Wacana Merger SpaceX dan Tesla Berpotensi Satukan 30 Ribu BTC dalam Satu Neraca
Elon Musk membuka peluang penggabungan SpaceX dan Tesla. Dalam paparan kinerja kuartal ketiga SpaceX pada Selasa, Musk menyebut dewan direksi kedua perusahaan telah membentuk komite khusus berisi direktur independen untuk mengkaji kemungkinan tersebut. Meski begitu, ia menegaskan bahwa kesepakatan ini belum bisa dianggap pasti dan masih berada di tahap penjajakan.
Jika terealisasi, merger ini akan menyatukan cadangan Bitcoin milik kedua perusahaan. Berdasarkan laporan kuartalan terbarunya, Tesla memegang 11.509 BTC, sementara SpaceX memiliki 18.712 BTC sebagaimana diungkap dalam dokumen S-1 menjelang IPO-nya pada Juni lalu. Totalnya mencapai 30.221 BTC, atau sekitar US$2,5 miliar dengan harga Bitcoin di kisaran US$83.000.
Biaya perolehan gabungan aset tersebut diperkirakan sekitar US$1 miliar, yang berarti harga beli rata-rata berada di kisaran US$33.000–35.000 per koin. Dengan jumlah sebesar itu, entitas hasil merger akan masuk jajaran segelintir perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar, meski masih di bawah Strategy milik Michael Saylor.
Menariknya, cadangan Bitcoin SpaceX nyaris tidak terlihat oleh publik sampai dokumen IPO-nya dirilis, dan jumlahnya lebih dari dua kali lipat estimasi yang sebelumnya dilacak dari wallet terkait perusahaan. Tesla sendiri tidak mengubah kepemilikannya, namun sempat mencatat kerugian akibat akuntansi nilai wajar saat harga BTC melemah.
Hingga kini, belum ada sinyal bahwa kedua perusahaan akan membeli atau menjual Bitcoin. Merger tersebut pada dasarnya hanya akan mengubah aspek tata kelola dan akuntansi, karena seluruh aset akan berada di bawah satu entitas publik yang wajib melaporkan kepemilikannya setiap kuartal.