Harga Bitcoin Bertahan di Kisaran $80.000, Tekanan Profit-Taking Mulai Meningkat
Harga bitcoin bertahan di kisaran $80.000 setelah sempat menyentuh level tertinggi $80.402 pada 20 September, mencatatkan kenaikan 25,6 persen dalam 90 hari terakhir. Pola kenaikan ini dinilai mencerminkan tren naik yang solid, bukan sekadar lonjakan sesaat, tercermin dari level support yang terus naik bertahap — dari sekitar $60.000 pada pertengahan Juni hingga di atas $77.000 pada Agustus.
Pembeli secara konsisten menyerap tekanan jual setiap kali harga terkoreksi ke zona $75.000–$77.000, yang membuat pasar semakin tidak bergantung pada level support lama di kisaran $60.000–$65.000. Di sisi data on-chain, porsi suplai bitcoin yang berada dalam kondisi profit naik signifikan dari sekitar 45 persen menjadi 71 persen sejak titik terendah Juni. Meski begitu, angka ini masih di bawah zona 75-90 persen yang secara historis diasosiasikan dengan gelombang profit-taking yang lebih besar, sehingga kondisi pasar saat ini disebut berada di titik tengah.
Beberapa sinyal tekanan mulai muncul. Korea Premium Index tercatat turun ke -1,46 persen, menandakan harga bitcoin di bursa Korea Selatan justru lebih rendah dibanding pasar global — indikasi melemahnya minat beli domestik. Selain itu, aliran dana yang masuk ke bursa turut meningkat, mengindikasikan potensi aksi distribusi dari sejumlah pemegang bitcoin. Dengan 29 persen suplai yang masih dalam kondisi rugi, aksi profit-taking besar-besaran belum terlihat mendesak, namun peluang realisasi profit di level $80.000 tetap menjadi risiko yang perlu diwaspadai bagi kelanjutan reli harga.