MarketTrade
Products
Wallet
Learning Hub
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Blog
Teori
Tutorial
Kamus Kripto
Rahasia Besar di Balik Margin Trading: Apa itu Margin Trading dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Teori
Bagikan!

Rahasia Besar di Balik Margin Trading: Apa itu Margin Trading dan Bagaimana Cara Kerjanya?

19 June 2024
5 menit membaca
Rahasia Besar di Balik Margin Trading: Apa itu Margin Trading dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Pernahkah kamu menemukan aset kripto yang memiliki potensi kenaikan besar, tetapi dana yang kamu miliki tidak cukup untuk membeli sebanyak yang kamu inginkan? Tenang, dengan memanfaatkan margin trading, kamu bisa tetap meraih peluang tersebut. Margin trading memungkinkan kamu untuk membeli aset incaranmu meskipun dengan dana terbatas. Tapi, sebelum mulai, pastikan kamu benar-benar paham potensi dan risiko yang ada. Yuk, simak artikel berikut untuk mengenal margin trading lebih dalam!

Apa Itu Margin Trading?

Margin trading adalah fasilitas yang disediakan oleh platform perdagangan kripto atau broker, yang memungkinkan sobat Reku untuk membeli aset kripto dalam jumlah yang lebih besar daripada yang seharusnya bisa dibeli dengan dana yang tersedia. Bagaimana caranya? Pada dasarnya, dengan margin trading, kamu meminjam dana tambahan dari platform untuk meningkatkan daya beli aset kripto.

Dengan memanfaatkan fasilitas ini, investor dapat meningkatkan potensi keuntungan mereka. Misalnya, jika kamu melihat potensi kenaikan besar pada suatu aset kripto tapi danamu terbatas, margin trading memungkinkan kamu untuk membeli lebih banyak aset tersebut daripada yang bisa kamu beli hanya dengan dana yang ada di rekeningmu.

Namun, layanan ini bukan tanpa syarat dan biaya. Untuk bisa menggunakan margin trading, kamu harus memenuhi beberapa persyaratan tertentu yang ditetapkan oleh platform. Selain itu, pinjaman yang diberikan oleh platform juga dikenakan bunga, dan harus dilunasi sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan. Jika terjadi gagal bayar atau wanprestasi, aset yang dibeli dengan dana pinjaman tersebut dapat dilikuidasi atau dijual paksa untuk menutup kerugian.

Mengapa Perusahaan Menyediakan Fasilitas Margin Trading?

Perusahaan atau platform perdagangan kripto menyediakan fasilitas margin trading untuk meningkatkan volume perdagangan dan likuiditas pasar. Dengan memberikan dana tambahan kepada investor, platform ini dapat mendorong lebih banyak transaksi, yang menguntungkan ekosistem pasar secara keseluruhan. Selain itu, bunga yang dikenakan pada dana pinjaman menjadi sumber pendapatan tambahan bagi perusahaan, meningkatkan profitabilitas mereka.

Fasilitas margin trading juga membantu perusahaan menarik lebih banyak investor dan memperluas basis klien mereka. Dengan memungkinkan investor untuk bertransaksi lebih besar daripada modal awal mereka, perusahaan menunjukkan komitmennya dalam menyediakan alat dan layanan yang membantu pengguna mencapai tujuan keuangan mereka. Ini membangun kepercayaan dan loyalitas, yang sangat penting bagi keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Keuntungan dan Kerugian dari Margin Trading

Margin trading menawarkan sejumlah keuntungan yang dapat menarik bagi investor. Pertama, margin trading memungkinkan kamu untuk memanfaatkan dana tambahan untuk membeli lebih banyak aset kripto daripada yang bisa dibeli hanya dengan modal awal. Ini bisa memperbesar potensi keuntungan jika nilai aset kripto yang dibeli naik. Selain itu, bunga yang dikenakan pada pinjaman dalam margin trading biasanya lebih rendah dibandingkan dengan pinjaman konvensional, memberikan beban biaya yang lebih ringan bagi investor.

Keuntungan lainnya adalah fleksibilitas dalam periode holding. Dalam margin trading, kamu dapat memegang aset lebih lama tanpa harus khawatir tentang penjualan paksa (forced sell) selama rasio jaminan masih mencukupi. Hal ini memberikan lebih banyak waktu bagi aset untuk berkembang dan menghasilkan keuntungan. Dengan margin trading, investor juga dapat menghindari situasi suspend buy, dimana kamu tetap bisa melakukan pembelian aset kripto meskipun belum dapat memenuhi kewajiban pembayaran dalam waktu tertentu.

