MarketTrade
Products
Wallet
Learning Hub
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Blog
Teori
Tutorial
Kamus Kripto
Mengapa Income Statement Penting? Pelajari Cara Membacanya di Sini!
Teori
Bagikan!

Mengapa Income Statement Penting? Pelajari Cara Membacanya di Sini!

08 July 2024
5 menit membaca
Mengapa Income Statement Penting? Pelajari Cara Membacanya di Sini!

Kamu mungkin pernah mendengar istilah “income statement” atau laporan laba rugi dalam dunia bisnis dan keuangan. Tapi, seberapa penting sebenarnya laporan ini dan bagaimana cara membacanya? Income statement bukan hanya sekadar laporan keuangan biasa; ini adalah alat vital yang bisa memberi kamu wawasan mendalam tentang kesehatan keuangan suatu bisnis. Di artikel ini, kita akan menjelaskan mengapa income statement begitu penting dan membimbing kamu langkah demi langkah untuk memahami komponennya. Yuk, simak selengkapnya dan jadilah lebih cerdas dalam mengelola keuangan bisnismu.

Apa Itu Income Statement?

Pernahkah kamu mendengar istilah “Income Statement” dan bertanya-tanya apa sebenarnya itu? Income Statement, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Laporan Laba Rugi, adalah salah satu laporan keuangan paling penting yang digunakan oleh perusahaan untuk menunjukkan kinerja keuangan mereka selama periode tertentu. Laporan ini merinci pendapatan, biaya, dan keuntungan atau kerugian yang diperoleh, memberikan gambaran jelas tentang seberapa baik perusahaan mengelola keuangannya. Dengan memahami Income Statement, kamu bisa melihat apakah suatu perusahaan sedang berkembang atau justru mengalami penurunan, menjadikannya alat vital untuk pengambilan keputusan bisnis dan investasi.

Komponen Penting dalam Income Statement

Income Statement adalah alat yang sangat berguna untuk memahami kesehatan keuangan perusahaan. Berikut adalah komponen utama dalam Income Statement yang perlu kamu ketahui.

1. Pendapatan (Revenue)

Pendapatan adalah total uang yang diperoleh perusahaan dari penjualan barang atau jasa sebelum dikurangi biaya apapun. Pendapatan sering disebut sebagai “top line” karena berada di bagian atas Income Statement. Ini mencakup semua sumber penghasilan seperti penjualan produk, layanan, dan pendapatan lainnya.

2. Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold/COSG)

Harga pokok penjualan adalah biaya langsung yang terkait dengan produksi barang atau jasa yang dijual oleh perusahaan. Ini termasuk bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya produksi lainnya. Dengan mengetahui COGS, kamu bisa memahami margin keuntungan perusahaan dari setiap penjualan.

3. Laba Kotor (Gross Profit)

Laba kotor diperoleh dengan mengurangi harga pokok penjualan dari pendapatan. Ini memberikan gambaran tentang efisiensi produksi dan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari penjualan sebelum memperhitungkan biaya operasi lainnya.

4. Biaya Operasional (Operating Expenses)

Biaya operasional mencakup semua biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis sehari-hari, seperti gaji karyawan, sewa, utilitas, dan biaya pemasaran. Ini tidak termasuk biaya produksi langsung tetapi penting untuk menjaga operasi perusahaan berjalan.

5. Laba Operasional (Operating Income)

Laba operasional adalah laba yang diperoleh setelah mengurangi biaya operasional dari laba kotor. Ini menunjukkan keuntungan yang dihasilkan dari operasi bisnis inti perusahaan, tanpa memperhitungkan pendapatan dan pengeluaran non-operasional seperti bunga dan pajak.

6. Pendapatan dan Pengeluaran Non-Operasional

Komponen ini mencakup semua pendapatan dan pengeluaran yang tidak terkait langsung dengan operasi bisnis utama, seperti bunga pinjaman, keuntungan atau kerugian dari investasi, dan biaya pajak. Ini memberikan gambaran lengkap tentang semua sumber pendapatan dan pengeluaran perusahaan.

7. Laba Bersih (Net Income)

Laba bersih adalah “bottom line” dari Income Statement, menunjukkan keuntungan akhir setelah semua biaya, termasuk pajak, telah dikurangi dari pendapatan. Laba bersih memberikan gambaran akhir tentang seberapa sukses perusahaan dalam menghasilkan keuntungan selama periode tertentu.

Mengapa Income Statement Penting untuk Bisnis?

