6 Perusahaan AI Terbesar di Dunia dan Sahamnya yang Menarik
Perkembangan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan semakin memengaruhi berbagai industri, mulai dari teknologi, keuangan, kesehatan, hingga manufaktur. Perusahaan memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, mengolah data, mengotomatisasi pekerjaan, dan mengembangkan produk digital yang lebih canggih.
Di balik perkembangan tersebut, ada sejumlah perusahaan teknologi yang berperan besar dalam membangun ekosistem AI global. Sebagian mengembangkan chip untuk menjalankan model AI, sementara yang lain menyediakan layanan cloud, model bahasa besar (LLM), dan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan.
Apa Itu Perusahaan AI?
Perusahaan AI adalah perusahaan yang memiliki peran signifikan dalam pengembangan, penyediaan, atau penerapan teknologi kecerdasan buatan. Ukurannya bisa dinilai berdasarkan kapitalisasi pasar, pendapatan, investasi infrastruktur AI, kemampuan teknologi, maupun luas penggunaan produknya.
Karena setiap indikator mengukur aspek yang berbeda, tidak ada satu daftar yang selalu menjadi peringkat mutlak perusahaan AI terbesar. Perusahaan dengan kapitalisasi pasar tinggi belum tentu menghasilkan pendapatan AI paling besar, sedangkan perusahaan yang menyediakan teknologi penting bagi industri belum tentu dikenal sebagai perusahaan AI murni.
Faktor yang Membuat Perusahaan AI Menonjol
Beberapa faktor yang dapat digunakan untuk menilai posisi perusahaan dalam industri AI meliputi:
- Kapitalisasi pasar: nilai pasar seluruh saham perusahaan yang beredar.
- Infrastruktur AI: kemampuan menyediakan chip, pusat data, dan komputasi berperforma tinggi.
- Pengembangan teknologi: inovasi dalam model AI, perangkat lunak, dan sistem komputasi.
- Adopsi pasar: jumlah pengguna dan perusahaan yang memanfaatkan produk AI.
- Kinerja bisnis: pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, dan kemampuan mengubah investasi AI menjadi keuntungan.
Daftar Perusahaan AI Terbesar di Dunia
Berikut sejumlah perusahaan yang memiliki peran penting dalam ekosistem AI global. Daftar ini tidak disusun sebagai peringkat kapitalisasi pasar terkini, melainkan berdasarkan bidang bisnis dan kontribusinya terhadap perkembangan AI.
1. NVIDIA (NVDA)
NVIDIA merupakan salah satu perusahaan paling berpengaruh dalam industri AI, terutama karena teknologi GPU yang digunakan untuk melatih dan menjalankan model kecerdasan buatan.
GPU NVIDIA banyak digunakan di pusat data untuk menangani komputasi paralel dalam skala besar. Perusahaan ini juga mengembangkan ekosistem perangkat lunak, termasuk CUDA, yang membantu pengembang mengoptimalkan pemrosesan komputasi.
Bisnis NVIDIA tidak terbatas pada AI generatif. Teknologinya juga digunakan dalam otomotif, robotika, komputasi ilmiah, dan pengembangan simulasi digital.
Fokus bisnis AI: GPU, akselerator komputasi, jaringan pusat data, dan perangkat lunak AI.
2. Microsoft (MSFT)
Microsoft mengembangkan AI melalui integrasi teknologi ke dalam produk produktivitas, layanan cloud, dan perangkat lunak perusahaan. Microsoft Azure menyediakan infrastruktur komputasi yang digunakan untuk mengembangkan serta menjalankan berbagai aplikasi AI.
Perusahaan ini juga menghadirkan fitur AI melalui Microsoft Copilot di sejumlah produknya. Strategi tersebut memungkinkan Microsoft menggabungkan teknologi AI dengan layanan yang sudah digunakan oleh banyak perusahaan dan individu.
Potensi bisnisnya berkaitan dengan peningkatan penggunaan layanan cloud dan monetisasi fitur AI. Namun, besarnya belanja pusat data dan biaya pengembangan teknologi juga perlu diperhatikan.
Fokus bisnis AI: cloud computing, Copilot, infrastruktur AI, dan perangkat lunak perusahaan.
Beli saham Microsoft sekarang↗
3. Alphabet atau Google (GOOG)
Alphabet, perusahaan induk Google, memiliki ekosistem AI yang mencakup mesin pencari, Google Cloud, model Gemini, dan pengembangan chip khusus untuk AI yang dikenal sebagai TPU.
AI digunakan untuk meningkatkan relevansi hasil pencarian, mengembangkan fitur produktivitas, dan memperluas layanan cloud. Alphabet juga memiliki keunggulan berupa infrastruktur digital, data, serta basis pengguna yang luas.
