Investasi
Market
Learning Hub
Keamanan
Biaya
Lainnya
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Crypto
Saham
Trading
Investasi
Finansial
Teori
Kamus
Apa itu SBN? Kenali Cara Kerja, Jenis, Contoh dan Keuntungannya
Finansial
Bagikan!

Apa itu SBN? Kenali Cara Kerja, Jenis, Contoh dan Keuntungannya

27 July 2026
6 menit membaca
Apa itu SBN? Kenali Cara Kerja, Jenis, Contoh dan Keuntungannya

Saat mulai belajar investasi, kamu mungkin akan menemukan berbagai instrumen yang menawarkan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang berbeda. Salah satu instrumen yang sering menjadi pilihan investor dengan profil risiko konservatif hingga moderat adalah SBN. Lalu, sebenarnya apa itu SBN?

Secara sederhana, SBN adalah singkatan dari Surat Berharga Negara, yaitu instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia untuk membiayai kebutuhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketika membeli SBN, investor pada dasarnya meminjamkan dana kepada pemerintah, kemudian pemerintah akan mengembalikan pokok investasi beserta imbal hasil sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena diterbitkan langsung oleh pemerintah, SBN dikenal sebagai salah satu instrumen investasi yang relatif aman. Namun, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, penting untuk memahami cara kerja, jenis-jenis, hingga kelebihan dan risikonya.

Pengertian SBN

SBN adalah instrumen keuangan berupa surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Dana yang diperoleh dari penerbitan SBN digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan negara, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga program-program strategis lainnya.

Sebagai investor, kamu akan memperoleh imbal hasil sesuai jenis SBN yang dibeli. Selain itu, pada saat jatuh tempo, pemerintah akan mengembalikan nilai pokok investasi kepada pemegang SBN.

Karena dijamin oleh negara melalui peraturan perundang-undangan yang berlaku, SBN sering dianggap memiliki tingkat risiko gagal bayar yang sangat rendah dibandingkan instrumen utang dari pihak swasta.

Bagaimana Cara Kerja SBN?

Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran sederhana mengenai cara kerja SBN.

  1. Pemerintah menerbitkan SBN dalam periode tertentu.
  2. Investor membeli SBN melalui mitra distribusi yang ditunjuk pemerintah.
  3. Dana hasil penjualan digunakan untuk pembiayaan APBN.
  4. Investor menerima kupon atau imbal hasil secara berkala sesuai ketentuan.
  5. Saat jatuh tempo, pemerintah mengembalikan dana pokok investasi.

Sebagai contoh, jika kamu membeli SBN senilai Rp10 juta dengan kupon tetap, maka selama masa investasi kamu akan menerima pembayaran kupon secara berkala. Setelah masa investasi berakhir, nilai pokok Rp10 juta akan dikembalikan.

Jenis-Jenis SBN

SBN terdiri dari beberapa jenis yang dapat dibedakan berdasarkan target investornya maupun bentuk instrumennya. Memahami klasifikasi ini akan membantu kamu memilih produk yang paling sesuai dengan tujuan investasi.

1. SBN Ritel

SBN ritel adalah Surat Berharga Negara yang diterbitkan khusus untuk investor individu atau masyarakat umum. Produk ini biasanya ditawarkan pada masa penawaran tertentu melalui mitra distribusi resmi yang ditunjuk pemerintah.

Beberapa karakteristik SBN ritel antara lain:

  • Ditujukan untuk investor perorangan.
  • Memiliki nominal pembelian yang relatif terjangkau.
  • Dapat dibeli secara online melalui mitra distribusi resmi.
  • Terdiri dari beberapa seri dengan karakteristik yang berbeda, seperti dapat diperdagangkan (tradable) maupun tidak dapat diperdagangkan (non-tradable).

Contoh SBN ritel meliputi:

  • Obligasi Ritel Indonesia (ORI)
  • Saving Bond Ritel (SBR)
  • Sukuk Ritel (SR)
  • Sukuk Tabungan (ST)

2. SBN Non-Ritel

SBN non-ritel merupakan Surat Berharga Negara yang umumnya diterbitkan untuk investor institusi, seperti perbankan, perusahaan asuransi, dana pensiun, hingga manajer investasi.

