MarketTrade
Products
Wallet
Learning Hub
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Blog
Teori
Tutorial
Kamus Kripto
Saham vs Obligasi: Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Investasi?
Teori
Bagikan!

Saham vs Obligasi: Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Investasi?

27 June 2024
4 menit membaca
Saham vs Obligasi: Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Investasi?

Investasi adalah cara yang populer untuk mengembangkan kekayaan dan mencapai tujuan finansial jangka panjang. Namun, dengan begitu banyak pilihan yang tersedia, memilih instrumen investasi yang tepat bisa jadi tantangan tersendiri. Dua pilihan yang sering kali dibandingkan adalah saham dan obligasi. Meski keduanya memiliki tujuan yang sama – menanamkan modal untuk mendapatkan keuntungan – mereka berbeda dalam banyak hal. Jika kamu sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi dan ingin memahami lebih dalam tentang perbedaan antara saham dan obligasi, artikel ini akan membahas dengan detail masing-masing instrumen tersebut. 

Apa Itu Saham?

Saham adalah salah satu instrumen investasi paling populer yang menawarkan bagian kepemilikan dalam sebuah perusahaan. Ketika kamu membeli saham, kamu sebenarnya sedang membeli sebagian kecil dari perusahaan tersebut. Ini berarti kamu memiliki hak atas sebagian dari aset dan keuntungan perusahaan. Keuntungan ini bisa berupa dividen yang dibagikan secara berkala atau melalui kenaikan nilai saham itu sendiri. Saham sering kali dianggap sebagai cara efektif untuk meningkatkan kekayaan dalam jangka panjang, meskipun juga datang dengan risiko yang perlu dikelola dengan hati-hati. Di Indonesia, saham dikenal sebagai salah satu instrumen yang dapat memberikan imbal hasil yang tinggi bagi para investor yang siap menerima fluktuasi pasar.

Apa Itu Obligasi?

Obligasi adalah instrumen keuangan berupa surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah sebagai cara untuk mengumpulkan dana. Ketika kamu membeli obligasi, kamu sebenarnya sedang meminjamkan uang kepada penerbit obligasi dengan janji bahwa mereka akan membayar kembali pokok pinjaman beserta bunga pada waktu yang telah ditentukan. Obligasi sering dianggap sebagai investasi yang lebih aman dibandingkan saham karena memberikan aliran pendapatan yang tetap melalui pembayaran bunga berkala dan pengembalian pokok pinjaman pada saat jatuh tempo. Meskipun perusahaan juga bisa menerbitkan obligasi, instrumen ini lebih umum dikeluarkan oleh pemerintah, memberikan jaminan keamanan tambahan bagi investor.

Perbedaan Saham dan Obligasi

Investasi saham dan obligasi memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Untuk memahaminya lebih dalam, berikut adalah lima perbedaan utama antara keduanya:

1. Batas Masa Berlaku

Saham: Tidak memiliki batas waktu. Selama perusahaan masih beroperasi dan kamu masih memegang saham, kamu tetap memiliki hak atas keuntungan dan suara dalam perusahaan.

Obligasi: Memiliki jangka waktu yang jelas. Setelah masa berlaku obligasi habis, peminjam (penerbit obligasi) harus mengembalikan dana pokok kepada pemegang obligasi, dan hubungan keuangan berakhir.

2. Tingkat Keuntungan

Saham: Keuntungan bersifat fluktuatif dan tergantung pada performa perusahaan. Dividen yang diterima oleh pemegang saham bisa bervariasi dan tidak selalu terjamin.

Obligasi: Menawarkan pembayaran bunga yang tetap dan stabil sampai jatuh tempo. Ini memberikan penghasilan yang lebih pasti bagi pemegang obligasi.

3. Pajak yang Dikenakan

Saham: Dividen yang diterima dari saham biasanya sudah dipotong pajak.

Obligasi: Pembayaran bunga obligasi seringkali termasuk dalam biaya perusahaan dan tidak terkena pajak, membuatnya lebih menguntungkan dari sisi pajak.

4. Hak Campur Tangan Perusahaan

Saham: Memberikan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), memungkinkan pemegang saham untuk mempengaruhi kebijakan perusahaan.

Obligasi: Tidak memberikan hak suara atau pengaruh terhadap kebijakan perusahaan. Pemegang obligasi hanya berhak atas pembayaran bunga dan pengembalian pokok.