Income Statement bukan sekadar dokumen keuangan biasa. Ini adalah alat yang vital bagi setiap bisnis untuk memahami kondisi keuangannya secara mendalam. Bayangkan jika kamu bisa melihat detak jantung dari setiap aktivitas bisnismu—itulah fungsi Income Statement. Dokumen ini memberikan pandangan lengkap tentang pendapatan, biaya, dan keuntungan yang dihasilkan dalam periode tertentu, sehingga kamu bisa menilai apakah strategi bisnismu berhasil atau perlu penyesuaian.

Lebih dari itu, Income Statement membantu kamu membuat keputusan yang lebih cerdas. Misalnya, apakah kamu perlu memangkas biaya tertentu untuk meningkatkan laba? Atau mungkin, apakah ada peluang untuk meningkatkan pendapatan di area tertentu? Dengan informasi yang disajikan dalam Income Statement, kamu bisa merencanakan ekspansi bisnis, mengajukan pinjaman, atau menarik investor dengan lebih percaya diri. Di Reku, kami memahami pentingnya analisis keuangan yang tepat, terutama di dunia investasi kripto. Oleh karena itu, kami menyediakan fitur Portofolio Analysis yang membantu kamu melacak laba rugi dari investasi kripto secara rinci. Dengan alat ini, kamu bisa mengelola keuangan dan investasi kripto dengan lebih baik, memastikan keputusan investasi kamu selalu didasarkan pada data yang akurat dan terkini.

Fungsi Income Statement dalam Kehidupan Sehari-Hari

Income Statement tidak hanya berguna bagi perusahaan besar atau para akuntan. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, laporan ini bisa menjadi panduan yang sangat berharga. Bayangkan kamu ingin mengajukan visa untuk bekerja atau studi di luar negeri. Salah satu persyaratan yang sering diminta adalah bukti keuangan yang menunjukkan stabilitas pendapatanmu. Di sinilah Income Statement berperan penting. Dengan menyajikan pendapatan dan pengeluaranmu secara rinci, kamu bisa menunjukkan kepada pihak berwenang bahwa kamu memiliki keuangan yang stabil dan mampu mendukung dirimu sendiri selama berada di luar negeri.

Selain itu, Income Statement juga berguna untuk perencanaan keuangan pribadi. Misalnya, jika kamu berencana membeli rumah atau mobil, laporan ini bisa membantumu melihat apakah penghasilanmu mencukupi untuk membayar cicilan tanpa mengorbankan kebutuhan lainnya. Kamu bisa menganalisis pos-pos pengeluaran yang bisa dikurangi atau diatur ulang agar pengeluaranmu lebih efisien. Dengan demikian, kamu dapat membuat keputusan keuangan yang lebih bijak dan terukur.

Cara Membaca Income Statement dengan Mudah

Mengerti income statement (laporan laba rugi) adalah kunci untuk memahami kesehatan finansial sebuah perusahaan. Berikut adalah langkah-langkah mudah untuk membaca income statement.

1. Pendapatan (Revenue)

Pendapatan adalah jumlah uang yang dihasilkan perusahaan dari penjualan produk atau jasa sebelum dikurangi biaya apapun. Biasanya, pendapatan ini disebut sebagai “top line” karena berada di bagian atas income statement. Memahami tren pendapatan bisa membantu kamu menilai apakah perusahaan terus tumbuh atau tidak.

2. Beban dan Pengeluaran (Expenses)

Bagian ini mencakup semua biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan operasinya, seperti biaya produksi, operasional, dan pemasaran. Ini termasuk beban operasional, beban bunga, dan pajak. Mengetahui bagaimana biaya ini dikelola penting untuk menilai efisiensi dan profitabilitas perusahaan.

3. Laba Bersih (Net Income)

Laba bersih, juga dikenal sebagai “bottom line,” adalah jumlah uang yang tersisa setelah semua biaya dan pengeluaran dikurangkan dari pendapatan. Ini adalah indikator utama profitabilitas perusahaan. Laba bersih positif menunjukkan perusahaan menguntungkan, sementara laba bersih negatif menunjukkan kerugian.

Keamanan Investasimu Prioritas Kami!

Aplikasi Reku tersedia di Android dan App Store. Download untuk mulai investasi lebih dari 100 aset kripto yang terdaftar. Alasan kenapa Reku menjadi pilihan bagi jutaan pengguna di Indonesia:

  • Fee transaksi sangat rendah
  • Tersedia mode Pro dan mode Lightning, cocok untuk segala jenis investor
  • Staking dengan APY hingga 12.5% dan berlisensi BAPPEBTI
  • Bisa mulai dengan modal Rp5.000
  • Analisa setiap minggu dari Crypto Researcher Reku

Tunggu apa lagi? Ayo mulai perjalanan investasimu di Reku sekarang!

Foto diambil dari Freepik.