Peluang RUU CLARITY Act Lolos Voting Selasa Dinilai Masih Tipis
RUU struktur pasar aset kripto, CLARITY Act, akan menjalani voting cloture pertama di Senat AS pada Selasa pukul 14:15 waktu setempat — momen yang disebut sebagai “kesempatan terakhir” bagi RUU ini untuk maju pada 2026, mengingat terbatasnya waktu sidang menjelang pemilu paruh waktu (midterm). Senat kembali dari reses Agustus khusus untuk membahas RUU ini.
Hingga Jumat sore, RUU tersebut masih belum memiliki cukup 60 suara yang dibutuhkan untuk lolos, meski negosiasi dikabarkan terus berlanjut sepanjang akhir pekan. Draf teks baru yang memuat sejumlah perubahan yang diminta pihak Demokrat dirilis pekan lalu, namun ketentuan etika masih menjadi titik utama yang belum disepakati kedua pihak, di samping perubahan pada ketentuan terkait DeFi dan credit union.
Voting cloture ini berlangsung tujuh minggu sebelum pemilu paruh waktu, menambah tekanan politik terhadap proses negosiasi. Sejumlah pelaku industri menyatakan pesimisme soal kemajuan RUU ini, meski konsensus umum menyebut “apa pun bisa terjadi”. Jika RUU ini gagal disahkan, sejumlah pengamat industri menilai SEC dan CFTC berpotensi mengisi kekosongan regulasi lewat rulemaking. Namun, potensi gugatan hukum dari berbagai kelompok kepentingan disebut dapat memperpanjang proses ini tanpa batas waktu yang jelas, bahkan berpotensi molor hingga setelah pelantikan presiden berikutnya pada 20 Januari 2029.