Bitcoin Tertekan ke US$83 Ribu Usai Trump Buka Peluang Serangan Lanjutan ke Iran
Bitcoin melemah sekitar 1,3% ke level US$83.324 pada awal pekan, seiring memburuknya sentimen risiko global setelah Presiden AS Donald Trump enggan menutup kemungkinan serangan militer tambahan ke Iran sebelum pemilu paruh waktu. Ethereum ikut turun sekitar 1,5% ke US$2.651, XRP terkoreksi 1,22%, sementara Solana relatif bertahan dengan penurunan tipis 0,34%.
Tekanan juga terasa di pasar tradisional. Kontrak berjangka Nasdaq turun 0,7%, sedangkan harga minyak WTI naik sekitar 1% ke US$93,28 per barel, diikuti Brent. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun berada di kisaran 5,20%, level yang membuat aset berisiko seperti kripto kurang menarik.
Trump menyatakan perang kemungkinan akan segera berakhir, namun menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz selama tujuh hari dengan imbalan gencatan senjata, dan menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran menyebut negaranya siap sepenuhnya jika konflik kembali memanas.
Dari sisi teknikal, Vikram Subburaj dari exchange Giottus menilai area US$83.800 hingga US$84.000 sebagai support jangka pendek yang penting, dengan zona resistance terdekat di US$85.000 hingga US$85.800. Pekan ini, pelaku market juga menanti rilis data inflasi PCE, ISM manufaktur, dan nonfarm payrolls AS yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed.