Boom AI Dorong RAM Mahal, Saham Ini Diuntungkan
Ledakan artificial intelligence (AI) bukan hanya mengubah cara manusia bekerja dan berinteraksi dengan teknologi, tetapi juga mengguncang rantai pasok hardware global, terutama pada sektor Random Access Memory (RAM). Jika dulu RAM hanya dianggap sebagai komponen pendukung PC dan smartphone, kini ia menjadi tulang punggung utama AI infrastructure, khususnya di data center dan cloud computing.
Dalam dunia AI modern—mulai dari large language models, computer vision, hingga real-time inference—RAM bukan lagi soal “cukup atau tidak”, melainkan soal kecepatan, kapasitas, dan bandwidth. Model AI memproses dataset raksasa dan miliaran parameter. Tanpa RAM besar dan cepat, sistem akan mengalami bottleneck karena data harus bolak-balik ke storage yang jauh lebih lambat.
Kenapa AI Membuat RAM Jadi Sangat Penting
Berbeda dengan komputasi tradisional, AI membutuhkan:
-
kapasitas RAM besar agar dataset bisa dimuat penuh,
-
kecepatan tinggi untuk menghindari latency,
-
dan bandwidth masif untuk sinkron dengan GPU.
Di data center AI, RAM bahkan harus setara atau lebih besar dari GPU memory, sering ditambah buffer ekstra agar training dan inference berjalan efisien. Inilah alasan mengapa hyperscalers kini memburu DDR5 dan High Bandwidth Memory (HBM), bukan lagi RAM kelas konsumen.
Akibatnya, produsen memori mengalihkan kapasitas produksi dari RAM murah ke chip AI dengan margin jauh lebih tinggi. Supply untuk DRAM konvensional menyusut, sementara demand justru melonjak tajam.
Harga RAM Naik Tajam, Pasar Kehilangan Keseimbangan
Kondisi ini menciptakan ketidakseimbangan klasik: permintaan lebih cepat dari pasokan. Di beberapa segmen, harga DRAM dilaporkan melonjak ratusan persen secara tahunan, dan tren ini diperkirakan berlanjut hingga 2026.
Bagi konsumen, ini berarti:
-
harga PC, laptop, dan smartphone berpotensi naik,
-
margin device maker bisa tertekan.
Namun bagi produsen memori dan storage, situasinya justru berbalik menjadi tailwind besar: pricing power meningkat, kontrak jangka panjang mengunci margin, dan cash flow membaik.
Saham yang Diuntungkan dari Kenaikan RAM
Di tengah AI-driven memory shortage, ada beberapa saham AS yang paling diuntungkan secara struktural.
Micron Technology (MU): Raja DRAM Era AI
Micron adalah produsen DRAM terbesar di AS dan salah satu pemain kunci global. Perusahaan ini secara agresif:
-
memprioritaskan HBM untuk AI data center,
-
mengurangi eksposur ke consumer memory,
-
mengamankan kontrak jangka panjang dengan hyperscaler.
Strategi ini membuat Micron berada di posisi ideal saat harga memori melonjak. Selama AI capex masih kuat, Micron berpotensi menikmati pertumbuhan pendapatan dan margin yang solid, meski tetap harus bersaing dengan raksasa Asia seperti Samsung dan SK Hynix.
Cek Harga MU Hari Ini!
Western Digital (WDC): Penyimpan Data AI
Meski lebih dikenal lewat storage, Western Digital sangat diuntungkan oleh ledakan AI. AI tidak hanya butuh compute dan RAM, tetapi juga nearline storage dalam jumlah masif untuk menyimpan data training dan hasil inference.
Kebutuhan ini mendorong:
-
kenaikan harga NAND,
-
permintaan tinggi untuk data center storage.
Restrukturisasi bisnis dan fokus yang lebih tajam membuat Western Digital menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari AI data growth, meski tetap sensitif terhadap siklus supply-demand NAND.
Cek Harga WDC Hari Ini!
Seagate Technology (STX): Menang dari Data Explosion
AI menghasilkan data dalam skala ekstrem, dan tidak semua data harus berada di RAM atau SSD mahal. Di sinilah high-capacity HDD milik Seagate berperan.
Seagate diuntungkan secara tidak langsung:
-
ketika RAM dan NAND mahal,
-
hyperscaler mengoptimalkan biaya dengan HDD besar,
-
kebutuhan archival data AI meningkat.
Meski siklus industri storage terkenal volatil, AI menciptakan demand struktural baru yang bisa menopang bisnis Seagate lebih lama dibanding siklus sebelumnya.
Cek Harga Seagate Technology Hari Ini!
Risiko yang Tetap Perlu Diwaspadai
Walau prospeknya menarik, investor tetap perlu mencermati beberapa risiko:
-
normalisasi supply di 2027–2028,
-
perlambatan belanja AI hyperscaler,
-
tekanan geopolitik dan supply chain.
Namun selama AI masih menjadi prioritas global, memori bukan lagi komoditas biasa, melainkan strategic asset.
Kesimpulan
Kenaikan harga RAM bukan sekadar fenomena sementara, melainkan refleksi dari pergeseran besar menuju AI-first world. Di balik mahalnya RAM, tersembunyi peluang besar bagi produsen memori dan storage yang berada di posisi tepat.
.
.
.
.
Yuk Mulai Investasi di Saham AS Sekarang!
Sekarang kamu bisa beli saham AS dari perusahaan ternama seperti NVIDIA, Intel, AMD, Google, Apple, hingga Unilever di Reku. Download aplikasi Reku sekarang dan mulai berinvestasi di aset global!
Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto dan saham AS apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto dan saham AS.
Dengan melakukan perdagangan aset kripto dan saham AS berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto dan saham AS. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto dan saham AS sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

