Data Tenaga Kerja AS Jumat Ini Jadi Penentu Arah Bitcoin di Awal Oktober
Bitcoin memasuki Oktober dengan tekanan. Harga BTC terkoreksi dari kisaran $87.000 ke bawah $84.000, meski masih bertahan di atas level support $80.000. Pelaku market kini menanti rilis data Non-Farm Payroll (NFP) Amerika Serikat pada Jumat, 2 Oktober, yang dinilai bisa menentukan apakah reli musiman “Uptober” benar-benar terjadi.
Data tenaga kerja ini penting karena berkaitan langsung dengan arah kebijakan The Fed. Saat ini peluang kenaikan suku bunga sebesar 0,25% berada di sekitar 42%, sementara peluang suku bunga ditahan sekitar 57%. Laporan ketenagakerjaan yang lemah pada Selasa sebelumnya ikut menambah ketidakpastian.
Dari sisi institusi, minat terhadap ETF Bitcoin spot mulai mendingin. Setelah mencatat arus masuk bersih sekitar $3 miliar selama sembilan hari berturut-turut, inflow harian anjlok dari hampir $1 miliar menjadi hanya $31 juta pada Senin, atau turun sekitar 96%. Analis CryptoQuant, JA Maartun, menyebut permintaan ETF sedang melemah dengan cepat.
Tekanan jual juga terlihat dari short-term holder yang memindahkan sekitar 45.054 BTC ke exchange dalam 24 jam. Meski begitu, trader options masih memasang posisi untuk potensi kenaikan ke $90.000, $95.000, hingga $100.000.
CEO Binance Richard Teng menilai kondisi makro masih menantang karena yield obligasi AS yang tinggi menekan aset berisiko, namun ia melihat tanda-tanda permintaan investor mulai membaik. Kapitalisasi market kripto global saat ini berada di sekitar $2,87 triliun dengan dominasi Bitcoin 58,25%.