MarketTrade
Products
Wallet
Learning Hub
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Blog
Teori
Tutorial
Kamus Kripto
Skema Ponzi: Arti, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya
Teori
Bagikan!

Skema Ponzi: Arti, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya

25 June 2024
5 menit membaca
Skema Ponzi: Arti, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya

Halo Sobat Reku! Pasti kamu pernah mendengar tentang penipuan berkedok investasi, bukan? Salah satu jenis penipuan investasi yang sering muncul adalah skema Ponzi. Skema Ponzi adalah salah satu bentuk penipuan investasi di mana keuntungan yang diperoleh oleh investor lama berasal dari dana yang diinvestasikan oleh investor baru, bukan dari profit yang dihasilkan oleh bisnis atau investasi yang sah. Meski bukan hal baru, skema ini masih banyak menjebak orang dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat. Tapi apa sebenarnya skema Ponzi itu? Mengapa banyak yang tertipu oleh janji manisnya? Mari kita bahas lebih dalam!

Pengertian Skema Ponzi

Skema Ponzi adalah bentuk penipuan investasi yang dinamai dari Charles Ponzi, seorang penipu terkenal dari Italia pada tahun 1920-an. Dalam skema ini, keuntungan yang dibayarkan kepada investor awal berasal dari dana yang disetorkan oleh investor baru. Tidak ada sumber pendapatan nyata selain uang dari investor yang terus masuk, membuat skema ini bergantung sepenuhnya pada aliran uang baru untuk bertahan.

Investasi semacam ini biasanya menawarkan keuntungan sangat tinggi dalam waktu singkat, jauh lebih tinggi dari rata-rata pasar. Tawaran ini sering kali disertai dengan janji-janji meyakinkan, sehingga banyak orang tergiur dan akhirnya tertipu. Charles Ponzi, misalnya, menjanjikan keuntungan 40% dalam 45 hari atau 100% dalam 90 hari, membuat banyak orang tertarik untuk berinvestasi.

Namun, kenyataannya, keuntungan yang dibayarkan berasal dari uang investor baru, bukan dari hasil bisnis nyata. Ketika aliran dana dari investor baru berhenti, skema ini runtuh dan banyak investor, terutama yang bergabung belakangan, menderita kerugian besar. Penting untuk selalu waspada terhadap investasi yang menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa risiko yang jelas dan melakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi.

Ciri-Ciri Skema Ponzi

Agar kamu tidak terjebak dalam skema Ponzi, penting untuk mengenali ciri-ciri khas dari jenis penipuan ini. Berikut adalah beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

  1. Janji Keuntungan Tinggi dengan Risiko Rendah

Jika sebuah investasi menjanjikan keuntungan yang sangat tinggi dengan risiko yang sangat rendah atau bahkan tanpa risiko, kamu patut curiga. Prinsip dasar investasi adalah “high risk, high return” – semakin besar potensi keuntungannya, semakin besar juga risikonya.

  1. Keuntungan yang Konsisten

Skema Ponzi seringkali menawarkan keuntungan yang konsisten dan tetap, terlepas dari kondisi pasar. Dalam dunia nyata, setiap instrumen investasi akan memberikan hasil sesuai dengan kondisi ekonomi saat itu. Jika ekonomi sedang baik, imbal hasil cenderung meningkat, dan sebaliknya. Namun, skema Ponzi mengabaikan fluktuasi ini, memberikan hasil yang stabil dan tinggi yang sebenarnya tidak realistis.

  1. Kurangnya Informasi Transparan

Jika penyedia investasi tidak memberikan informasi yang jelas dan transparan mengenai bagaimana keuntungan dihasilkan, ini bisa menjadi tanda bahaya. Strategi investasi sering kali dirahasiakan atau dijelaskan dengan rumit sehingga sulit dimengerti oleh investor. Ini dilakukan untuk menghindari pertanyaan kritis dan mencegah investor mengevaluasi keabsahan investasi tersebut.

  1. Sulit Menarik Dana

Dalam skema Ponzi, penarikan dana biasanya dipersulit atau ditunda dengan berbagai alasan. Investor yang terjerat pada skema ini akan mengalami kesulitan untuk menarik dana investasi mereka karena dana yang sudah diserahkan telah digunakan untuk membayar keuntungan bagi investor lain atau digunakan untuk keperluan pribadi pelaku skema Ponzi. Tanda ini sangat penting untuk diperhatikan karena kesulitan dalam menarik dana sering kali merupakan indikator utama dari penipuan.

  1. Investor Tidak Diberikan Akses untuk Melihat Dokumen Investasi

Investor tidak diberikan akses untuk melihat dokumen investasi yang sah. Ini bisa terjadi karena memang tidak ada dokumen yang valid atau karena investasi yang digunakan adalah ilegal. Ketiadaan dokumen ini membuat investor sulit untuk melakukan evaluasi dan audit terhadap investasi yang mereka ikuti.

