Bagaimana Prospek Pasar Kripto di Tahun 2026?
Key Takeaways:
- Kripto Pilihan: Pasar kripto telah mengalami pertumbuhan pesat sepanjang 2025, dengan kapitalisasi pasar gabungan mencapai sekitar $3 triliun pada akhir tahun tersebut. Berdasarkan analisis on-chain, yaitu data langsung dari blockchain seperti suplai aset, volume transaksi, alamat aktif, dan metrik jaringan lainnya, prospek untuk 2026 terlihat cerah, didorong oleh adopsi institusional, regulasi yang lebih jelas, dan integrasi teknologi baru.
- Update Altcoin: Sepanjang tahun 2025, XRP berhasil mendominasi pasar kripto Korea Selatan dengan menjadi aset yang paling banyak diperdagangkan di bursa Upbit, melampaui volume perdagangan Bitcoin dan Ethereum.
- Berita Sepekan: Agen ekspor senjata pemerintah Iran, Mindex, secara terbuka mulai menerima mata uang kripto sebagai metode pembayaran untuk berbagai alutsista, termasuk rudal balistik Emad dan drone Shahed, guna menghindari sanksi internasional.
Bagaimana Prospek Pasar Kripto di Tahun 2026 Berdasarkan Analisis On-Chain?
Pasar kripto telah mengalami pertumbuhan pesat sepanjang 2025, dengan kapitalisasi pasar gabungan mencapai sekitar $3 triliun pada akhir tahun tersebut. Berdasarkan analisis on-chain, yaitu data langsung dari blockchain seperti suplai aset, volume transaksi, alamat aktif, dan metrik jaringan lainnya, prospek untuk 2026 terlihat cerah, didorong oleh adopsi institusional, regulasi yang lebih jelas, dan integrasi teknologi baru. Artikel ini akan membahas tren utama berdasarkan data on-chain dari sumber terpercaya seperti Grayscale, Coinbase, dan Glassnode, sambil memproyeksikan potensi pertumbuhan di tahun depan.
1. Bitcoin (BTC), Era Institusional dan Kelangkaan Suplai
Bitcoin tetap menjadi aset dominan di pasar kripto, dengan suplai terbatas 21 juta koin yang diprogram secara transparan. Data on-chain menunjukkan bahwa Bitcoin ke-20 juta diprediksi akan ditambang pada Maret 2026, menekankan kelangkaan aset ini di tengah risiko debasement mata uang fiat seperti dolar AS (utang AS mendekati 100% PDB). Menurut laporan Grayscale, kepemilikan treasury aset digital (DATs) mencapai 3,7% dari suplai BTC, menandakan akumulasi institusional yang stabil.
Metrik on-chain kunci:
- Hash Rate: Hash rate Bitcoin mencapai rekor baru di atas satu zettahash per detik pada akhir 2025, menunjukkan keamanan jaringan yang kuat dan ketahanan terhadap serangan.
- Alamat Aktif dan Volume Transaksi: Jumlah alamat Bitcoin yang menguntungkan turun 3,2% setelah fluktuasi harga baru-baru ini, tetapi volume on-chain tetap tinggi, dengan transaksi bulanan mencapai triliunan dolar.
- Prospek 2026: Harga BTC diprediksi mencapai all-time high baru di paruh pertama 2026, didorong oleh inflow ETF mencapai $87 miliar sejak 2024. Siklus empat tahunan dianggap berakhir, digantikan oleh aliran institusional yang lebih stabil, dengan potensi harga di atas $150.000. Namun, volatilitas tetap ada, dengan risiko quantum computing yang mungkin memicu diskusi darurat di kalangan institusi.

2. Ethereum (ETH) dan Ekosistem Layer-1, Pertumbuhan Infrastruktur dan Adopsi
Ethereum terus mendominasi sebagai platform infrastruktur, dengan metrik on-chain yang menunjukkan peningkatan penggunaan. Kepemilikan DATs mencapai 4,6% dari suplai ETH, sementara blockchain seperti Solana (SOL) dan BNB Chain juga melihat pertumbuhan serupa. Data dari Glassnode menyoroti volume on-chain ETH yang stabil, dengan transaksi harian mencapai puncak baru berkat integrasi DeFi dan stablecoin.
Metrik on-chain kunci:
- Alamat Aktif: Jumlah alamat aktif ETH meningkat seiring adopsi layer-2, meskipun spesifik Januari 2026 menunjukkan fluktuasi karena rotasi ke altcoin.
- Volume Transaksi: Transaksi bulanan stablecoin di ETH rata-rata $1,1 triliun dalam enam bulan terakhir 2025, mendukung peran ETH sebagai backbone tokenisasi aset.
