Di Reku, kamu dapat mengakses investasi dan trading crypto serta saham Amerika dalam satu platform. Dengan memahami karakteristik dan risiko setiap aset, kamu bisa menyesuaikan pilihan investasi dengan tujuan keuangan dan profil risikomu.