Meski demikian, perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara pengembangan AI, biaya infrastruktur, persaingan layanan pencarian, dan keberlanjutan model bisnis periklanan.
Fokus bisnis AI: Gemini, Google Cloud, TPU, dan integrasi AI ke layanan digital.
Beli saham Alphabet (Google) sekarang↗
4. AMD (AMD)
Advanced Micro Devices atau AMD merupakan perusahaan semikonduktor yang bersaing di pasar prosesor dan akselerator AI. Produk CPU dan GPU-nya digunakan pada komputer, server, serta pusat data.
AMD mengembangkan akselerator Instinct untuk kebutuhan komputasi AI. Kehadiran produk tersebut memberikan alternatif bagi perusahaan yang ingin membangun infrastruktur AI dengan pilihan perangkat keras yang lebih beragam.
Kinerja AMD di sektor ini dipengaruhi oleh kemampuan teknologinya, permintaan pusat data, persaingan dengan NVIDIA, dan keberhasilan perusahaan memperluas penggunaan produknya.
Fokus bisnis AI: akselerator AI, GPU, CPU server, dan komputasi pusat data.
5. Palantir Technologies (PLTR)
Palantir mengembangkan perangkat lunak untuk membantu organisasi mengintegrasikan, menganalisis, dan menggunakan data dalam pengambilan keputusan. Platformnya digunakan oleh pelanggan pemerintah maupun perusahaan komersial.
Melalui Artificial Intelligence Platform (AIP), Palantir membantu organisasi menghubungkan model AI dengan data dan alur kerja operasional. Pendekatan ini memungkinkan AI digunakan untuk mendukung proses bisnis yang lebih konkret, bukan sekadar menghasilkan teks atau gambar.
Peluang pertumbuhan Palantir berkaitan dengan adopsi AI oleh perusahaan. Namun, investor juga perlu memperhatikan valuasi saham dan kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan pelanggan serta pendapatan.
Fokus bisnis AI: analisis data, integrasi model AI, dan perangkat lunak operasional.
6. C3.ai (AI)
C3.ai merupakan perusahaan perangkat lunak yang berfokus pada aplikasi AI untuk kebutuhan perusahaan. Solusinya dirancang untuk membantu organisasi memanfaatkan data dalam berbagai kebutuhan, seperti pemeliharaan prediktif, deteksi anomali, dan optimalisasi operasional.
Berbeda dari perusahaan yang terutama menjual chip, C3.ai berfokus pada pengembangan aplikasi dan platform AI yang dapat diterapkan dalam lingkungan bisnis.
Sebagai perusahaan yang lebih terfokus pada AI, C3.ai memiliki peluang dari meningkatnya kebutuhan solusi kecerdasan buatan. Di sisi lain, investor perlu menilai pertumbuhan pendapatan, tingkat kerugian atau profitabilitas, persaingan, dan kemampuan perusahaan membangun bisnis yang berkelanjutan.
Fokus bisnis AI: platform AI perusahaan dan aplikasi berbasis data.
| Perusahaan | Peran dalam ekosistem AI |
|---|---|
| NVIDIA | Menyediakan GPU dan infrastruktur komputasi AI |
| Microsoft | Mengintegrasikan AI ke cloud dan perangkat lunak |
| Alphabet (Google) | Mengembangkan model AI, cloud, dan teknologi pencarian |
| AMD | Menyediakan prosesor dan akselerator AI |
| Palantir | Menghubungkan AI dengan data dan operasional organisasi |
| C3.ai | Mengembangkan aplikasi AI untuk kebutuhan perusahaan |
Cara Investasi Saham Perusahaan AI di Reku
Jika kamu ingin mendapatkan eksposur ke perkembangan AI melalui pasar saham Amerika, kamu bisa mempertimbangkan saham perusahaan yang bisnisnya berkaitan dengan teknologi tersebut. Salah satu pilihan aplikasi saham Amerika dari Indonesia adalah Reku.
Melalui Aplikasi Reku, kamu bisa membeli saham Amerika dengan modal mulai dari US$1 melalui mekanisme fractional shares atau saham pecahan. Artinya, kamu tidak harus membeli satu lembar saham penuh untuk mulai berinvestasi.
Selain saham, Reku juga menyediakan layanan trading crypto. Dengan begitu, kamu dapat mempelajari dua kelas aset berbeda dalam satu aplikasi. Namun, saham dan kripto memiliki karakteristik risiko, mekanisme pasar, serta faktor penggerak harga yang berbeda. Sebaiknya pelajari masing-masing aset dan sesuaikan alokasi dana dengan tujuan keuanganmu.

