MarketTrade
Products
Wallet
Learning Hub
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Blog
Teori
Tutorial
Kamus Kripto
Mengenal Apa Itu Profit: Pengertian, Jenis, Rumus dan Cara Menghitungnya
Teori
Bagikan!

Mengenal Apa Itu Profit: Pengertian, Jenis, Rumus dan Cara Menghitungnya

25 June 2024
4 menit membaca
Mengenal Apa Itu Profit: Pengertian, Jenis, Rumus dan Cara Menghitungnya

Mungkin kamu sering mendengar istilah profit saat membahas dunia bisnis. Tapi, tahukah kamu apa sebenarnya arti dari profit itu? Di artikel ini, kita akan mengupas tuntas tentang apa itu profit, cara menghitungnya, jenis-jenis profit, hingga perbedaannya dengan omzet. Jadi, jangan lewatkan pembahasan lengkapnya di sini!

Profit, atau laba, adalah keuntungan finansial yang diperoleh bisnis setelah semua pengeluaran, termasuk pajak, dikurangi dari total pendapatan. Namun, banyak yang masih salah paham tentang apa yang dimaksud dengan profit. Oleh karena itu, penting bagi sobat Reku untuk memahami konsep dasar ini agar dapat lebih bijak dalam berbisnis, terutama di dunia kripto yang dinamis.

Apa Itu Profit?

Di dunia bisnis, profit merupakan hal yang sangat penting dan menjadi tujuan utama bagi setiap pengusaha. Profit bisa diartikan sebagai keuntungan finansial yang diperoleh dari hasil penjualan produk atau jasa dalam suatu periode waktu tertentu. Ini adalah indikator utama untuk menilai sehat tidaknya sebuah bisnis. Secara lebih mendalam, profit adalah hasil dari mengurangi pendapatan atau penerimaan dari penjualan dengan semua biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang atau jasa tersebut. Proses ini mencakup biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead, dan biaya operasional lainnya. Dalam kata lain, profit adalah laba bersih yang tersisa setelah semua pengeluaran operasional dikurangkan dari pendapatan kotor.

Untuk mencapai profit yang maksimal, seorang pengusaha harus memiliki pemahaman yang baik tentang pasar dan kebutuhan konsumen. Strategi pemasaran yang efektif, manajemen yang baik terhadap biaya operasional, serta inovasi dalam produk atau layanan menjadi kunci kesuksesan. Namun, mendapatkan profit tidaklah mudah. Hal ini memerlukan keahlian dalam strategi penjualan yang baik, analisis pasar yang mendalam, dan kemampuan untuk mengadaptasi bisnis terhadap perubahan lingkungan ekonomi dan kompetitif yang terus berubah.

Jenis-Jenis Profit

Untuk memahami lebih dalam, mari kita lihat beberapa jenis profit yang sering dibahas dalam dunia bisnis:

1. Gross Profit (Laba Kotor)

Laba kotor adalah selisih antara pendapatan total dari penjualan produk atau jasa dengan biaya produksi atau pembelian barang. Gross profit menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan produk atau jasa.

2. Operating Profit (Laba Operasional)

Laba operasional adalah selisih antara laba kotor dengan biaya operasional. Ini termasuk biaya-biaya seperti gaji karyawan, biaya pemasaran, dan biaya administrasi. Operating profit menunjukkan seberapa baik perusahaan mengelola biaya operasionalnya.

3. Net Profit (Laba Bersih)

Laba bersih adalah laba operasional yang sudah dikurangi dengan biaya operasional tambahan, termasuk pajak dan bunga. Net profit adalah indikator yang paling penting karena menunjukkan keuntungan sesungguhnya yang diperoleh perusahaan setelah semua pengeluaran.

Rumus dan Cara Menghitungnya

Memahami rumus dan cara menghitung profit sangat penting untuk mengelola keuangan bisnis dengan baik. Profit adalah laba bersih yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi semua biaya dari pendapatan awal. Ini adalah ukuran kesehatan keuangan sebuah bisnis.

