Petinggi Fidelity Sebut Bitcoin Layak Jadi Penyeimbang Portofolio Saham dan Obligasi
Jurrien Timmer, Director of Global Macro di Fidelity Investments, memasukkan Bitcoin ke dalam daftar aset diversifikasi utama bagi investor yang selama ini mengandalkan komposisi klasik saham dan obligasi. Menurutnya, di luar porsi 60% ekuitas global dan 20% obligasi, kelompok penyeimbang yang efektif terdiri dari komoditas, emas, Bitcoin, kas, serta aset alternatif seperti leveraged loans.
Argumen Timmer bertumpu pada data korelasi lima tahun terakhir. Pergerakan Bitcoin hanya berkorelasi sekitar 30% dengan indeks S&P 500, sementara korelasinya dengan obligasi pemerintah AS bertenor panjang nyaris nol. Artinya, BTC cenderung bergerak dengan pola yang berbeda dari dua kelas aset tradisional tersebut, sehingga berpotensi meredam risiko portofolio secara keseluruhan.
Timmer juga menyoroti kinerja Bitcoin jika diukur terhadap emas, yang menurutnya sedang menunjukkan kekuatan signifikan. Ia menilai Bitcoin bisa saja memasuki siklus bull market empat tahunan yang baru, mengingat fase penurunan panjang secara historis biasanya berlangsung sekitar satu tahun. Area support di kisaran US$60.000 disebut telah bertahan kurang lebih selama setahun.
Sebelumnya, pada 25 September, Timmer mengidentifikasi pola double bottom dengan target harga sekitar US$100.000. Saat berita ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$85.984, naik 2,2% dalam 24 jam terakhir.