Karakteristik SBN non-ritel antara lain:

  • Ditujukan bagi investor institusi maupun investor dalam jumlah besar.
  • Memiliki mekanisme transaksi yang berbeda dengan SBN ritel.
  • Banyak diperdagangkan di pasar keuangan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan pemerintah.

Beberapa contoh SBN non-ritel meliputi:

  • Obligasi Negara (ON)
  • Surat Perbendaharaan Negara (SPN)
  • Project Based Sukuk (PBS)
  • Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS)

3. Surat Utang Negara (SUN)

Surat Utang Negara (SUN) merupakan kelompok SBN yang menggunakan prinsip konvensional. Instrumen ini memberikan imbal hasil berupa kupon sesuai ketentuan masing-masing seri. Beberapa contoh SUN meliputi:

  • Obligasi Negara (ON)
  • Obligasi Ritel Indonesia (ORI)
  • Saving Bond Ritel (SBR)
  • Surat Perbendaharaan Negara (SPN)

4. Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)

Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), atau yang lebih dikenal sebagai sukuk negara, merupakan kelompok SBN yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah. Instrumen ini tidak menggunakan konsep bunga, melainkan akad syariah yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Contoh SBSN meliputi:

  • Sukuk Ritel (SR)
  • Sukuk Tabungan (ST)
  • Project Based Sukuk (PBS)
  • Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS)

Perbedaan SBN Ritel dan SBN Non-Ritel

Dalam praktiknya, masyarakat lebih sering mengenal SBN ritel karena memang ditujukan bagi investor individu. Berikut perbedaannya.

AspekSBN RitelSBN Non-Ritel
InvestorIndividuInstitusi dan investor besar
Nilai pembelianRelatif terjangkauUmumnya lebih besar
Cara pembelianMitra distribusi resmiMelalui mekanisme pasar institusi
TujuanMemperluas partisipasi masyarakatPembiayaan pemerintah dalam skala besar

Keuntungan Berinvestasi di SBN

Ada beberapa alasan mengapa banyak investor memasukkan SBN ke dalam portofolio investasinya.

  • Risiko Relatif Rendah
    SBN diterbitkan dan dijamin oleh pemerintah Indonesia sehingga tingkat keamanan investasinya relatif tinggi.
  • Imbal Hasil yang Kompetitif
    SBN menawarkan kupon yang umumnya lebih menarik dibandingkan tabungan biasa, terutama untuk investor yang mengutamakan pendapatan tetap.
  • Pembayaran Kupon Berkala
    Sebagian besar seri SBN memberikan pembayaran kupon secara rutin sehingga dapat menjadi sumber arus kas tambahan.
  • Mendukung Pembangunan Nasional
    Dengan membeli SBN, investor juga ikut berkontribusi terhadap pembiayaan pembangunan negara.
  • Tersedia Pilihan Syariah
    Bagi investor yang menginginkan instrumen sesuai prinsip syariah, tersedia berbagai pilihan sukuk negara.

Risiko Investasi SBN

Walaupun tergolong aman, bukan berarti SBN tidak memiliki risiko sama sekali. Beberapa risiko yang perlu dipahami antara lain:

  • Risiko likuiditas pada seri tertentu yang tidak dapat diperdagangkan sebelum jatuh tempo.
  • Risiko perubahan suku bunga yang dapat memengaruhi harga SBN di pasar sekunder.
  • Risiko inflasi apabila kenaikan harga barang lebih tinggi daripada tingkat imbal hasil investasi.

Memahami risiko ini penting agar kamu dapat memilih jenis SBN yang sesuai dengan tujuan keuangan.

Siapa yang Cocok Berinvestasi di SBN?

