MarketTrade
Products
Wallet
Learning Hub
Unduh Aplikasi Reku
google-icon

Reku Kampus

Blog
Teori
Tutorial
Kamus Kripto
Value Investing: Strategi Investasi Terbaik yang Wajib Kamu Tahu
Teori
Bagikan!

Value Investing: Strategi Investasi Terbaik yang Wajib Kamu Tahu

24 June 2024
4 menit membaca
Value Investing: Strategi Investasi Terbaik yang Wajib Kamu Tahu

Pernah dengar istilah value investing? Strategi ini sudah sangat terkenal di kalangan investor dan mendunia sejak diperkenalkan oleh Benjamin Graham, seorang ahli investasi terkemuka di abad ke-20. Tak hanya itu, salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffett, juga telah menerapkan value investing selama bertahun-tahun dengan hasil yang luar biasa. Nah, apa sebenarnya value investing itu? Bagaimana cara kerjanya, dan mengapa banyak investor sukses memilih strategi ini? Artikel ini akan membahas semuanya secara lengkap dan mudah dipahami, sehingga sobat Reku bisa mengerti dan mungkin tertarik untuk mencoba strategi ini dalam investasi saham kamu. Mari kita mulai!

Apa yang Dimaksud dengan Value Investing?

Bayangkan kamu menemukan permata tersembunyi di pasar saham, yang meskipun nilainya tinggi, dijual dengan harga murah. Inilah inti dari value investing, sebuah strategi yang telah mengantarkan banyak investor sukses, termasuk Warren Buffett, menuju puncak kesuksesan. Value investing fokus pada pembelian saham yang dihargai di bawah nilai intrinsiknya, atau yang sering disebut sebagai saham undervalue. Strategi ini tidak hanya tentang membeli saham murah, tetapi tentang membeli saham yang dijual di bawah nilai sebenarnya berdasarkan analisis fundamental yang mendalam. Jadi, bagi kamu yang sabar dan siap menunggu beberapa tahun untuk melihat hasil maksimal, value investing bisa menjadi pilihan yang tepat.

Metode value investing dimulai dengan mencari saham yang salah harga melalui analisis laporan keuangan perusahaan. Teknik analisis yang umum digunakan adalah analisis top-down, di mana investor mulai dengan kondisi makroekonomi dan industri, lalu beralih ke analisis fundamental perusahaan. Dalam analisis ini, laporan keuangan menjadi alat utama. Kamu perlu memeriksa aset lancar dan tidak lancar, laba/rugi, serta laporan arus kas untuk menilai kesehatan finansial perusahaan.

Prinsip utama yang harus dipegang oleh seorang value investor adalah membeli saham yang memiliki kinerja bagus namun dijual dengan harga di bawah nilai intrinsiknya. Ini berarti fokus bukan hanya pada harga saham yang murah secara nominal, tetapi pada valuasi yang menggambarkan potensi nilai sebenarnya dari saham tersebut. Dengan pendekatan ini, kamu tidak hanya membeli saham yang murah, tetapi saham yang memberikan potensi keuntungan jangka panjang yang signifikan.

Kelebihan dan Kekurangan Value Investing

Value investing, seperti halnya strategi investasi lainnya, memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Jika kamu tertarik untuk mengadopsi pendekatan ini, penting untuk memahami kedua aspek tersebut agar bisa mengambil keputusan yang tepat.

Kelebihan Value Investing

  1. Meminimalisasi Risiko Psikologis karena Hype di Market 
  2. Pendekatan Strategi Jangka Panjang 
  3. Mendapat Dividen Sebagai Bonus
  4. Lebih Tahan Terhadap Kondisi Bearish 
  5. Lebih Cocok untuk Investor Konservatif 

Kekurangan Value Investing

  1. Kemungkinan Pertumbuhan Harga Saham Cenderung Lambat 
  2. Tidak Selalu Menghasilkan Dividen Tinggi
  3. Rentan Terhadap Perubahan Fundamental 
  4. Keterbatasan Dalam Memahami Bisnis Baru 
  5. Tidak Menyadari Pengaruh Ekonomi Makro 

Tips Melakukan Value Investing

Value investing bisa menjadi strategi yang sangat menguntungkan jika dilakukan dengan benar. Bagi kamu yang ingin memulai, berikut adalah beberapa tips untuk membantu kamu sukses dalam value investing.

  1. Pilih Metode Analisis yang Tepat 

Langkah pertama dalam value investing adalah memilih metode analisis yang tepat. Kamu bisa memilih antara metode top-down atau bottom-up. Metode top-down dimulai dengan analisis makroekonomi, lalu turun ke analisis sektor dan akhirnya ke analisis perusahaan individu. Sebaliknya, metode bottom-up fokus pada analisis perusahaan individu terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan faktor ekonomi makro.

  1. Identifikasi Sektor Terbaik di Pasar 

Untuk mendapatkan hasil maksimal, penting untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Perhatikan tren ekonomi dan isu-isu terkini yang dapat mempengaruhi performa sektor tertentu. Dengan begitu, kamu bisa memilih sektor yang sedang naik daun atau memiliki prospek bagus di masa depan.

  1. Lakukan Screening Saham 

Screening saham adalah proses menyaring saham-saham berdasarkan kriteria tertentu yang kamu tetapkan. Misalnya, kamu bisa menggunakan rasio keuangan seperti Price-to-Earnings (P/E) Ratio, Debt-to-Equity (D/E) Ratio, dan Return on Equity (ROE) untuk menemukan saham yang undervalued. Screening ini membantu kamu fokus pada saham yang memenuhi syarat value investing.

  1. Pahami Nilai Intrinsik Saham 

Menentukan nilai intrinsik saham adalah kunci dari value investing. Kamu harus bisa mengidentifikasi apakah saham tersebut sedang undervalued atau overvalued berdasarkan analisis fundamental. Untuk ini, kamu perlu memahami laporan keuangan perusahaan dan menggunakan teknik seperti Discounted Cash Flow (DCF) untuk menghitung nilai intrinsik.

  1. Analisis Faktor Fundamental Perusahaan 

Faktor-faktor fundamental seperti ekuitas, laba, dan cash flow sangat penting dalam menilai kesehatan keuangan suatu perusahaan. Hindari perusahaan yang memiliki laporan keuangan buruk atau terindikasi melakukan manipulasi data. Fokus pada perusahaan dengan fundamental yang kuat untuk memastikan investasi kamu aman dan berpotensi menghasilkan keuntungan.

  1. Pahami Riwayat Harga Saham 

Memahami riwayat harga saham juga penting dalam value investing. Analisis ini membantu kamu menentukan momentum yang tepat untuk membeli atau menjual saham. Pelajari pola pergerakan harga saham di masa lalu untuk membuat prediksi yang lebih akurat mengenai pergerakan harga di masa depan.

Keamanan Investasimu Prioritas Kami!

Aplikasi Reku tersedia di Android dan App Store. Download untuk mulai investasi lebih dari 100 aset kripto yang terdaftar. Alasan kenapa Reku menjadi pilihan bagi jutaan pengguna di Indonesia:

  • Fee transaksi sangat rendah
  • Tersedia mode Pro dan mode Lightning, cocok untuk segala jenis investor
  • Staking dengan APY hingga 12.5% dan berlisensi BAPPEBTI
  • Bisa mulai dengan modal Rp5.000
  • Analisa setiap minggu dari Crypto Researcher Reku

Tunggu apa lagi? Ayo mulai perjalanan investasimu di Reku sekarang!

Foto diambil dari Freepik.