Dominasi Bitcoin Mendekati 60%, Trader Kripto Kembali Berani Ambil Risiko
Bitcoin kembali menembus level US$86.000 setelah naik sekitar 3,4% dalam 24 jam terakhir. Penguatan ini membuat dominasi Bitcoin terhadap total kapitalisasi market kripto mendekati 60%, sementara dominasi USDT justru turun ke 6,3%. Kombinasi tersebut menjadi sinyal bahwa pelaku pasar mulai lebih nyaman memegang aset berisiko ketimbang memarkir dana di stablecoin.
Ethereum ikut menguat 1,58% ke kisaran US$2.743, disusul kenaikan XRP, Solana, dan BNB. Di jajaran altcoin, LayerZero (ZRO) melonjak 11% ke sekitar US$1,91, Aave (AAVE) naik 9% ke kisaran US$182, dan Dogwifhat (WIF) bertambah 6,2%. Sebaliknya, Quant (QNT) anjlok 15% ke sekitar US$250, sedangkan Ethena (ENA) dan NEAR masing-masing turun sekitar 9% dan 8,6%.
Aktivitas di pasar derivatif juga memanas. Open interest BTC naik dari US$20,9 miliar menjadi US$22,4 miliar, dengan funding rate tahunan di kisaran 9-10% di Hyperliquid dan OKX. Rasio put/call di Deribit kini 88% condong ke opsi call. Total likuidasi dalam 24 jam mencapai US$344 juta, dan sekitar 72% di antaranya menimpa posisi short.
Fokus berikutnya tertuju pada data nonfarm payrolls AS yang diperkirakan hanya menambah 90.000 lapangan kerja pada September, turun dari 162.000 di bulan sebelumnya, dengan tingkat pengangguran diprediksi stabil di 4,1%. Pelaku pasar juga menantikan rilis CPI pada 14 Oktober yang berpotensi memengaruhi imbal hasil obligasi jangka panjang dan arah market kripto selanjutnya.