Contoh Perhitungan:

Misalkan sebuah perusahaan memiliki total penjualan dalam satu bulan sebesar Rp100.000.000. Harga pokok penjualan (HPP) atau biaya untuk menghasilkan barang tersebut adalah Rp60.000.000. Biaya operasional bulanan termasuk gaji karyawan, biaya listrik, dan biaya lainnya adalah Rp30.000.000.

1. Laba Kotor

Laba kotor dihitung dengan mengurangi HPP dari total penjualan.


Laba Kotor = Total Penjualan −HPP 

Dalam contoh ini,

Laba Kotor = Rp100.000.000 − Rp60.000.000 = Rp40.000.000 

2. Laba Bersih (Profit)

Laba bersih atau profit adalah laba kotor dikurangi dengan seluruh biaya operasional dan biaya tidak langsung lainnya.


Profit = Laba Kotor − Biaya Operasional dan Biaya Tidak Langsung

Dalam contoh ini,

Profit = Rp40.000.000 − Rp30.000.000 = Rp10.000.000

Cara Meningkatkan Profit

Setelah memahami konsep dasar tentang profit dan cara menghitungnya, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi strategi untuk meningkatkan profit perusahaan. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Analisis Margin Laba Kotor

Pertama-tama, teliti dan analisislah secara mendalam margin laba kotor saat ini. Bandingkan dengan rata-rata industri untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Identifikasi produk atau layanan yang memiliki margin laba rendah dan yang menguntungkan. Dengan memahami ini, kamu dapat mengembangkan strategi baru untuk meningkatkan margin laba, baik dari segi pengurangan biaya produksi maupun peningkatan harga jual.
Contoh, perusahaan menemukan bahwa salah satu produk mereka memiliki margin laba yang rendah karena biaya produksi yang tinggi. Dengan menganalisis ini, mereka dapat mencari cara untuk mengoptimalkan proses produksi atau menaikkan harga jual agar margin laba meningkat.

2. Penyesuaian Harga

Meskipun meningkatkan harga bisa berisiko kehilangan konsumen, hal ini seringkali diperlukan untuk mendapatkan profit yang lebih baik. Mulailah dengan menetapkan harga yang kompetitif saat peluncuran produk baru, lalu evaluasi kembali harga setelah periode promosi berakhir. Pastikan harga mencerminkan nilai produk dan mampu memberikan profit yang diinginkan.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan teknologi awalnya menawarkan produk mereka dengan harga yang rendah untuk menarik lebih banyak konsumen. Setelah produk dikenal di pasaran, mereka menaikkan harga sesuai dengan nilai dan fitur yang ditawarkan, yang berpotensi meningkatkan profit secara signifikan.

Membeli Aset Kripto dengan Aplikasi Reku

Sekarang kamu bisa membeli Bitcoin, Ethereum, dan crypto lainnya aplikasi Reku. Aplikasi ini memungkinkan investor untuk membeli crypto secara online dengan aman dan mudah karena diawasi oleh BAPPEBTI.

Langkah-langkah Membeli Aset Kripto di Reku

  1. Unduh dan Daftar: Unduh aplikasi Reku dan lakukan pendaftaran dengan mengikuti petunjuk yang ada.
  2. Verifikasi Akun: Lakukan verifikasi akun kurang dari 5 menit, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Deposit Rupiah: Lakukan deposit dalam bentuk Rupiah ke aplikasi Reku. Kamu bisa melakukan transfer dari berbagai bank dan e-wallet, seperti BCA, Mandiri, CIMB Niaga, OVO, Dana, dan lain-lain.
  4. Pilih Aset Kripto: Cari crypto yang ingin kamu beli dari 100+ daftar aset kripto yang dimiliki Reku.
  5. Beli Crypto: Lakukan pembelian dengan mode Pro maupun Lightning sesuai preferensimu.

 

Foto diambil dari Freepik.