Sektor keuangan selalu jadi salah satu tulang punggung pasar saham Amerika Serikat. Mulai dari bank raksasa, perusahaan jaringan pembayaran, sampai perusahaan asuransi dan fintech, semuanya masuk kategori ini dan sering jadi incaran investor global. Kalau kamu tertarik menjajal saham Amerika dari sektor ini, artikel ini akan membahas kenapa sektor keuangan menarik, kriteria memilih saham yang solid, contoh saham keuangan terbaik Amerika yang populer, sampai cara investor Indonesia bisa membeli saham tersebut.
Kenapa Sektor Keuangan Amerika Menarik untuk Investor
Sektor keuangan (financial sector) mencakup bank komersial, bank investasi, perusahaan kartu pembayaran, perusahaan asuransi, sampai perusahaan fintech yang tercatat di bursa saham Amerika Serikat. Sektor ini punya bobot cukup besar di indeks utama seperti S&P 500, sehingga pergerakannya kerap ikut memengaruhi arah pasar secara keseluruhan.
Ada beberapa alasan sektor ini cukup menarik untuk dilirik.
- Banyak perusahaan di dalamnya sudah beroperasi puluhan tahun dan punya model bisnis yang teruji melewati berbagai siklus ekonomi, termasuk saat resesi.
- Sebagian besar emitennya rutin membagikan dividen, cocok untuk kamu yang mencari pemasukan pasif selain capital gain.
- Sektor keuangan sering dianggap sebagai indikator kesehatan ekonomi suatu negara, jadi mengikuti performanya juga membantu kamu memahami kondisi makro Amerika Serikat secara umum.
- Sektor keuangan Amerika juga terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi. Bank-bank besar berlomba memperkuat layanan digital, sementara perusahaan fintech dan penyedia jaringan pembayaran terus memperluas jangkauan transaksi non-tunai ke berbagai negara.
Kombinasi antara fondasi bisnis yang mapan dan adaptasi terhadap teknologi baru inilah yang membuat banyak investor global, termasuk investor ritel, tetap memasukkan saham keuangan ke dalam daftar pertimbangan portofolio mereka.
Cara Memilih Saham Keuangan Terbaik
Sebelum menjatuhkan pilihan, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan supaya saham sektor keuangan terbaik yang kamu pilih benar-benar sesuai dengan tujuan investasimu:
- Fundamental keuangan yang solid — perhatikan pendapatan, laba bersih, dan rasio utang perusahaan dalam beberapa tahun terakhir sebelum memutuskan untuk masuk.
- Riwayat dividen yang konsisten — kalau kamu memprioritaskan pemasukan pasif, cek juga contoh saham Amerika dengan dividen terbesar untuk melihat emiten yang rutin membagikan keuntungan ke pemegang saham.
- Market cap dan likuiditas — perusahaan besar dengan volume transaksi tinggi biasanya lebih stabil dan lebih mudah diperjualbelikan kapan saja.
- Regulasi dan ketahanan terhadap resesi — sektor keuangan sangat diatur oleh regulator, jadi cek juga rekam jejak perusahaan tersebut saat menghadapi krisis ekonomi sebelumnya.
- Kesesuaian dengan profil investasimu — setiap orang punya gaya investasi berbeda, jadi kenali dulu jenis investor saham yang paling menggambarkan dirimu sebelum menentukan saham mana yang paling pas untuk portofolio.
6 Saham Keuangan Indonesia Terbaik
Berikut beberapa saham sektor keuangan Indonesia yang cukup populer dan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan riset.
1. Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Bank Central Asia atau BCA merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia dengan bisnis yang mencakup perbankan konsumen, komersial, dan korporasi. BCA juga memiliki basis nasabah yang luas serta ekosistem transaksi yang kuat. Sebagai salah satu saham keuangan yang banyak diperhatikan di BEI, kinerja BBCA dapat dipengaruhi oleh pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga, net interest margin (NIM), kualitas aset, serta kemampuan perusahaan mempertahankan profitabilitas.
2. Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
Bank Mandiri merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia dengan layanan yang mencakup segmen konsumen, UMKM, komersial, dan korporasi. Skala bisnisnya membuat BMRI memiliki eksposur yang luas terhadap perkembangan ekonomi nasional. Investor yang mengamati saham keuangan seperti BMRI biasanya perlu memperhatikan pertumbuhan kredit, kualitas pinjaman, NIM, biaya pencadangan, serta pertumbuhan laba untuk menilai perkembangan bisnis perusahaan.
3. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Bank Rakyat Indonesia memiliki fokus kuat pada segmen mikro dan UMKM, selain menyediakan layanan perbankan untuk konsumen dan korporasi. Karakter tersebut membuat kinerja BBRI cukup berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat dan kondisi sektor usaha kecil. Sebagai salah satu saham keuangan terbesar di BEI, BBRI dapat dianalisis melalui indikator seperti pertumbuhan kredit mikro, kualitas aset, NPL, NIM, efisiensi operasional, dan profitabilitas.
4. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
Bank Negara Indonesia atau BNI menyediakan berbagai layanan perbankan untuk individu, bisnis, dan korporasi, termasuk aktivitas perdagangan internasional. Dengan portofolio kredit yang beragam, BBNI memiliki eksposur terhadap berbagai sektor ekonomi Indonesia. Saham ini menjadi salah satu nama yang sering diperhatikan dalam sektor keuangan BEI, dengan pertumbuhan kredit, kualitas aset, dana pihak ketiga, NIM, dan profitabilitas sebagai beberapa faktor penting yang perlu dicermati.
5. Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)
Bank Syariah Indonesia merupakan salah satu pemain utama dalam industri perbankan syariah nasional. Perusahaan menawarkan layanan perbankan berdasarkan prinsip syariah untuk nasabah individu maupun korporasi. BRIS memberikan eksposur terhadap pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia dan memiliki karakter bisnis yang berbeda dari bank konvensional. Dalam menganalisisnya, investor dapat memperhatikan pertumbuhan pembiayaan, kualitas aset, dana pihak ketiga, efisiensi operasional, dan perkembangan laba.
6. Bank Jago Tbk (ARTO)
Bank Jago merupakan salah satu bank digital yang berkembang di Indonesia dengan layanan yang mengandalkan platform digital. Model bisnisnya mencerminkan perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi dalam industri perbankan. ARTO kerap menjadi perhatian dalam pembahasan saham keuangan dan tren bank digital, tetapi investor perlu melihat bukan hanya pertumbuhan nasabah, melainkan juga kualitas kredit, biaya operasional, kemampuan meningkatkan pendapatan, dan perkembangan profitabilitas perusahaan.
14 Saham Keuangan Amerika Terbaik
Sektor keuangan Amerika Serikat mencakup lebih dari sekadar bank. Ada perusahaan kartu pembayaran, manajemen aset, asuransi, hingga penyedia infrastruktur pasar keuangan. Karena memiliki model bisnis dan tingkat risiko yang berbeda, investor perlu memahami karakter masing-masing perusahaan sebelum mempertimbangkannya sebagai bagian dari portofolio. Berikut beberapa saham keuangan Amerika yang populer dan memiliki skala bisnis besar di industrinya.
1. JPMorgan Chase & Co. (JPM)
JPMorgan Chase merupakan salah satu bank terbesar di Amerika Serikat dengan bisnis yang sangat terdiversifikasi, mulai dari perbankan konsumen, kartu kredit, commercial banking, investment banking, hingga asset management. Skala dan keragaman bisnisnya membuat JPMorgan sering menjadi salah satu acuan ketika investor melihat kondisi sektor perbankan AS. Kinerja sahamnya antara lain dipengaruhi oleh suku bunga, pertumbuhan kredit, kualitas aset, aktivitas pasar modal, serta kondisi ekonomi Amerika secara keseluruhan.
Cek harga saham JPM sekarang ↗
2. Bank of America Corporation (BAC)
Bank of America memiliki basis nasabah yang luas dan menjalankan bisnis consumer banking, commercial banking, wealth management, serta investment banking. Sebagai salah satu bank besar di AS, perusahaan ini memperoleh pendapatan dari berbagai aktivitas keuangan sehingga tidak hanya bergantung pada satu segmen bisnis. Bagi investor yang mengamati saham keuangan, beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan dari BAC mencakup pertumbuhan pinjaman, simpanan nasabah, pendapatan bunga, kualitas kredit, dan perubahan kebijakan suku bunga.
Cek harga saham BAC sekarang ↗
3. Wells Fargo & Company (WFC)
Wells Fargo merupakan bank besar Amerika yang menyediakan layanan perbankan kepada konsumen, bisnis kecil, perusahaan, hingga nasabah wealth management. Bisnisnya cukup erat kaitannya dengan kondisi ekonomi domestik AS karena aktivitas pinjaman dan transaksi nasabah menjadi bagian penting dari operasional perusahaan. Seperti saham perbankan lainnya, kinerja WFC dapat dipengaruhi oleh suku bunga, kualitas kredit, biaya pendanaan, pertumbuhan pinjaman, serta tingkat pencadangan untuk mengantisipasi potensi kerugian kredit.
