Bank Negara Malaysia Resmikan SSDS+, Platform DLT untuk Obligasi dan Sukuk Tokenisasi
Bank sentral Malaysia, Bank Negara Malaysia (BNM), meluncurkan platform berbasis distributed ledger technology (DLT) untuk penerbitan dan penyimpanan obligasi yang sudah ditokenisasi. Platform ini diberi nama SSDS+, generasi terbaru dari Scripless Securities Depository System.
Menurut BNM, SSDS+ mendukung proses penerbitan, depositori, hingga penitipan efek utang dalam bentuk token, termasuk sukuk. Sistem ini mencatat kepemilikan sekaligus perpindahan efek tokenisasi, lalu terhubung dengan RENTAS+, sistem transfer dana dan efek real-time milik BNM. Lewat koneksi tersebut, pembayaran atas transaksi obligasi diselesaikan menggunakan uang bank sentral, dengan sistem pembayaran yang dirancang beroperasi sepanjang waktu.
Untuk tahap awal, SSDS+ difokuskan pada penerbitan di pasar wholesale. Namun BNM menyebut platform ini juga sudah siap menampung obligasi pemerintah yang ditokenisasi serta obligasi korporasi untuk investor ritel. Hingga kini belum ada informasi mengenai efek yang sudah diterbitkan di platform tersebut, begitu juga volume transaksinya.
Peluncuran ini merupakan kelanjutan dari peta jalan tokenisasi aset tiga tahun yang diumumkan BNM pada November 2025, yang mencakup uji coba di bidang keuangan syariah, pembiayaan rantai pasok, dan programmable payments. Pada Februari 2026, BNM melalui Digital Asset Innovation Hub juga telah menguji stablecoin ringgit dan deposito bank yang ditokenisasi bersama Standard Chartered, CIMB, Maybank, dan Capital A.