MarketTrade
Products
Wallet
Learning Hub
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Blog
Teori
Tutorial
Kamus Kripto
Mengapa Harga Bitcoin Pernah Naik Drastis? Simak Penjelasannya di Sini!
Teori
Bagikan!

Mengapa Harga Bitcoin Pernah Naik Drastis? Simak Penjelasannya di Sini!

26 June 2024
4 menit membaca
Mengapa Harga Bitcoin Pernah Naik Drastis? Simak Penjelasannya di Sini!

Bitcoin adalah aset kripto yang sering menjadi sorotan karena volatilitas harganya yang ekstrem. Kadang naik drastis, kadang juga turun tajam. Namun, mari fokus pada alasan mengapa harga Bitcoin pernah mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Artikel ini akan mengulas berbagai faktor yang berkontribusi pada lonjakan harga Bitcoin, sehingga kamu bisa lebih memahami dinamika di balik pergerakan harganya.

Apa Itu Bitcoin?

Bitcoin adalah aset kripto pertama dan paling terkenal, diperkenalkan pada tahun 2009 oleh individu atau kelompok anonim dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Bitcoin memungkinkan transaksi digital tanpa perlu perantara seperti bank, menggunakan teknologi blockchain untuk memastikan keamanan dan transparansi.

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Kenaikan Harga Bitcoin

1. Adopsi oleh Institusi Keuangan Besar

Salah satu alasan utama di balik kenaikan harga Bitcoin adalah adopsi oleh institusi keuangan besar. Ketika perusahaan-perusahaan besar seperti Tesla, Square, dan PayPal mulai menerima Bitcoin atau menawarkan layanan terkait Bitcoin, permintaan terhadap Bitcoin meningkat. Contohnya, ketika Tesla mengumumkan bahwa mereka membeli Bitcoin senilai $1,5 miliar dan akan menerima Bitcoin sebagai metode pembayaran, harga Bitcoin langsung melonjak. Adopsi oleh institusi memberikan validasi tambahan terhadap Bitcoin, meningkatkan kepercayaan investor.

2. Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 juga berperan dalam kenaikan harga Bitcoin. Ketika pandemi melanda, banyak pemerintah di seluruh dunia mencetak uang dalam jumlah besar untuk merangsang ekonomi. Kebijakan ini memicu kekhawatiran akan inflasi, sehingga banyak orang mencari aset yang dianggap sebagai penyimpan nilai, seperti Bitcoin. Selama pandemi, Bitcoin dianggap sebagai emas digital yang bisa melindungi kekayaan dari devaluasi mata uang fiat.

3. Penurunan Nilai Dolar AS

Nilai dolar AS yang menurun juga berkontribusi pada kenaikan harga Bitcoin. Ketika dolar melemah, banyak investor mencari alternatif untuk melindungi nilai aset mereka. Bitcoin menjadi salah satu pilihan populer karena sifatnya yang terbatas—hanya akan ada 21 juta Bitcoin yang pernah dibuat. Permintaan yang meningkat karena penurunan nilai dolar menyebabkan harga Bitcoin naik.

4. Halving Bitcoin

Halving adalah peristiwa yang terjadi setiap empat tahun sekali, di mana hadiah yang diterima penambang Bitcoin berkurang setengah. Halving terakhir terjadi pada April 2024 kemarin. Setelah halving, jumlah Bitcoin baru yang masuk ke pasar berkurang, sementara permintaan tetap atau bahkan meningkat. Ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan ini menyebabkan harga Bitcoin naik. Sejarah menunjukkan bahwa setelah setiap halving, harga Bitcoin cenderung naik dalam jangka panjang.

5. Keterlibatan Media dan Influencer

Media dan influencer juga berperan besar dalam kenaikan harga Bitcoin. Ketika tokoh-tokoh terkenal seperti Elon Musk, Jack Dorsey, dan Michael Saylor berbicara positif tentang Bitcoin atau mengumumkan pembelian Bitcoin dalam jumlah besar, harga cenderung naik. Selain itu, liputan media yang luas tentang potensi keuntungan dari investasi Bitcoin menarik lebih banyak orang untuk membeli Bitcoin, yang selanjutnya mendorong harga naik.