Cek harga saham WFC sekarang ↗
4. Citigroup Inc. (C)
Citigroup memiliki jaringan bisnis yang lebih berorientasi global dibandingkan sejumlah bank besar AS lainnya, dengan layanan yang mencakup institutional banking, wealth management, dan kartu. Eksposur internasional memberikan peluang dari pertumbuhan transaksi dan aktivitas ekonomi global, tetapi sekaligus membawa risiko tambahan seperti fluktuasi mata uang, kondisi ekonomi negara lain, dan perubahan regulasi. Karena itu, saham Citigroup menarik untuk diperhatikan bagi investor yang ingin melihat karakter saham keuangan dengan eksposur lintas negara.
5. Goldman Sachs Group, Inc. (GS)
Goldman Sachs dikenal sebagai salah satu bank investasi terbesar di Amerika Serikat dengan bisnis yang mencakup investment banking, global markets, asset management, dan wealth management. Tidak seperti bank ritel yang sangat bergantung pada aktivitas deposito dan pinjaman konsumen, pendapatan Goldman Sachs juga dipengaruhi oleh aktivitas pasar modal seperti merger dan akuisisi, penerbitan sekuritas, serta trading. Kinerja sahamnya karena itu dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan tingkat aktivitas transaksi keuangan global.
6. Morgan Stanley (MS)
Morgan Stanley merupakan perusahaan jasa keuangan global yang memiliki bisnis utama di investment banking, institutional securities, wealth management, dan investment management. Bisnis wealth management menjadi salah satu komponen penting karena perusahaan memperoleh pendapatan dari layanan dan pengelolaan aset nasabah. Kinerja MS dapat dipengaruhi oleh kondisi pasar saham, nilai aset yang dikelola, aktivitas transaksi, serta perkembangan bisnis investment banking. Karakter tersebut membuatnya berbeda dari saham keuangan yang berfokus pada perbankan tradisional.
7. American Express Company (AXP)
American Express bergerak dalam layanan pembayaran dan kartu yang digunakan oleh konsumen maupun perusahaan. Berbeda dari Visa dan Mastercard yang terutama menyediakan jaringan pembayaran, American Express memiliki hubungan yang lebih langsung dengan pemegang kartu dan merchant serta menawarkan berbagai layanan keuangan. Perusahaan dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya transaksi dan belanja konsumen, tetapi juga memiliki eksposur terhadap risiko kredit. Investor biasanya perlu memperhatikan pertumbuhan pengguna kartu, volume transaksi, kualitas kredit, dan daya beli konsumen.
Cek harga saham SXP sekarang ↗
8. Visa Inc. (V)
Visa merupakan perusahaan jaringan pembayaran global yang menghubungkan konsumen, merchant, bank, dan institusi keuangan dalam transaksi elektronik. Model bisnisnya berbeda dari bank karena Visa tidak mengandalkan pemberian pinjaman konsumen sebagai sumber utama pendapatan. Perusahaan lebih banyak diuntungkan dari meningkatnya volume transaksi melalui jaringannya, termasuk transaksi digital dan lintas negara. Karena itu, saham Visa sering dikaitkan dengan tren pembayaran non-tunai, pertumbuhan e-commerce, konsumsi masyarakat, serta perkembangan ekonomi global.
9. Mastercard Incorporated (MA)
Mastercard merupakan salah satu jaringan pembayaran terbesar di dunia dan menjadi pesaing utama Visa. Perusahaan memperoleh pendapatan dari aktivitas transaksi yang diproses melalui jaringannya, sehingga pertumbuhan pembayaran digital dapat menjadi salah satu faktor pendukung bisnis. Berbeda dari bank, Mastercard tidak perlu menanggung risiko kredit konsumen dengan cara yang sama seperti penerbit kartu. Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan persaingan industri, perkembangan teknologi pembayaran, regulasi, serta pertumbuhan transaksi domestik dan internasional.
10. Berkshire Hathaway Inc. (BRK.B)
Berkshire Hathaway merupakan perusahaan holding dengan bisnis yang sangat beragam, termasuk asuransi, energi, transportasi, dan berbagai investasi pada perusahaan publik. Bisnis asuransi menjadi salah satu bagian penting dari struktur perusahaan, sementara portofolio investasinya memberikan eksposur terhadap berbagai sektor ekonomi. Berkshire memiliki karakter yang berbeda dari saham bank atau perusahaan pembayaran, sehingga investor perlu melihat perusahaan secara keseluruhan, termasuk kinerja bisnis operasional, hasil investasi, kondisi industri asuransi, dan strategi alokasi modalnya.
Cek harga saham BRK.B sekarang ↗
11. BlackRock, Inc. (BLK)
BlackRock merupakan salah satu perusahaan manajemen aset terbesar di dunia yang mengelola dana untuk investor individu maupun institusi. Pendapatannya terutama berkaitan dengan layanan pengelolaan investasi dan jumlah aset yang dikelola, sehingga model bisnisnya berbeda dari bank yang bergantung pada aktivitas pinjaman. Pertumbuhan pasar modal dapat memberikan dampak positif karena kenaikan nilai aset berpotensi meningkatkan pendapatan berbasis biaya. Arus dana masuk, kondisi pasar saham, dan perkembangan produk investasi juga menjadi faktor penting.