- Hash Rate dan Staking: Stake ratio ETH meningkat, dengan staking menjadi default berkat regulasi yang lebih jelas. Protokol seperti Lido (LDO) dan Jito (JTO) memfasilitasi yield capture.
Prospek 2026: ETH diprediksi outperform SOL karena siklus ketiga (third-cycle syndrome), dengan harga potensial $62.000 jika BTC capai $250.000. Tren seperti chain abstraction dan app-specific chains akan mengurangi silo, meningkatkan interoperabilitas dan revenue on-chain. Sui (SUI) bisa menjadi dark horse, sementara ETH fokus pada tokenisasi RWA (Real-World Assets) yang diproyeksikan tumbuh dari $16 miliar menjadi $30 miliar+.

3. Stablecoins dan DeFi, Jembatan ke Ekonomi Nyata
Stablecoins menjadi pilar utama, dengan suplai outstanding mencapai $300 miliar pada 2025, dan transaksi bulanan $1,1 triliun. Ini mendukung pembayaran lintas batas dan integrasi dengan kartu kredit, dengan pertumbuhan ~60% diprediksi di 2026.
Metrik on-chain kunci:
- TVL (Total Value Locked) DeFi: TVL DeFi mencapai all-time high baru, dengan lending dipimpin Aave (AAVE) dan Morpho, serta pinjaman crypto-backed melebihi $90 miliar.
- Volume Perps dan DEX: DEX menyumbang 25%+ volume spot, dengan perps on-chain mencapai $1 triliun bulanan.
Prospek 2026: Stablecoins akan gandakan market cap, menjadi rails pembayaran treasury-grade. DeFi akan konsolidasi, dengan fokus pada revenue berkelanjutan dan meta-yield platforms. Prediksi markets seperti Polymarket akan meledak, dengan integrasi TradFi.
4. Tren Lain: Privasi, AI, dan RWA
- Privasi: Penggunaan ZKPs dan FHE meningkat untuk kontrol pengguna, krusial saat institusi masuk. Privasi coin seperti ZEC akan naik seiring regulasi.
- AI + Crypto: Proyek seperti TAO dan NEAR membangun infrastruktur untuk ekonomi cerdas, meskipun hype AI mungkin tidak sepenuhnya terwujud.
- RWA Tokenisasi: Aset tokenized hanya 0,01% dari pasar ekuitas global, tapi diprediksi tumbuh 10x, dengan treasury AS tokenized sebagai backbone DeFi.
Berikut tabel ringkasan metrik on-chain utama untuk aset top (berdasarkan data akhir 2025):
| Aset | Suplai Beredar | Volume Transaksi Bulanan (Rata-rata) | Prediksi Harga 2026 |
| Bitcoin | ~19,9 juta | Triliunan USD | >$150.000 |
| Ethereum | ~120 juta | $1,1 triliun (stablecoin) | $62.000 |
| Stablecoins | $300 miliar | $1,1 triliun | Gandakan market cap |
| Solana | ~470 juta | Tinggi di perps | $400 |
Kesimpulan: Tahun Transisi ke Kematangan
Berdasarkan analisis on-chain, 2026 bukan lagi tentang hype siklus, melainkan struktur pasar yang matang dengan inflow institusional, regulasi bipartisan (seperti CLARITY Act), dan integrasi on-chain ke ekonomi nyata. Meskipun volatilitas tetap, metrik seperti volume transaksi tinggi dan adopsi staking menandakan pertumbuhan berkelanjutan. Investor disarankan fokus pada aset dengan revenue on-chain kuat seperti ETH, SOL, dan protokol DeFi. Namun, tetap waspada terhadap risiko makro seperti penurunan ekonomi global. Pasar kripto di 2026 berpotensi mencapai valuasi lebih tinggi, tapi kesuksesan bergantung pada eksekusi infrastruktur.
Cek Harga BTC Hari Ini!
Update Altcoin
- 🐲 Bullish – Sepanjang tahun 2025, XRP berhasil mendominasi pasar kripto Korea Selatan dengan menjadi aset yang paling banyak diperdagangkan di bursa Upbit, melampaui volume perdagangan Bitcoin dan Ethereum. Berdasarkan data tahunan Dunamu, tren ini didorong oleh kegunaan XRP dalam pembayaran lintas batas dan komunitas lokal yang kuat, di tengah pertumbuhan total pengguna Upbit yang mencapai 13,26 juta orang. Laporan tersebut juga menyoroti matangnya pasar Korea yang kini didominasi oleh investor profesional berusia 30-40 tahun, dengan aktivitas perdagangan puncak terjadi pada pukul 09.00 KST (awal jam kerja), yang menegaskan pengaruh signifikan likuiditas pasar Korea Selatan terhadap ekosistem kripto global.
