Token meme PEPE mencatat lonjakan tajam sebesar 32% dalam 24 jam terakhir, membawa harganya menembus level resistance di kisaran 0,0000044 dolar AS dan melewati puncak tertinggi bulan Agustus di 0,0000046 dolar. Dengan pergerakan ini, PEPE berhasil mencetak higher high baru dan sempat menyentuh level 0,00000536 dolar.
Namun di balik euforia kenaikan tersebut, sejumlah indikator teknikal mulai memberi sinyal waspada. Indeks RSI (Relative Strength Index) PEPE kini berada di angka 78,09, level yang menandakan kondisi overbought dan meningkatkan risiko aksi ambil untung jika tekanan beli mulai melemah. Level support pertama berada di sekitar 0,0000047 dolar, sementara support kedua di 0,0000044 dolar dianggap krusial — jika level ini jebol, struktur bullish PEPE berisiko melemah signifikan.
Yang lebih menarik perhatian adalah lonjakan besar di pasar derivatif. Open interest kontrak perpetual PEPE melonjak 51,8% dalam sehari menjadi 245,1 juta dolar, dengan Binance mencatat porsi terbesar sebesar 146,1 juta dolar, diikuti Bybit di 98,7 juta dolar. Volume transaksi futures bahkan mencapai 1,77 miliar dolar, jauh melampaui volume di pasar spot yang hanya 439,64 juta dolar — meski likuidasi tercatat relatif kecil, sekitar 395 ribu dolar.
Ketimpangan antara volume futures dan spot ini menjadi sorotan utama para analis. Reli PEPE dinilai masih sangat bergantung pada minat spekulatif jangka pendek, bukan permintaan riil dari pasar spot. Tanpa dukungan pembelian spot yang lebih kuat, kenaikan harga berisiko rapuh dan rawan koreksi tajam apabila sentimen pasar berbalik.