Namun, margin trading juga memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan dengan serius. Salah satu risiko utama adalah risiko capital loss. Aset kripto terkenal karena volatilitasnya yang tinggi, dan jika nilai aset yang dibeli menggunakan margin trading turun, kerugian yang dialami bisa sangat besar. Karena pinjaman yang digunakan untuk membeli aset tersebut harus dilunasi, kerugian bisa berlipat ganda dibandingkan dengan investasi menggunakan modal sendiri.

Selain itu, risiko gagal bayar juga menjadi ancaman nyata. Jika investor tidak mampu melunasi pinjaman dan bunga yang dikenakan, aset yang dibeli dengan dana pinjaman dapat dilikuidasi secara otomatis oleh platform untuk menutupi kerugian. Proses likuidasi ini, sering disebut sebagai ‘forced sell‘, dapat menyebabkan hilangnya kepemilikan aset dan potensi keuntungan di masa depan.

Dengan demikian, sementara margin trading bisa menjadi alat yang kuat untuk meningkatkan potensi keuntungan, penting bagi sobat Reku untuk memahami sepenuhnya risiko yang terlibat dan menggunakan fasilitas ini dengan bijaksana.

Risiko dari Margin Trading

Meskipun menawarkan potensi keuntungan yang besar, margin trading juga datang dengan risiko yang signifikan. Salah satu risiko utama adalah risiko capital loss. Aset kripto terkenal dengan volatilitasnya yang tinggi, dan nilai aset tersebut bisa turun drastis dalam waktu singkat. Jika kamu tidak tekun dan jeli dalam memilih aset kripto, kamu bisa mengalami capital loss, dimana nilai portofoliomu berkurang secara signifikan. Karena margin trading melibatkan penggunaan dana pinjaman, kerugian yang dialami akan berlipat ganda dibandingkan dengan investasi menggunakan modal sendiri.

Risiko lainnya adalah risiko forced sell. Jika kamu gagal membayar kembali pinjaman dan bunga yang dikenakan dalam margin trading, platform perdagangan kripto akan melikuidasi aset yang kamu miliki secara otomatis untuk menutupi kerugian. Proses likuidasi ini dikenal sebagai ‘forced sell’, dan dapat menyebabkan hilangnya kepemilikan aset serta potensi keuntungan di masa depan. Forced sell tidak hanya menghilangkan peluang untuk memulihkan kerugian tetapi juga bisa menyebabkan stres finansial yang signifikan.

Ilustrasi Margin Trading untuk Memudahkan Pemahaman Kamu

Untuk memudahkan pemahaman tentang margin trading, bayangkan skenario sederhana berikut ini. Misalkan kamu memiliki modal sebesar Rp10.000.000 di akunmu. Dengan modal ini, kamu bisa membeli aset kripto senilai Rp10.000.000. Namun, dengan fasilitas margin trading yang ditawarkan oleh platform seperti Reku, kamu bisa mendapatkan pinjaman dana tambahan, katakanlah sebesar Rp20.000.000. Ini berarti kamu sekarang memiliki total Rp30.000.000 untuk diinvestasikan. Jika aset kripto yang kamu beli naik nilainya, keuntungan yang kamu dapatkan akan jauh lebih besar dibandingkan hanya menggunakan modal awal.

Sebagai contoh, jika kamu menggunakan modal awal Rp10.000.000 dan harga aset naik 10%, kamu akan mendapatkan keuntungan Rp1.000.000. Tetapi dengan menggunakan margin trading dan modal total Rp30.000.000, dengan kenaikan yang sama, keuntunganmu menjadi Rp3.000.000. Namun, perlu diingat bahwa keuntungan ini juga diikuti dengan risiko yang lebih besar jika nilai aset turun.

Keamanan Investasimu Prioritas Kami!

Aplikasi Reku tersedia di Android dan App Store. Download untuk mulai investasi lebih dari 100 aset kripto yang terdaftar. Alasan kenapa Reku menjadi pilihan bagi jutaan pengguna di Indonesia:

  • Fee transaksi sangat rendah
  • Tersedia mode Pro dan mode Lightning, cocok untuk segala jenis investor
  • Staking dengan APY hingga 12.5% dan berlisensi BAPPEBTI
  • Bisa mulai dengan modal Rp5.000
  • Analisa setiap minggu dari Crypto Researcher Reku

Tunggu apa lagi? Ayo mulai perjalanan investasimu di Reku sekarang!

 

Foto diambil dari Freepik.