MarketTrade
Products
Wallet
Learning Hub
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Blog
Teori
Tutorial
Kamus Kripto
Mengenal Bursa Saham: Pengertian, Sejarah, Jenis, Tugas, dan Cara Kerja
Teori
Bagikan!

Mengenal Bursa Saham: Pengertian, Sejarah, Jenis, Tugas, dan Cara Kerja

27 June 2024
5 menit membaca
Mengenal Bursa Saham: Pengertian, Sejarah, Jenis, Tugas, dan Cara Kerja

Pernahkah kamu bertanya-tanya apa sebenarnya bursa saham itu? Bagi banyak investor pemula, bursa saham mungkin terdengar seperti sesuatu yang rumit dan membingungkan. Bursa saham, atau yang juga dikenal sebagai bursa efek, adalah tempat di mana saham dan instrumen keuangan lainnya diperdagangkan. Yuk, mari kita mulai petualangan ini dengan mengenal lebih jauh tentang pengertian, sejarah, jenis-jenis, tugas, dan cara kerja bursa saham.

Apa Itu Bursa Saham?

Bagi kamu yang penasaran, bursa saham adalah tempat bertemunya penawaran jual dan beli saham serta instrumen keuangan lainnya. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bursa saham, atau bursa efek, adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek. Di Indonesia, kegiatan jual beli saham diawasi oleh PT. Bursa Efek Indonesia (BEI), yang memastikan bahwa perdagangan berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien.

Dalam sistem bursa saham, hanya perusahaan yang telah mendapatkan izin dari Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal) yang dapat memperjualbelikan efeknya. Hal ini penting untuk menjaga integritas dan transparansi pasar, sehingga investor dapat bertransaksi dengan rasa aman dan percaya diri. Dengan adanya sarana dan sistem yang andal, anggota bursa efek dapat melakukan transaksi secara teratur dan efisien, menjadikan bursa saham sebagai jantung dari pasar modal.

Sejarah Bursa Saham di Indonesia

Tahukah kamu bahwa sejarah bursa saham di Indonesia telah dimulai jauh sebelum kemerdekaan? Pada tahun 1912, di bawah pemerintahan Belanda, bursa saham pertama di Indonesia didirikan. Namun, perjalanan bursa saham kita tidak selalu mulus. Akibat Perang Dunia dan berbagai faktor lainnya, bursa saham sempat beberapa kali dibuka dan ditutup kembali.

Bursa saham kembali diresmikan secara resmi oleh Presiden Soeharto pada 10 Agustus 1977. Saat itu, Bursa Efek Jakarta (BEJ) dioperasikan di bawah pengawasan BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal), dengan PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama yang terdaftar. Kemudian, pada tahun 1989, pemerintah membuka pasar modal lainnya, yakni Bursa Efek Surabaya (BES), yang memberikan lebih banyak pilihan bagi para investor.

Setelah melalui berbagai peristiwa dan dinamika ekonomi, pada tanggal 30 November 2007, Bursa Efek Surabaya (BES) dan Bursa Efek Jakarta (BEJ) akhirnya digabungkan menjadi satu entitas yang dikenal sebagai Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX). BEI kini berkantor di Jakarta dan memiliki kantor perwakilan di berbagai kota lainnya, menjadikannya pusat dari aktivitas perdagangan saham di Indonesia.

Jenis-Jenis Bursa Saham

Ketika kita berbicara tentang bursa saham, ada berbagai jenis pasar di dalamnya yang memiliki karakteristik dan mekanisme berbeda. Mari kita lihat apa saja jenis-jenis pasar saham yang ada!

1. Pasar Reguler 

Pasar reguler adalah tempat di mana perdagangan efek dilakukan berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan (continuous auction market) oleh para anggota bursa efek melalui sistem JATS (Jakarta Automated Trading System). Penyelesaian transaksi di pasar ini dilakukan pada hari bursa kedua setelah transaksi terjadi, yang dikenal sebagai T+2.

2. Pasar Negosiasi 

Pasar negosiasi adalah pasar di mana perdagangan efek dilakukan melalui proses tawar-menawar langsung secara individual, tidak melalui lelang. Penyelesaian transaksi di pasar ini dilakukan berdasarkan kesepakatan antara para anggota bursa efek yang terlibat. Perdagangan di pasar negosiasi bisa terjadi antara anggota bursa, antara nasabah dengan anggota bursa, atau antara anggota bursa dengan KPEI (Kliring Penjaminan Efek Indonesia). 

