Frank Holmes: Pencetakan Uang Masif Bikin Bitcoin dan Emas Makin Relevan
Frank Holmes, executive chairman HIVE Digital Technologies, menilai pemerintah di berbagai negara akan terus mencetak uang dalam jumlah sangat besar. Menurutnya, kondisi ini membuat Bitcoin dan emas semakin menarik sebagai lindung nilai terhadap ekspansi moneter.
Holmes, yang dikenal sebagai investor emas sebelum terjun ke industri mining Bitcoin, menyoroti sekitar US$40 triliun uang yang dicetak selama pandemi COVID-19, total jumlah uang beredar global yang ia sebut mencapai sekitar US$350 triliun, serta penyaluran kredit sekitar US$1,4 triliun di China. Ia juga menyinggung aksi bank sentral yang terus memborong emas.
Di sisi lain, Holmes melihat penambang Bitcoin kini memegang kartu penting dalam perkembangan kecerdasan buatan. Pasokan listrik dan infrastruktur yang dimiliki para penambang dinilai sangat dibutuhkan industri AI. HIVE sendiri telah mengalihkan GPU yang dulu dipakai untuk mining Ethereum menjadi tenaga komputasi AI, dan memposisikan diri sebagai penyedia data center kelas atas.
Holmes juga menyebut bank sentral Paraguay mempertimbangkan mining Bitcoin sebagai peluang ekspor, sementara Kanada mulai membangun infrastruktur AI di lokasi-lokasi bekas tambang kripto. Ia menambahkan, adopsi Bitcoin kian meluas, termasuk di kalangan gamer dan analis kuantitatif muda.