Coinbase Buka Akses IPO untuk Investor Ritel AS, Oura Jadi Perusahaan Pertama
Coinbase memperluas layanannya jauh melampaui sekadar exchange kripto. Perusahaan kini membuka akses initial public offering (IPO) bagi nasabah ritel di Amerika Serikat yang memenuhi syarat, langsung melalui aplikasi yang biasa mereka pakai untuk trading aset digital. Layanan ini dijalankan lewat Coinbase Capital Markets, broker-dealer yang teregistrasi di FINRA.
Perusahaan wearable kesehatan Oura menjadi debut pertama dalam program ini. Alih-alih membeli saham setelah mulai diperdagangkan di pasar terbuka, nasabah yang lolos verifikasi bisa mengajukan Conditional Offer to Buy pada harga penawaran IPO, sebelum saham resmi listing.
Namun pengajuan bukan jaminan mendapat alokasi saham. Coinbase menegaskan proses ini tetap bergantung pada ketersediaan, verifikasi kelayakan, dan mekanisme alokasi internal perusahaan. Ada juga insentif menahan saham selama 30 hari, di mana pengguna yang menjual saham hasil alokasi IPO dalam periode tersebut berisiko kena larangan ikut IPO berikutnya selama 60 hari, sebagai upaya mencegah aksi flipping cepat.
Coinbase menegaskan pihaknya bukan penjamin emisi (underwriter) untuk IPO Oura maupun IPO lain di platform ini, dan tidak menjamin permintaan alokasi akan terpenuhi. Layanan ini juga belum tersedia untuk seluruh penduduk AS, melainkan terbatas pada nasabah yang memenuhi syarat kelayakan tertentu.
Langkah ini menegaskan ambisi Coinbase untuk merambah wilayah yang selama ini dikuasai perusahaan sekuritas ritel tradisional, sambil tetap memanfaatkan basis pengguna kripto yang sudah dimilikinya.