3. Pasar Tunai 

Pasar tunai adalah pasar di mana perdagangan efek dilakukan berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan oleh anggota bursa melalui JATS, dengan penyelesaian transaksi pada hari bursa yang sama (T+0). Ini berarti jika kamu melakukan transaksi di pasar tunai, penyelesaian akan dilakukan pada hari yang sama dengan transaksi tersebut. 

Tugas Bursa Saham

Saat ini, kamu mungkin sering mendengar tentang berbagai platform yang menawarkan kesempatan untuk berinvestasi di pasar kripto. Namun, di balik semua itu, ada institusi penting yang menjamin semua transaksi berjalan dengan aman dan teratur. Mari kita lihat apa saja tugas utama dari Bursa Efek, khususnya Bursa Efek Indonesia (BEI).

1. Fasilitator Perdagangan

BEI berperan sebagai fasilitator dalam perdagangan efek dan surat berharga. Ini berarti mereka memastikan semua transaksi dilakukan dengan cara yang teratur, efisien, dan wajar. Mereka menyediakan platform yang memungkinkan kamu untuk membeli dan menjual aset dengan aman.

2. Menyediakan Fasilitas dan Pengawasan

Selain menjadi fasilitator, BEI juga menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung anggotanya. Mereka tidak hanya menyediakan infrastruktur teknologi, tetapi juga mengawasi setiap aktivitas anggotanya. Ini penting untuk memastikan bahwa semua transaksi dilakukan dengan integritas dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

3. Menyusun Rancangan Anggaran dan Pelaporan

BEI juga bertanggung jawab untuk menyusun rancangan anggaran rutin tahunan. Selain itu, mereka mencatat penggunaan laba sebelumnya dan membuat laporan kepada OJK, yang bertindak sebagai pengawas pasar modal. Ini membantu memastikan bahwa BEI beroperasi dengan transparansi dan akuntabilitas.

Cara Kerja Bursa Saham

Selanjutnya, kita akan bahas cara kerja bursa saham, khususnya proses yang memungkinkan perusahaan untuk melantai di bursa dan bagaimana perdagangan saham berlangsung.

1. Menjadi Perusahaan Terbuka

Untuk bisa diperdagangkan di bursa saham, sebuah perusahaan harus menjadi perusahaan terbuka. Ini artinya, saham perusahaan tersebut bisa dimiliki oleh publik. Proses ini dimulai dengan Initial Public Offering (IPO), di mana perusahaan menjual sebagian sahamnya kepada masyarakat umum. Bursa saham memfasilitasi proses ini, membantu perusahaan memenuhi semua persyaratan dan aturan yang berlaku.

2. Persyaratan dan Aturan Bursa Efek

Tidak semua perusahaan bisa langsung melantai di bursa. Mereka harus memenuhi berbagai persyaratan dan aturan yang ditetapkan oleh bursa efek. Biasanya, perusahaan yang memiliki potensi besar dan modal yang kuat lebih mudah untuk memenuhi kriteria ini. Bursa efek memastikan bahwa hanya perusahaan yang layak dan kredibel yang bisa masuk ke pasar saham.

3. Penawaran Umum Perdana (IPO)

Saat sebuah perusahaan memutuskan untuk melakukan IPO, mereka membagi sahamnya menjadi beberapa bagian, misalnya 20 juta saham. Dari jumlah tersebut, mereka mungkin menjual 5 juta saham kepada publik dengan harga tertentu, misalnya USD10 per saham. Tujuan dari IPO ini adalah untuk mengumpulkan modal yang dibutuhkan dari investor.

4. Pasar Sekunder

Setelah IPO selesai, bursa saham juga berfungsi sebagai platform perdagangan untuk saham-saham yang telah terdaftar. Di sini, kamu bisa membeli dan menjual saham yang sudah diperdagangkan secara reguler. Ini disebut pasar sekunder. Bursa saham memfasilitasi semua transaksi ini dan mendapatkan imbalan atas layanan yang mereka berikan kepada perusahaan dan mitra keuangan mereka.

5. Pengumpulan Modal dan Dividen

Melalui IPO dan perdagangan di pasar sekunder, perusahaan dapat mengumpulkan modal yang dibutuhkan untuk pengembangan bisnis mereka. Di sisi lain, investor yang membeli saham perusahaan berharap mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham dan potensi pendapatan dalam bentuk dividen. 

Investasi Lebih Percaya Diri dengan Analisa Unggulan!

Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, tim riset Reku siap memberikan analisa unggulan untuk investasimu. Siapkan strategi investasimu dengan lebih banyak analisa terkini di sini.

Download aplikasi Reku untuk pengalaman investasi yang lebih aman dan nyaman.

Foto diambil Freepik