Cara Menghindari Skema Ponzi

Terjebak dalam skema Ponzi bisa berakibat fatal bagi keuanganmu. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui langkah-langkah yang bisa diambil untuk menghindarinya. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar tidak tertipu oleh investasi bodong ini:

  1. Lakukan Riset Mendalam

Sebelum berinvestasi, lakukan riset mendalam tentang perusahaan dan orang-orang yang terlibat. Carilah informasi sebanyak mungkin dari berbagai sumber, termasuk ulasan online dan testimoni dari investor lain. Pastikan perusahaan tersebut memiliki reputasi yang baik dan sudah lama beroperasi di bidangnya. 

  1. Hati-Hati dengan Janji Manis

Waspadalah terhadap tawaran investasi yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Jika seseorang menjanjikan keuntungan yang sangat tinggi dengan risiko yang sangat rendah atau bahkan tanpa risiko, ini adalah tanda bahaya. Ingatlah bahwa dalam dunia investasi, tidak ada keuntungan besar yang datang tanpa risiko. Prinsip dasar investasi adalah “high risk, high return”. 

  1. Periksa Legalitas

Pastikan investasi yang kamu pilih terdaftar dan diawasi oleh otoritas keuangan yang berwenang, seperti OJK di Indonesia. Perusahaan yang sah biasanya memiliki izin operasi dari lembaga keuangan resmi dan mengikuti regulasi yang berlaku. Kamu bisa mengecek legalitas perusahaan melalui situs resmi OJK atau lembaga keuangan terkait lainnya.

  1. Konsultasikan dengan Ahli Keuangan

Jika ragu, jangan segan untuk berkonsultasi dengan ahli keuangan atau penasihat investasi. Mereka bisa memberikan saran yang objektif dan membantu kamu menghindari investasi yang berisiko. Ahli keuangan juga bisa membantu kamu memahami lebih baik tentang berbagai instrumen investasi dan memilih yang paling sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuanganmu.

  1. Waspadai Keuntungan Tidak Wajar

Selalu waspada dengan iming-iming perolehan keuntungan yang tidak wajar. Terlebih, jika ditawari keuntungan di atas batas wajar dalam waktu yang sangat singkat. Keuntungan yang terlalu tinggi dalam waktu singkat biasanya merupakan tanda dari skema Ponzi. Jadilah kritis dan realistis dalam menilai tawaran investasi.

  1. Memastikan Kredibilitas dan Legalitas Perusahaan

Pastikan perusahaan yang menawarkan investasi telah memperoleh izin dari lembaga berwenang, salah satunya yaitu dari OJK. Pastikan juga mereka memiliki alamat perusahaan yang jelas dan dapat dihubungi. Perusahaan yang sah biasanya memiliki kantor fisik dan informasi kontak yang jelas.

  1. Memiliki Kegiatan Usaha yang Jelas

Kamu perlu tahu dari mana sumber keuntungan yang diperoleh dengan cara mengetahui kegiatan usaha apa yang perusahaan tersebut jalankan. Perusahaan yang sah biasanya memiliki produk atau layanan yang jelas dan menghasilkan keuntungan dari kegiatan usaha yang nyata. Jika perusahaan tidak bisa menjelaskan dengan jelas dari mana keuntungan diperoleh, ini bisa menjadi tanda bahwa mereka menjalankan skema Ponzi.

Membeli Aset Kripto dengan Aplikasi Reku

Sekarang kamu bisa membeli Bitcoin, Ethereum, dan crypto lainnya aplikasi Reku. Aplikasi ini memungkinkan investor untuk membeli crypto secara online dengan aman dan mudah karena diawasi oleh BAPPEBTI.

Langkah-langkah Membeli Aset Kripto di Reku

  1. Unduh dan Daftar: Unduh aplikasi Reku dan lakukan pendaftaran dengan mengikuti petunjuk yang ada.
  2. Verifikasi Akun: Lakukan verifikasi akun kurang dari 5 menit, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Deposit Rupiah: Lakukan deposit dalam bentuk Rupiah ke aplikasi Reku. Kamu bisa melakukan transfer dari berbagai bank dan e-wallet, seperti BCA, Mandiri, CIMB Niaga, OVO, Dana, dan lain-lain.
  4. Pilih Aset Kripto: Cari crypto yang ingin kamu beli dari 100+ daftar aset kripto yang dimiliki Reku.
  5. Beli Crypto: Lakukan pembelian dengan mode Pro maupun Lightning sesuai preferensimu.

 

Foto diambil dari Freepik