Cek harga saham BLK sekarang ↗
12. Charles Schwab Corporation (SCHW)
Charles Schwab merupakan perusahaan jasa keuangan yang menawarkan layanan brokerage, wealth management, banking, dan berbagai produk investasi. Perusahaan mendapat manfaat dari pertumbuhan jumlah investor serta aset yang ditempatkan melalui platformnya, tetapi kinerjanya juga dapat dipengaruhi oleh perubahan suku bunga dan perilaku nasabah. Saham SCHW dapat menjadi salah satu saham keuangan yang menarik untuk diamati ketika membahas perkembangan layanan investasi ritel di Amerika, terutama seiring meningkatnya penggunaan platform investasi digital.
Cek harga saham SCHW sekarang ↗
13. S&P Global Inc. (SPGI)
S&P Global menyediakan berbagai layanan informasi dan data keuangan, termasuk pemeringkatan kredit, indeks, analitik, dan informasi pasar. Model bisnis perusahaan berbeda dari bank karena pendapatannya berasal dari layanan informasi dan infrastruktur pasar keuangan. Aktivitas penerbitan utang, kebutuhan terhadap data keuangan, dan pertumbuhan aset yang mengikuti indeks dapat memengaruhi kinerjanya. Karena karakter bisnisnya, SPGI menjadi salah satu contoh bahwa saham keuangan tidak hanya berasal dari sektor perbankan.
Cek harga saham SPGI sekarang ↗
14. Moody’s Corporation (MCO)
Moody’s merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pemeringkatan kredit, analisis risiko, dan informasi keuangan. Layanannya digunakan oleh berbagai perusahaan dan institusi untuk membantu menilai risiko kredit serta kondisi pasar utang. Bisnis Moody’s dapat memperoleh manfaat ketika aktivitas penerbitan obligasi dan pembiayaan meningkat karena kebutuhan terhadap layanan pemeringkatan dan analisis ikut berkembang. Investor yang mencari saham keuangan dengan eksposur terhadap pasar modal dapat memperhatikan MCO sebagai salah satu perusahaan dalam kategori ini.
Cek harga saham MCO sekarang ↗
Cara Beli Saham Keuangan Amerika
Setelah tahu kriteria dan beberapa contohnya, kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana caranya investor di Indonesia bisa ikut membeli saham Amerika dari sektor keuangan ini. Berikut langkah umum yang biasanya dilalui:
- Pilih aplikasi atau platform investasi yang punya izin resmi dan menyediakan akses ke bursa saham Amerika Serikat. Kalau masih bingung menentukan, kamu bisa cek dulu daftar aplikasi saham luar negeri terbaik sebagai bahan pertimbangan.
- Lakukan pendaftaran akun dan proses verifikasi identitas (KYC) sesuai ketentuan platform yang kamu pilih.
- Top up saldo atau dana investasi ke akun tersebut sesuai kebutuhan dan kemampuan finansialmu.
- Riset emiten yang ingin kamu beli, termasuk membaca laporan keuangan dan berita terbaru terkait perusahaan tersebut.
- Eksekusi pembelian saham, lalu pantau portofolio secara berkala supaya kamu bisa menyesuaikan strategi kalau memang diperlukan.
Kalau kamu ingin memahami lebih dalam soal regulasi dan legalitasnya sebelum mulai, baca juga: Apakah WNI Bisa Beli Saham Luar Negeri?
Saatnya Diversifikasi ke Saham Sektor Keuangan Amerika lewat Reku
Setelah memahami kriteria dan beberapa contoh saham sektor keuangan Amerika, langkah selanjutnya adalah mulai bertindak dengan strategi yang matang. Di Reku, kamu bisa mulai investasi saham Amerika dari modal yang terjangkau, tanpa perlu proses yang ribet. Selain saham, Reku juga menyediakan akses ke ratusan pilihan crypto kalau kamu ingin mendiversifikasi portofolio ke aset digital juga.
Yang terpenting, selalu sesuaikan alokasi investasi dengan profil risiko dan tujuan keuanganmu sendiri. Artikel ini disusun sebagai bahan edukasi umum, bukan nasihat atau rekomendasi finansial personal, dan ingat bahwa performa masa lalu suatu saham bukan jaminan hasil di masa depan. Lakukan riset tambahan atau konsultasi dengan penasihat keuangan tepercaya sebelum mengambil keputusan investasi yang sesuai dengan kondisimu.

