BlackRock Nilai AI Agent Bisa Jadi Mesin Baru Permintaan Kripto
BlackRock melihat AI agent yang mampu bertransaksi secara mandiri sebagai salah satu pendorong permintaan aset kripto yang selama ini kurang diperhitungkan. Pandangan tersebut dituangkan tim Digital Assets Research BlackRock dalam laporan berjudul “The Machine-Native Economy” yang dirilis pekan ini, disusun antara lain oleh Will Su dan Robert Mitchnick.
Logika yang diajukan cukup sederhana: jika AI adalah kecerdasan yang lahir untuk mesin, maka aset digital adalah bentuk uang yang paling cocok untuk mesin. Agen AI yang membeli data, membayar layanan, hingga menyewa kapasitas komputasi membutuhkan sistem pembayaran yang cepat, murah, dan bisa diprogram, sesuatu yang ditawarkan blockchain dan stablecoin.
Laporan itu mencatat volume transaksi stablecoin yang telah disesuaikan menembus lebih dari US$11 triliun sepanjang 2025, setara dengan volume tahunan Visa maupun Mastercard, meski masih jauh di bawah transfer ACH di AS yang mencapai US$93 triliun. Bedanya, volume stablecoin tumbuh sekitar 80% per tahun sejak 2020, sementara ACH hanya sekitar 8,5%. Kapitalisasi pasar stablecoin sendiri sudah melampaui US$300 miliar per September 2026.
Infrastruktur pendukungnya mulai terbentuk. Protokol x402 telah memproses penyelesaian transaksi senilai US$52,7 juta, dengan porsi agen AI diperkirakan 0,6% hingga 7,5% dari nilai transaksi. Amazon juga sudah mengintegrasikan pembayaran stablecoin melalui Coinbase dan Stripe untuk layanan cloud, sedangkan Google mengembangkan kerangka Agent2Agent yang mendukung kartu, stablecoin, dan transfer bank.
BlackRock bahkan mengusulkan kelas aset baru berupa kontrak daya komputasi yang ditokenisasi, dengan model menyerupai kontrak berjangka komoditas. Potensinya besar mengingat proyeksi gabungan pendapatan cloud Amazon, Microsoft, dan Google diperkirakan mencapai sekitar US$1,1 triliun pada 2030.