Bitcoin Anjlok ke $86K, Drama Shutdown AS, ETF Keluar Massal, dan Risk-Off Global! Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Hari ini, 26 Januari 2026, Bitcoin (BTC) kembali jadi headline dengan penurunan tajam. Dari level nyaman di atas $89.000–$90.000 akhir pekan lalu, harga BTC kini melorot ke kisaran $86.000–$88.000 (bahkan sempat menyentuh low sekitar $86.000 kemarin). Penurunan ini sekitar 3–5% dalam 24–48 jam terakhir, memicu gelombang diskusi panas di komunitas crypto: ini koreksi biasa atau sinyal bahaya lebih besar?

Ini bukan penurunan acak. Pasar sedang diguncang “perfect storm” dari beberapa faktor makro dan on-chain yang saling bertumpuk. Mari kita kupas satu per satu, seperti plot thriller Wall Street meets crypto:
1. Ancaman Government Shutdown AS: Probabilitas Melonjak Gila-Gilaan
Pasar prediksi seperti Polymarket dan Kalshi menunjukkan odds shutdown pemerintah AS oleh akhir Januari ini sempat mencapai 76–80% (meski fluktuatif, tetap tinggi dibanding minggu lalu). Penyebab utama: perdebatan sengit soal anggaran Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dan partisan divide di Kongres.
Kalau shutdown benar terjadi (funding habis 31 Januari), likuiditas pasar bisa kacau balau. Investor langsung risk-off: keluar dari aset spekulatif seperti saham tech dan crypto, lari ke safe-haven (emas naik, perak melejit, obligasi AS). Bitcoin, yang sering dipromosikan sebagai “digital gold”, malah ikut kena imbas karena dianggap aset berisiko tinggi di momen uncertainty.
2. Bitcoin ETF Spot AS: Outflow Massal yang Bikin Panik
Minggu lalu saja, US spot Bitcoin ETFs mencatat outflow raksasa:
- Total outflow 5 hari berturut-turut mencapai $1.62B – $1.72B
- Rekor harian sempat $700M+ dalam satu hari
- Outflow mingguan terbesar sejak November, dengan BlackRock’s IBIT dan ETF lain ikut bleeding.
Ini tekanan jual langsung di pasar spot. Institusi dan ritel keluar → supply BTC banjir → harga jatuh → likuidasi posisi long over-leverage berantai. Efek domino klasik yang mempercepat penurunan.
3. Risk-Off Global + Geopolitik yang Membara
Pasar aset berisiko sedang ditekan habis-habisan:
- Ketegangan geopolitik (termasuk isu Greenland, trade policy Trump-era carry-over, dan yen Jepang volatility)
- Bitcoin gagal bertindak sebagai safe-haven: saat gold naik 8%+ di tengah jitters, BTC malah turun 6%+ (seperti yang dikeluhkan banyak analis).
- Leverage flush: BTC jebol level kunci $90K → stop-loss massal → cascading liquidation.
4. Apa Kata Para Analis & Whale?
- Banyak yang bilang ini “healthy correction” di bull market muda pasca-rally 2025. Whale malah akumulasi di zona $84K–$86K sebagai support potensial (data on-chain menunjukkan whale tambah holdings signifikan).
- Outflow ETF besar sering jadi sinyal bottom lokal (seperti November lalu, diikuti rebound).
- Tapi short-term: momentum masih bearish. Pantau Fed week, Big Tech earnings, dan update shutdown Washington – itu trigger utama selanjutnya.
Intinya: Ini bukan akhir bull run, tapi momen “fear & greed” ekstrem di crypto. Buat holder jangka panjang: diamond hand masih valid, whale lagi beli dip. Buat trader: hati-hati FOMO buy atau panic sell – volatility tinggi, likuiditas rendah di awal minggu.
Apa pendapatmu hari ini? Masih yakin BTC rebound cepat, atau siap-siap tes $84K dulu?
Cek Harga BTC Hari Ini!
Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto.
Dengan melakukan perdagangan aset kripto berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