6. Keterbatasan Pasokan

Bitcoin memiliki pasokan yang terbatas, hanya akan ada 21 juta Bitcoin yang pernah dibuat. Keterbatasan ini membuat Bitcoin menjadi aset yang langka. Ketika permintaan meningkat dan pasokan tetap, harga cenderung naik. Keterbatasan pasokan ini sering dibandingkan dengan emas, yang juga memiliki pasokan terbatas dan dianggap sebagai penyimpan nilai yang baik.

7. Peningkatan Kepercayaan dan Kesadaran Publik

Peningkatan kesadaran publik dan kepercayaan terhadap Bitcoin juga berkontribusi pada kenaikan harganya. Seiring waktu, semakin banyak orang yang memahami apa itu Bitcoin dan bagaimana cara kerjanya. Penelitian dan edukasi tentang manfaat dan risiko Bitcoin membantu meningkatkan kepercayaan publik. Ketika semakin banyak orang yang percaya dan membeli Bitcoin, permintaan meningkat, yang menyebabkan harga naik.

Bagaimana Mengelola Investasi Bitcoin?

Untuk kamu yang tertarik berinvestasi di Bitcoin, penting untuk memahami risiko dan cara mengelola investasi dengan bijak. Berikut beberapa tips yang bisa membantu:

1. Lakukan Riset Mendalam

Selalu lakukan riset sebelum membeli Bitcoin. Pahami teknologi di balik Bitcoin, faktor-faktor yang mempengaruhi harganya, dan berita terbaru di dunia kripto.

2. Diversifikasi Portofolio

Jangan letakkan semua uang kamu di Bitcoin. Diversifikasi dengan aset kripto lainnya atau bahkan aset tradisional seperti saham dan obligasi untuk mengurangi risiko.

3. Tetapkan Tujuan dan Batas Kerugian

Tentukan tujuan investasi dan batas kerugian sebelum membeli Bitcoin. Ini akan membantu kamu tetap tenang dan rasional dalam menghadapi volatilitas harga.

4. Pantau Berita dan Sentimen Pasar

Selalu ikuti berita dan sentimen pasar terkait Bitcoin. Berita positif bisa menjadi sinyal untuk membeli, sementara berita negatif bisa menjadi peringatan untuk berhati-hati.

5. Investasi Jangka Panjang

Pertimbangkan untuk berinvestasi dalam jangka panjang. Meskipun harga Bitcoin bisa sangat fluktuatif dalam jangka pendek, tren jangka panjangnya cenderung naik.

Harga Bitcoin bisa naik drastis karena berbagai faktor, termasuk adopsi oleh institusi keuangan besar, pandemi COVID-19, penurunan nilai dolar AS, halving Bitcoin, keterlibatan media dan influencer, keterbatasan pasokan, serta peningkatan kepercayaan dan kesadaran publik. Dengan memahami faktor-faktor ini, kamu bisa membuat keputusan investasi yang lebih bijaksana dan mengelola risiko dengan lebih baik. Selalu lakukan riset mendalam, diversifikasi portofolio, dan pantau perkembangan pasar untuk memaksimalkan potensi keuntungan dari investasi di Bitcoin.

Keamanan Investasimu Prioritas Kami!

Aplikasi Reku tersedia di Android dan App Store. Download untuk mulai investasi lebih dari 100 aset kripto yang terdaftar. Alasan kenapa Reku menjadi pilihan bagi jutaan pengguna di Indonesia:

  • Fee transaksi sangat rendah
  • Tersedia mode Pro dan mode Lightning, cocok untuk segala jenis investor
  • Staking dengan APY hingga 12.5% dan berlisensi BAPPEBTI
  • Bisa mulai dengan modal Rp5.000
  • Analisa setiap minggu dari Crypto Researcher Reku

Tunggu apa lagi? Ayo mulai perjalanan investasimu di Reku sekarang!

 

Foto diambil dari Freepik.