ETH Kembali Sentuh $2.100 Saat Pasar Kripto dan Makro Pulih, Apakah Ini Sudah Titik Terbawah?
Pasar kripto sedang mengalami rebound moderat setelah periode koreksi tajam. Ether (ETH), aset kedua terbesar di dunia kripto, berhasil merebut kembali level $2.100 pada awal Februari 2026. Ini terjadi setelah penurunan dramatis sekitar 43% dalam sembilan hari, yang membawa harga ETH ke titik terendah $1.750 pada akhir pekan lalu, level terendah sejak April 2025.
Rebound ini sejalan dengan pemulihan pasar kripto secara keseluruhan dan sentimen makro yang sedikit membaik. Namun, pertanyaan besar tetap menggantung: apakah ini benar-benar bottom, atau hanya relief rally sementara sebelum tekanan bearish kembali muncul?
Sentimen Derivatif Masih Bearish, Optimisme Trader Rendah
Data dari pasar futures menunjukkan bahwa trader ETH belum sepenuhnya yakin dengan rally berkelanjutan. Premium futures bulanan ETH hanya sekitar 3% di atas harga spot pada awal minggu ini, masih di bawah ambang netral 5%. Ini menandakan kurangnya antusiasme beli agresif, bahkan setelah harga rebound dari level rendah.

Selama sebulan terakhir, sentimen di pasar derivatif tetap lemah. Tidak ada tanda-tanda perubahan signifikan meskipun harga sempat jatuh ke $1.800. Tanpa masuknya bulls yang kuat dan menunjukkan selera risiko tinggi di level ini, kemungkinan besar bears masih memegang kendali jangka pendek.

Performa ETH Kalah dari Pasar Kripto Secara Keseluruhan
Di tahun 2026, ETH underperform dibandingkan total kapitalisasi pasar kripto hingga sekitar 9%. Hal ini membuat banyak investor bertanya-tanya: apa yang membuat modal mengalir keluar dari Ethereum?
Penurunan minat terhadap decentralized applications (DApps) bukan hanya masalah Ethereum saja. Namun, Ethereum tetap mendominasi dalam metrik Total Value Locked (TVL) dan pendapatan fee jika digabungkan dengan ekosistem layer-2-nya.

Menurut data DefiLlama, Ethereum base layer menyumbang sekitar 58% dari total TVL seluruh industri blockchain, bahkan melonjak di atas 65% jika menyertakan layer-2 utama seperti Base, Arbitrum, dan Optimism. Sebagai perbandingan, aplikasi terbesar di Solana hanya memiliki TVL di bawah $2 miliar, sementara DApp terbesar di Ethereum base layer saja mencapai lebih dari $23 miliar. Jupiter di Solana bahkan tidak masuk 14 besar jika dibandingkan dengan ekosistem Ethereum.
Inflasi ETH Naik, Layer-2 Masih Jadi Sorotan
Salah satu penyebab kekecewaan investor adalah gagalnya ETH menjadi aset deflasi seperti yang diharapkan. Mekanisme burn ETH bergantung pada permintaan tinggi untuk pemrosesan data di base layer. Ketika aktivitas on-chain melambat, pasokan ETH justru bertambah neto.
Dalam 30 hari terakhir, pertumbuhan pasokan ETH mencapai 0,8% secara tahunan, lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hampir 0%. Ini memperburuk persepsi bahwa Ethereum belum sepenuhnya mencapai visi deflasi pasca-Merge.

Sementara itu, kritik terhadap strategi scaling via layer-2 terus bergaung. Optimistic rollups memang memberikan subsidi skalabilitas besar, tetapi Vitalik Buterin sendiri mengakui bahwa pendekatan ini perlu dievaluasi ulang. Pada awal Februari 2026, Vitalik menyatakan bahwa roadmap layer-2 sentris “tidak lagi masuk akal” karena kemajuan base layer Ethereum sendiri sudah cukup signifikan, biaya transaksi rendah, dan banyak layer-2 gagal mencapai desentralisasi penuh (masih bergantung pada multisig bridge yang tidak ideal).
Vitalik menekankan perlunya prioritas skalabilitas di base layer, serta mengakui bahwa layer-2 lebih cocok untuk kasus khusus seperti privasi atau desain aplikasi tertentu, bukan sekadar sebagai “sharding branded” Ethereum.
Apa yang Menanti ETH ke Depan?
Rebound ke $2.100 adalah tanda positif, tapi derivatif yang masih bearish dan faktor makro (ketidakpastian pasar kerja AS, perlambatan investasi AI) membuat peluang rally kuat jangka pendek terlihat tipis. Investor tampaknya masih risk-averse, dan aktivitas on-chain perlu pulih lebih dulu agar burn mechanism bekerja optimal.
Jangka menengah hingga panjang, dominasi TVL Ethereum dan potensi peningkatan gas limit base layer bisa menjadi katalis positif. Namun, untuk saat ini, pasar masih mencari konfirmasi bahwa rebound ini bukan sekadar jebakan bull trap.
Apakah bottom sudah tercapai? Belum ada jawaban pasti, tapi level $2.100 ini bisa menjadi titik pengujian krusial: apakah bulls mampu mempertahankan dan mendorong lebih tinggi, atau bears akan kembali menekan ke bawah. Pantau terus derivatif premium, TVL layer-2, dan sentimen makro global, itu kunci untuk memahami arah ETH selanjutnya di 2026.
Cek Harga ETH Hari Ini!
Disclaimer: Analisa market ini adalah hal yang bersifat informasional. Ini bukan merupakan tawaran untuk menjual atau ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun di PT Rekeningku Dotcom Indonesia, perusahaan yang dibatasi oleh pihak atau entitas lain yang diorganisir, dikendalikan, atau dikelola oleh Reku, dan oleh karena itu tidak dapat diandalkan penuh sehubungan dengan pembelian atau penjualan aset kripto.
Dengan melakukan perdagangan aset kripto berarti nasabah sudah mengetahui ada unsur resiko di dalam aktivitas tersebut. Perubahan harga aset kripto sangat fluktuatif. Diharapkan menggunakan analisa cermat sebelum melakukan aktivitas membeli atau menjual aset kripto. Kami tidak memaksa nasabah untuk melakukan jual-beli aset kripto sebagai investasi atau mencari keuntungan, yang berarti semua aktivitas perdagangan merupakan keputusan individu dari pengguna.