5. Harga Jual-Beli dan Risiko

Saham: Harganya bisa sangat volatil dan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, politik, dan performa perusahaan, membuat investasi saham memiliki risiko tinggi.

Obligasi: Cenderung lebih stabil meski dalam berbagai kondisi ekonomi. Risiko kerugiannya lebih kecil dibandingkan saham, membuatnya pilihan yang lebih aman bagi investor yang menghindari risiko tinggi.

Persamaan Saham dan Obligasi

Meskipun saham dan obligasi memiliki banyak perbedaan, keduanya juga memiliki beberapa persamaan yang penting untuk diketahui oleh para investor. Berikut adalah tiga persamaan utama antara saham dan obligasi:

1. Klaim atas Laba dan Aktiva

Baik pemilik saham maupun pemegang obligasi memiliki klaim atas laba dan aktiva perusahaan. Artinya, keduanya memiliki hak untuk menerima pendapatan dari perusahaan, meskipun bentuk dan jadwalnya berbeda. Saham memberikan pemiliknya hak atas dividen yang dibayarkan dari keuntungan perusahaan, sedangkan obligasi memberikan pembayaran bunga secara berkala hingga jatuh tempo.

2. Hak Tebus

Pemegang saham dan obligasi memiliki hak tebus, yang berarti mereka dapat menukarkan saham atau obligasi mereka dengan uang. Hak tebus ini memungkinkan investor untuk menguangkan investasinya, baik melalui penjualan saham di pasar saham atau melalui pelunasan obligasi pada saat jatuh tempo.

3. Surat Berharga

Kedua instrumen ini adalah surat berharga yang dapat diperjualbelikan di pasar modal. Baik saham maupun obligasi merupakan bentuk perjanjian resmi antara penerbit dan pemegang, yang menjelaskan hak dan kewajiban kedua belah pihak. Sebagai surat berharga, keduanya memberikan kepastian hukum dan dapat menjadi alat investasi yang likuid di pasar keuangan.

Jadi, Pilih Saham atau Obligasi?

Memilih antara saham dan obligasi tergantung pada tujuan investasi, toleransi risiko, dan jangka waktu investasi kamu. Saham menawarkan potensi keuntungan yang lebih tinggi dengan risiko yang lebih besar. Saham cocok bagi kamu yang memiliki toleransi risiko tinggi dan mencari pertumbuhan modal jangka panjang. Saham memungkinkan kamu untuk menjadi bagian dari pemilik perusahaan dan menikmati keuntungan yang dihasilkan perusahaan melalui dividen dan apresiasi harga saham.

Di sisi lain, obligasi menawarkan pendapatan yang lebih stabil dan risiko yang lebih rendah. Obligasi cocok bagi kamu yang mencari investasi yang lebih aman dengan pendapatan tetap. Dengan obligasi, kamu meminjamkan uang ke perusahaan atau pemerintah dan menerima bunga secara berkala hingga obligasi jatuh tempo.

Jadi, manakah yang lebih cocok untuk kamu: potensi pertumbuhan tinggi dengan risiko yang lebih besar atau pendapatan tetap dengan risiko yang lebih rendah? Apakah kamu siap menghadapi fluktuasi pasar saham atau lebih nyaman dengan stabilitas obligasi? Pertimbangkan tujuan finansial dan profil risiko kamu sebelum memutuskan.

Membeli Aset Kripto dengan Aplikasi Reku

Sekarang kamu bisa membeli Bitcoin, Ethereum, dan crypto lainnya aplikasi Reku. Aplikasi ini memungkinkan investor untuk membeli crypto secara online dengan aman dan mudah karena diawasi oleh BAPPEBTI.

Langkah-langkah Membeli Aset Kripto di Reku

  1. Unduh dan Daftar: Unduh aplikasi Reku dan lakukan pendaftaran dengan mengikuti petunjuk yang ada.
  2. Verifikasi Akun: Lakukan verifikasi akun kurang dari 5 menit, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Deposit Rupiah: Lakukan deposit dalam bentuk Rupiah ke aplikasi Reku. Kamu bisa melakukan transfer dari berbagai bank dan e-wallet, seperti BCA, Mandiri, CIMB Niaga, OVO, Dana, dan lain-lain.
  4. Pilih Aset Kripto: Cari crypto yang ingin kamu beli dari 100+ daftar aset kripto yang dimiliki Reku.
  5. Beli Crypto: Lakukan pembelian dengan mode Pro maupun Lightning sesuai preferensimu.

Foto diambil dari Freepik.