Cek Harga XRP Hari Ini!
- 🌍 Bullish – Para trader di Polymarket saat ini cenderung bersikap skeptis terhadap lonjakan harga Bitcoin yang agresif tahun ini, dengan target $100.000 dianggap sebagai skenario yang paling mungkin (probabilitas 80%) di tengah memudarnya pengaruh siklus empat tahunan tradisional. Meskipun Bitcoin menutup tahun 2025 di zona merah, banyak analis tetap optimis bahwa lonjakan besar baru akan terjadi pada tahun 2026, didorong oleh potensi pemangkasan suku bunga di bawah pemerintahan Trump serta kejelasan regulasi melalui GENIUS Act dan CLARITY Act. Prediksi institusional seperti dari Standard Chartered dan Bernstein memproyeksikan harga Bitcoin dapat menyentuh kisaran $150.000 hingga $250.000 pada tahun 2026 mendatang.
Cek Harga BTC Hari Ini!
- 🚀 Bullish – Bitmine, perusahaan yang didukung oleh Fundstrat milik Tom Lee, secara agresif memperkuat cadangan Ethereum-nya dengan mengakuisisi lebih dari 32 ribu ETH dan men-stake hampir 119 ribu ETH sebagai bagian dari strategi pengelolaan aset jangka panjang. Dengan total kepemilikan mencapai lebih dari 4 juta ETH atau sekitar 3,37% dari seluruh pasokan beredar, langkah ini mencerminkan kepercayaan institusional yang kuat di tengah fase konsolidasi harga. Strategi Bitmine yang langsung mengalihkan aset ke kontrak validator alih-alih ke bursa dinilai mampu mengurangi tekanan jual di pasar likuid sekaligus memperkokoh posisi mereka sebagai salah satu pemegang ETH terbesar di dunia.
Cek Harga ETH Hari Ini!
Berita Terkini dalam Sepekan Terakhir
- 🌜 Bullish – Agen ekspor senjata pemerintah Iran, Mindex, secara terbuka mulai menerima mata uang kripto sebagai metode pembayaran untuk berbagai alutsista, termasuk rudal balistik Emad dan drone Shahed, guna menghindari sanksi internasional. Melalui platform digital yang canggih, Mindex memfasilitasi transaksi bagi 35 negara klien dengan opsi pembayaran tambahan berupa barter dan rial Iran, yang bertujuan menjaga kelangsungan bisnis militer di luar sistem perbankan konvensional. Langkah ini mempertegas tren penggunaan aset digital oleh negara-negara yang terkena sanksi untuk mempertahankan mobilitas ekonomi dan membiayai operasional pertahanan mereka di tengah tekanan global.
Cek Harga USDT Hari Ini!
- 💰 Bullish – Turkmenistan resmi melegalkan aktivitas penambangan dan perdagangan kripto melalui “Undang-Undang Aset Virtual” yang mulai berlaku pada 1 Januari 2026, sebagai langkah strategis untuk mendiversifikasi ekonomi di luar sektor gas alam. Kebijakan ini mengizinkan individu dan badan usaha untuk menambang serta mengoperasikan bursa kripto dengan syarat pendaftaran dan lisensi dari Bank Sentral serta kepatuhan ketat terhadap protokol KYC/AML. Walaupun kripto kini diakui sebagai properti digital dalam hukum perdata, pemerintah tetap melarang penggunaannya sebagai alat pembayaran sah atau instrumen sekuritas. Langkah ini mencerminkan keterbukaan Turkmenistan terhadap teknologi blockchain di Asia Tengah, meskipun adopsinya masih menghadapi tantangan berupa kontrol ketat pemerintah terhadap akses internet dan aktivitas keuangan nasional.
Cek Harga BTC Hari Ini!
- 🤖 Bullish – Laporan a16z Crypto memproyeksikan tahun 2026 sebagai masa kebangkitan stablecoin sebagai lapisan penyelesaian utama internet yang mampu menyaingi jaringan pembayaran global seperti Visa. Dengan volume transaksi tahunan yang mencapai angka masif (sekitar $46 triliun sebelum penyesuaian), stablecoin kini berevolusi dari alat spekulasi menjadi fondasi visi “internet sebagai bank,” di mana layanan keuangan terintegrasi langsung ke dalam aplikasi digital tanpa perantara perbankan tradisional. Selain kematangan infrastruktur, teknologi privasi diprediksi akan menjadi keunggulan kompetitif utama guna mendukung adopsi arus utama, sementara pergeseran makroekonomi seperti pemotongan suku bunga Fed diharapkan mempercepat transisi kripto menjadi infrastruktur ekonomi global yang matang dan fungsional untuk kebutuhan sehari-hari.
Cek Harga USDC Hari Ini!
Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.
Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