SBN dapat menjadi pilihan bagi berbagai tipe investor, terutama jika kamu memiliki tujuan berikut:

  • Ingin memperoleh pendapatan pasif dari kupon.
  • Memiliki profil risiko konservatif atau moderat.
  • Sedang melakukan diversifikasi portofolio investasi.
  • Menyiapkan dana untuk kebutuhan jangka menengah hingga panjang.
  • Menginginkan instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah.

Meski demikian, komposisi investasi tetap sebaiknya disesuaikan dengan target keuangan, toleransi risiko, dan jangka waktu investasi masing-masing.

Tips Sebelum Membeli SBN

Sebelum membeli SBN, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.

  1. Tentukan tujuan investasi sejak awal.
  2. Pahami jangka waktu investasi hingga jatuh tempo.
  3. Perhatikan jenis kupon, apakah tetap atau mengambang.
  4. Pelajari apakah seri tersebut dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
  5. Jangan menempatkan seluruh dana pada satu instrumen investasi saja.

Diversifikasi tetap menjadi salah satu strategi penting untuk membantu mengelola risiko investasi.

SBN dan Diversifikasi Portofolio

Banyak investor tidak hanya mengandalkan satu instrumen investasi. Mereka membangun portofolio yang terdiri dari berbagai aset agar risiko lebih terjaga sekaligus membuka peluang memperoleh potensi imbal hasil dari berbagai sumber.

Misalnya, SBN dapat menjadi bagian yang lebih stabil dalam portofolio, sementara instrumen seperti saham memiliki potensi pertumbuhan nilai dalam jangka panjang. Di sisi lain, aset digital seperti crypto menawarkan karakteristik yang berbeda dengan peluang serta risiko yang juga perlu dipahami sebelum berinvestasi.

Karena itu, penting untuk menyesuaikan komposisi portofolio dengan tujuan keuangan, horizon investasi, dan profil risiko yang kamu miliki. Pendekatan ini membantu investor tidak bergantung pada satu jenis aset saja.

Jika ingin mengembangkan portofolio lebih luas, kamu juga bisa mempertimbangkan investasi maupun trading crypto dan saham Amerika melalui Reku. Dalam satu aplikasi, kamu dapat mengakses berbagai pilihan aset sehingga lebih mudah menerapkan strategi diversifikasi sesuai kebutuhan. Tentu saja, setiap keputusan investasi tetap perlu didasarkan pada riset dan manajemen risiko yang baik.

SBN adalah Surat Berharga Negara yang diterbitkan pemerintah Indonesia sebagai salah satu sumber pembiayaan APBN sekaligus menjadi instrumen investasi bagi masyarakat. Instrumen ini menawarkan berbagai keunggulan, seperti tingkat keamanan yang relatif tinggi, pembayaran kupon secara berkala, serta pilihan produk yang beragam, baik konvensional maupun syariah.

Meski demikian, setiap investasi tetap memiliki risiko yang perlu dipahami. Oleh karena itu, sebelum membeli SBN, pastikan kamu memahami karakteristik produknya, tujuan investasi, dan strategi diversifikasi yang sesuai.

Dengan memahami cara kerja SBN dan menempatkannya sebagai bagian dari portofolio yang seimbang, kamu dapat membangun strategi investasi yang lebih terarah sesuai dengan tujuan keuangan jangka panjang.

Nico R. K
PenulisNico R. K
Bagikan!
Artikel Terkait
    3 Digit Berapa Rupiah? Ini Jawaban dan Konteksnya!
  1. 3 Digit Berapa Rupiah? Ini Jawaban dan Konteksnya!
  2. 26 July 2026
    1 menit membaca
    Finansial
    Jenis Emas Batangan di Indonesia dan Yang Cocok untuk Investasi
  3. Jenis Emas Batangan di Indonesia dan Yang Cocok untuk Investasi
  4. 26 July 2026
    1 menit membaca
    Finansial
Analisis
Analisa pasar yang mendalam
Blog
Pelajari lebih lanjut strategi investasi dan serba-serbi dunia finansial
FAQ
Cari tahu berbagai berita kripto dan saham terbaru
Market
Mulai jelajahi dan investasi aset Crypto dan Saham AS di Reku