Serangan Malware Kripto Terkait Korea Utara Melonjak, Bursa CoinEx Tutup Setelah 9 Tahun
Aktivitas malware berbasis blockchain melonjak hingga 420% sepanjang tahun ini, dengan kelompok peretas yang terafiliasi negara, terutama Korea Utara dan Iran, bertanggung jawab atas sekitar dua pertiga dari total aktivitas malware baru tersebut. Salah satu kelompok asal Korea Utara, UNC5342, teridentifikasi aktif di jaringan Tron, Aptos, dan BNB Smart Chain, menyasar berbagai proyek kripto di kawasan Asia.
Di sisi lain, bursa kripto CoinEx yang berbasis di Hong Kong mengumumkan penghentian operasinya setelah beroperasi selama 9 tahun. Penutupan ini dipicu oleh menurunnya volume perdagangan, likuiditas yang menyusut di tengah kondisi pasar bearish, serta membengkaknya biaya kepatuhan dan regulasi. Pengguna diberi tenggat waktu penarikan dana hingga 22 Desember mendatang.
Kabar lain dari kawasan menunjukkan Malaysia semakin dilirik sebagai salah satu negara mayoritas muslim yang paling terbuka terhadap kripto, menurut lembaga pemeringkat Fitch Ratings. Komisi Sekuritas Malaysia bahkan telah menyatakan Bitcoin, Ethereum, Ripple, dan Stellar sebagai aset yang sesuai prinsip syariah. Sementara itu, otoritas Korea Selatan menindak puluhan pengguna platform prediksi Polymarket yang diduga melakukan perjudian ilegal senilai sekitar $12,7 juta, dan Thailand menetapkan batas transfer harian stablecoin senilai sekitar $151.000 sebagai bagian dari langkah mitigasi risiko di pasar aset digital kawasan.