MarketTrade
Products
Wallet
Learning Hub
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Blog
Teori
Tutorial
Kamus Kripto
Mengenal Bitcoin Trading dan Jenis-jenis Tradingnya
Teori
Bagikan!

Mengenal Bitcoin Trading dan Jenis-jenis Tradingnya

24 June 2024
3 menit membaca
Mengenal Bitcoin Trading dan Jenis-jenis Tradingnya

Bitcoin trading semakin populer sebagai salah satu cara untuk menghasilkan uang dari pasar kripto. Jika kamu penasaran tentang bagaimana cara kerja trading Bitcoin dan ingin memulai, artikel ini akan memberikan panduan lengkap dan mudah dipahami. Mari kita jelajahi apa itu Bitcoin trading, bagaimana cara memulainya, dan apa saja yang perlu kamu perhatikan.

Apa Itu Bitcoin Trading?

Bitcoin trading adalah aktivitas membeli dan menjual Bitcoin dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Berbeda dengan investasi jangka panjang, trading biasanya melibatkan transaksi dalam jangka pendek, mulai dari beberapa menit hingga beberapa hari. Tujuan utama dari trading adalah membeli Bitcoin dengan harga rendah dan menjualnya dengan harga lebih tinggi, atau sebaliknya, menjual dengan harga tinggi dan membeli kembali saat harga turun.

Jenis-jenis dalam Bitcoin Trading

Ada dua jenis utama dalam Bitcoin trading, yaitu jangka panjang (long-term) dan jangka pendek (short-term).

Trading Jangka Panjang (Long-Term)

Trading jangka panjang berarti membeli Bitcoin dan memegangnya untuk periode waktu yang lebih lama, biasanya beberapa bulan hingga beberapa tahun. Tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga Bitcoin seiring waktu.

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang bisa kamu pertimbangkan dalam trading jenis ini, seperti:

Kelebihan Trading Jangka Panjang

  • Potensi Keuntungan Besar

Harga Bitcoin cenderung naik dalam jangka panjang. Banyak investor yang telah mendapatkan keuntungan besar dari kenaikan harga Bitcoin selama bertahun-tahun.

  • Mengurangi Stres dan Waktu

Kamu tidak perlu memantau pasar setiap hari. Cukup membeli dan menyimpan Bitcoin hingga harga mencapai target yang diinginkan.

  • Biaya Transaksi Rendah

Dengan melakukan lebih sedikit transaksi, biaya yang kamu keluarkan untuk fee trading akan lebih rendah.

Kekurangan Trading Jangka Panjang

  1. Risiko Volatilitas

Harga Bitcoin sangat fluktuatif. Nilainya bisa naik atau turun drastis dalam waktu singkat, yang bisa mengakibatkan kerugian signifikan jika tidak siap secara mental.

  1. Kehilangan Peluang Jangka Pendek

Dalam trading jangka panjang, kamu mungkin kehilangan peluang untuk mengambil keuntungan dari pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek.

Trading Jangka Pendek (Short-Term)

Trading jangka pendek berarti membeli dan menjual Bitcoin dalam waktu singkat, mulai dari beberapa menit, jam, hingga beberapa hari. Tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga Bitcoin yang cepat.

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang bisa kamu pertimbangkan dalam trading jenis ini, seperti

Kelebihan Trading Jangka Pendek

  1. Peluang Keuntungan Cepat

Kamu bisa mendapatkan keuntungan lebih cepat dengan memanfaatkan pergerakan harga yang cepat dan sering.

  1. Fleksibilitas

Kamu dapat menyesuaikan strategi trading sesuai dengan kondisi pasar saat ini. Ini memberi fleksibilitas lebih dalam mengambil keputusan.

  1. Peluang Lebih Banyak

Setiap hari ada banyak peluang untuk mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga Bitcoin.

Kekurangan Trading Jangka Pendek

  1. Waktu dan Fokus

Trading jangka pendek membutuhkan banyak waktu dan fokus untuk memantau pasar secara terus-menerus dan mengambil keputusan yang cepat.

  1. Biaya Transaksi Tinggi

Karena frekuensi trading yang tinggi, biaya transaksi bisa bertambah dan mengurangi keuntungan secara keseluruhan.

  1. Stres Tinggi

Perdagangan jangka pendek bisa sangat menegangkan karena fluktuasi harga yang cepat dan keputusan yang harus diambil dengan cepat.

Mana yang Lebih Baik: Jangka Panjang atau Pendek?

Mana yang lebih baik antara trading jangka panjang dan jangka pendek sangat tergantung pada profil risiko, tujuan investasi, dan waktu yang kamu miliki.

Jika kamu menginginkan stabilitas dan potensi pertumbuhan yang lebih besar dalam jangka waktu panjang, investasi jangka panjang mungkin lebih sesuai. Strategi ini memungkinkan kamu untuk mengurangi dampak fluktuasi harga jangka pendek dan memanfaatkan pertumbuhan nilai aset seiring waktu. Contohnya, jika kamu berinvestasi dalam saham perusahaan besar atau aset kripto seperti Bitcoin, kamu bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai yang terjadi dalam beberapa tahun.

Namun, jika kamu mencari keuntungan cepat dan memiliki waktu serta keterampilan untuk menganalisis pasar secara teratur, trading jangka pendek bisa menjadi pilihan. Strategi ini memanfaatkan pergerakan harga harian dan memungkinkan kamu untuk mencairkan investasi dengan cepat jika diperlukan. Misalnya, trading harian atau swing trading dalam pasar saham atau kripto bisa memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat, meskipun dengan risiko volatilitas yang lebih tinggi.

Pada akhirnya, tidak ada jawaban yang pasti tentang mana yang lebih baik antara trading jangka panjang atau jangka pendek. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan dengan hati-hati. Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi tujuan investasi, toleransi risiko, dan keterampilan yang kamu miliki sebelum memutuskan strategi yang paling sesuai.

Sebelum memutuskan strategi mana yang akan diambil, pertimbangkan tujuan investasi, toleransi risiko, waktu yang tersedia, serta pengetahuan dan pengalaman kamu dalam trading. Dengan memahami kedua pendekatan ini, kamu dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana dan mengoptimalkan keuntungan dari Bitcoin trading.

Keamanan Investasimu Prioritas Kami!

Aplikasi Reku tersedia di Android dan App Store. Download untuk mulai investasi lebih dari 100 aset kripto yang terdaftar. Alasan kenapa Reku menjadi pilihan bagi jutaan pengguna di Indonesia:

  • Fee transaksi sangat rendah
  • Tersedia mode Pro dan mode Lightning, cocok untuk segala jenis investor
  • Staking dengan APY hingga 12.5% dan berlisensi BAPPEBTI
  • Bisa mulai dengan modal Rp5.000
  • Analisa setiap minggu dari Crypto Researcher Reku

Tunggu apa lagi? Ayo mulai perjalanan investasimu di Reku sekarang!

Foto diambil dari Freepik