CFTC Peringatkan Risiko Kontrak Prediksi Berbasis Ucapan Tokoh Publik
Otoritas regulator komoditas dan derivatif Amerika Serikat, CFTC, mengeluarkan peringatan resmi terkait kontrak prediksi jenis “mention” — instrumen derivatif yang nilainya bergantung pada apakah seorang tokoh publik akan mengucapkan kata tertentu, menghadiri acara tertentu, atau berinteraksi dengan pihak tertentu. Regulator menilai jenis kontrak ini memiliki risiko manipulasi yang tinggi karena penyelesaiannya bergantung pada tindakan individu yang sulit diverifikasi secara independen maupun eksternal.
Dalam panduannya, CFTC menetapkan empat kriteria yang harus dievaluasi bursa sebelum mencantumkan kontrak jenis ini, meliputi ketersediaan pengawasan yang memadai untuk mendeteksi manipulasi, tingkat verifikasi independen atas ucapan maupun tindakan yang menjadi acuan, potensi tekanan eksternal yang dapat memengaruhi perilaku subjek kontrak, serta kewajiban lain yang mungkin dimiliki subjek tersebut.
Peringatan ini muncul menyusul kasus penegakan hukum yang mencuat sebelumnya, yaitu mantan operator teleprompter Gedung Putih yang terbukti memanfaatkan informasi khusus untuk berdagang kontrak prediksi terkait pidato Presiden Trump. Yang bersangkutan diwajibkan mengembalikan keuntungan sebesar 107.539 dolar AS serta membayar denda perdata sebesar 65.000 dolar AS.
Selain isu kontrak mention, platform prediksi Kalshi turut menjadi sorotan regulator terkait aktivitas trading yang tidak biasa pada Agustus lalu. Tercatat hampir satu juta transaksi senilai lebih dari 5 miliar dolar AS terjadi pada pasar prediksi harga Ether, dengan lebih dari sepertiganya menggunakan nominal yang hampir identik senilai 5.500 dolar AS — memicu kecurigaan praktik wash trading, meski tudingan tersebut dibantah oleh pihak Kalshi.
Perkembangan ini menegaskan semakin ketatnya pengawasan regulator AS terhadap ekosistem pasar prediksi yang kian populer, termasuk yang bersinggungan dengan aset digital.