Bitcoin Ungguli Saham dan Emas di September, NEAR dan Arbitrum Melesat Lebih Tinggi
Bitcoin (BTC) menutup September 2026 dengan kenaikan sekitar 7%, jauh mengungguli indeks S&P 500 yang nyaris tidak bergerak dan emas yang justru turun lebih dari 6%. Sepanjang kuartal III, BTC menguat hampir 45%, menjadikannya kenaikan kuartalan terbesar sejak 2024. Saat ini harga Bitcoin bertahan di atas US$84.000 setelah data inflasi PCE Amerika Serikat keluar lebih rendah dari perkiraan.
Penguatan Bitcoin ditopang arus masuk miliaran dolar ke ETF Bitcoin spot di AS sepanjang September, ditambah pembelian 1.665 BTC oleh Strategy. Data inflasi Agustus yang lebih jinak dan kejelasan regulasi yang makin baik turut memperbaiki sentimen investor.
Meski begitu, sejumlah altcoin mencatat kinerja yang lebih impresif. NEAR meroket sekitar 187% dalam sebulan, disusul Arbitrum (ARB) yang naik 137% dan Uniswap (UNI) dengan lonjakan sekitar 74%. Dominasi Bitcoin turun ke 58,4% seiring rotasi modal ke aset-aset berkapitalisasi lebih kecil. Sebagian kenaikan altcoin ini dipicu short squeeze, sehingga volatilitasnya patut dicermati.
Memasuki kuartal IV, sejumlah analis tetap optimistis. 10x Research menilai Oktober berpotensi menjadi awal fase kenaikan berikutnya, mengingat kuartal IV secara historis kerap menjadi periode terkuat bagi Bitcoin. Sementara itu, BIT (sebelumnya Matrixport) memproyeksikan BTC dapat menuju kisaran US$185.000 hingga US$215.000, dengan catatan arah kebijakan suku bunga The Fed pada Oktober masih menjadi faktor penentu.